DUO J: GENIUS

DUO J: GENIUS
Dalam



Dalam hening, Jemma memperhatikan perubahan ekspresi Jarrett. Kedua telinga saudaranya itu sedang disumpal earphone yang terhubung dengan ponselnya


Keinginan yang membuat Jemma merengek sebelumnya terwujud juga. Biarpun suasana hati Jarrett sudah membaik kini.


Niat hati Jemma untuk menghibur Jarrett. Ternyata yang bersangkutan kembali baik dengan lebih cepat, si saudara kembar tetap si kuat yang dia kenal.


"Jarrett?" panggil Jemma bergumam, ketika dua mata yang dia lihat itu tampak berkaca-kaca.


Jarrett meletakkan ponsel yang tadi ada di genggamannya lalu menarik lembut tubuh Jemma. Dia tenggelamkan saudarinya itu ke dekapan sedalam-dalamnya.


"Aku baik-baik saja, Kakak," ucap Jarrett riang tapi suaranya terdapat serak menahan tangis. Pengucapan kata kakak ditekannya dengan nada tulus.


Jika sudah begini, Jemma lah orang yang menangis diantara keduanya. Kakak yang cengeng, begitu sebutan dari Jarrett.


Yang diperdengarkan Jemma barusan adalah lagu dalam irama musik indah yang menenangkan dan memberi semangat. Jarrett tahu itu adalah lagu baru dan pasti khusus dibuat untuknya.


Duo J memahami betapa saling membutuhkannya mereka. Kemandirian yang Gail tanamkan bersamaan dengan cinta kasih pada sesama anggota keluarga.


Sofa di ruang keluarga yang juga bisa berfungsi jadi ruang apa saja karena keterbatasan luas rumah, menjadi tempat Duo J berdua sekarang. Beberapa waktu lalu sang kakek dan nenek pamit melanjutkan aktifitas ke Dapur The Brown.


Sedangkan di dalam kamar utama, Gail yang masih terlelap tidak lepas dari tatapan memuja Nigel. Papa Duo J itu mengulang apa yang dilakukan kemarin.


Nigel mengatur posisi kursi canggihnya sejajar untuk bisa baring berhadapan dengan sang istri. Dia awas untuk tidak mengusik dan menjaga kasur hanya ditempati oleh Gail seorang.


"Nigel?" panggail Gail dengan suara bernada tanya. Tepat saat membuka mata, wajah tampan dan senyum menawan memenuhi penglihatannya, pria yang sangat mempesona.


"Selamat pagi, Gee," jawab Nigel, tentu saja dengan kelembutan khas yang otomatis keluar hanya pada si belahan jiwa pujaannya itu.


"Se-selamat pagi, Nig," balas Gail tergagap malu.


Segera Gail mendudukkan tubuhnya dan bersandar ke sandaran kepala ranjang. Dia menenangkan diri dari keterpukauannya terhadap Nigel.


"Baik."


Lalu hening beberapa saat. Nigel tertegun melihat pipi Gail yang memerah, rona alami yang cantik. Di matanya, mama Duo J semakin cantik pagi ini.


"Nigel, tentang pembicaraan kita kemarin malam-" kata Gail terputus karena dia menyadari sang suami melihatnya dalam-dalam tapi tidak menyimak apa yang dia katakan.


Gail jadi salah tingkah lagi. Tatapan Nigel benar-benar, entahlah. Dia menebak mungkin dirinya yang dulu jatuh cinta pada sang suami karena itu salah satunya. Melelehkan perasaan.


"Nigel," panggil Gail dengan suara tegas dan lebih keras.


Ada yang lebih penting bagi Gail daripada mengikuti dirinya yang berdebar-debar tak menentu karena pesona Nigel. Mama Duo J itu harus mengambil alih fokus.


"I-iya, Gee," gagap Nigel menanggapi setelah Gail memanggil namanya beberapa kali.


"Tentang pembicaraan kemarin malam, aku setuju. Demi Duo J, kita lakukan. Aku percaya kamu pasti mengatur semuanya tanpa berdampak buruk padaku," kata Gail segera dan langsung ke inti.


"Gee, kamu secepat ini memberi jawaban?" ujar Nigel terkejut senang. Refleks pria tampan itu berpindah duduk ke atas kasur dan lagi bertanya," Kamu benar-benar yakin, Gee?"


Gail tersenyum mengiyakan. Meski dia tidak yakin benar atau salah keputusannya untuk permintaan yang Nigel sampaikan saat keduanya selesai bersih-bersih selepas makan malam.


Namun yang pasti, Gail tidak akan mempersulit Nigel. Dia sedang belajar mempercayakan lebih banyak hal pada sang suami, serta memperdalam hubungan yang pernah hilang selama enam tahun.


Hidup untuk hari ini, menjadi serangkai kata yang Gail pegang setelah panjangnya pergulatan hati dan pikiran sejak kehadiran Nigel ke dekatnya pada hari pertama dulu.


"Aku kira perlu waktu berhari-hari untuk mendapatkan jawaban ini, Gee."


"Tidak. Aku sudah cukup berpikir. Aku juga percaya denganmu, Nig. Sebagai papa Duo J, kamu tidak akan menyia-nyiakan darah-daging-mu sendiri, kan?"


| Diw @diamonds.in.words - 2022