
Makan siang sudah selesai. Ruang makan rumah The Brown sudah kosong kembali. Gail berada di ruang tengah, Jarrett di ruang tamu, Jemma bersama Nigel di rumah The Twins dan Addison kembali ke kantornya.
Gail tidak balik ke Dapur The Brown karena dia bisa menyelesaikan pekerjaan untuk penghitungan keuangan di rumah saja. Landon juga yang memberinya ide itu saat dia ragu memberi izin Duo J.
Kedua kembar itu ingin bermain di rumah seberang, tempat sang papa. Tidak ke villa Addison seperti biasanya jika Gail dan The Brown pergi ke Dapur. Mereka memohon pada Gail untuk setuju.
Tentu saja Duo J yang menang. Gail mengiyakan mereka dengan perasaan tenang-tak-tenang. Mereka memang anak mandiri tapi apa bisa cocok dengan Nigel yang orang baru.
Demi kenyamanan bersama, Gail mengkondisikan tugas kerjanya di hari ini agar bisa lebih singkat waktunya di Dapur The Brown. Dia takut ada apa-apa pada Duo J ataupun Nigel.
Pertama kalinya Gail mengizinkan Duo J bersama orang yang masih asing baginya. Meski dia tahu Nigel adalah ayah kandung anaknya dan juga suami yang sudah dibuktikan dengan berkas pernikahan yang ditunjukkan padanya.
Tapi Gail tetap merasakan ketakutan yang tidak bisa dia jabarkan. Dia tidak bisa seperti Landon yang terbuka atau Ellie yang hangat kepada Nigel. Apalagi seperti Duo J yang lengket pada pria itu.
Oleh sebab itu, Addison dimintai tolong Gail untuk menemaninya ke rumah The Brown untuk makan siang bersama Duo J dan Nigel. Wanita itu cukup tenang dengan kehadiran Addison yang bagai adik olehnya.
Jika orang-orang bertanya pada The Brown tentang siapa nama anak mereka, yang dimaksud tentu saja bukan anak kandung. Jawabannya adalah Addison dan Gail.
Kedekatan itu perlu waktu bertahun-tahun untuk Gail bisa. Rasa nyaman dan tenang berhubungan dengan orang baru perlu bantuan orang terdekat bagi dirinya yang ajaib itu.
Pada makan siang bersama tadi, Gail merasa ada suasana aneh diantara mereka semua. Tampak baik tapi rasanya tidak baik-baik saja. Membingungkan, dan jadi beban pikiran.
Sikap Nigel tidak seperti biasanya pada Gail. Muka pria itu juga muram sepenglihatannya. Tidak ada senyuman yang tadi pagi dan juga pada beberapa waktu selalu diberikannya.
Seingat Gail tadi pagi Nigel tidak seperti itu. Ketika berpamitan untuk berangkat kerja ke dapur The Brown pada Duo J di rumah seberang jalan itu, malah suasana hangat yang dirasakannya.
Duo J dan Nigel menyambutnya dengan wajah cerah ceria. Gail juga terasa berat untuk pergi dari ketiga orang itu saat selesai mengucapkan pamit.
Ada bahagia di hati Gail melihat interaksi dari dua anak dan sang papa. Hubungan mereka bertiga tidak seperti terpisah lima tahun karena kedekatan yang terasa.
Tapi dari suasana pada makan bersama barusan, Gail tidak merasakan bahagia seperti itu lagi. Walau dia tetap melihat kedekatan pada Nigel dan Duo J dan Addison yang diikutsertakan.
Gail tak habis pikir, dan menyerah dulu saja pada waktu. Sudah saatnya dia kembali ke pekerjaan yang dibawanya pulang. Lagipula Jarrett juga sudah anteng di ruang tamu.
Kebiasaan Jarrett memilih ruang tamu untuk jadi tempat dia berdiam diri bersama buku dalam genggaman tangannya. Pria kecil itu seperti mahasiswa yang serius membaca materi kuliah.
Nigel memberikan buku itu untuk pengetahuan tambahan Jarrett dalam mewujudkan rancangan aplikasinya. Dia ingin menjadi pendukung penuh putranya, salah satu nyawa hidupnya kini.
Jarrett tidak menyangka hari ini penuh kejutan. Semalam dia masih memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang untuk punya alat-alat, tapi paginya dia mendapatkan lebih dari yang dia pikirkan.
Tawa kecil Jarrett muncul ketika dia mengambil kesimpulan dalam pikirannya sendiri. Bahwa dia dan Jemma yang dibilang orang genius, kan berasal dari mama dan papa. Pasti kedua orang tuanya itu lebih darinya.
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Jarrett. Dia bergerak ke arah Gail terlebih dahulu, memberi tahu ada yang datang.
“Paman,” ujar Jarrett setelah membuka pintu. Ada Miles dengan tampang datar tapi tatapannya hangat di hadapan sang keponakan.
“Halo Jarrett,” sapa Miles. Lalu keduanya bertukar kabar sebelum Gail bergabung ke tempat mereka berdiri. Melihat kedatangan itu, Miles juga berkata, “Halo Genaya.”
Gail tersenyum saja membalas sapaan Miles. Dia belum bisa berinteraksi dengan baik kepada saudara Nigel itu, yang notabene iparnya.
Demi sopan santun dan keramahan, meski saat ini tubuh Gail masih bergetar. Beruntung sekali ada Jarrett di dekatnya.
Tadi Jarrett memilih tidak ikut Jemma untuk kembali bermain di rumah seberang, tempat Nigel. Gail pun terserah kedua anak bagaimana inginnya. Yang penting dia tahu saja keadaan mereka.
“Maaf, aku terbiasa menyebutmu dengan nama itu,” ucap Miles dengan nada sungkan. Mereka bertiga masih berdiri di pintu masuk rumah The Brown.
“Tidak apa-apa. Aku bisa maklum, Miles,” tanggap Gail sopan lalu berkata, “Ada perlu yang bisa aku bantu?”
“Oh, iya. Aku dititipi Nigel untuk memberikanmu Dessert Box yang kamu suka di Hicity. Baru saja aku sampai di Delan,” jelas Miles sambil menyerahkan kantong berisi makanan yang dimaksud.
“Aku menyukai Dessert Box?” tanya Gail. Seingatnya belum pernah menikmati makanan manis itu, bagaimana Nigel tahu itu jadi kesukaannya, pikir ibu dari Duo J itu.
“Hentahlah. Aku hanya menuruti permintaan suamimu, Genaya,” kata Miles ringan. Dia tidak ambil pusing dengan hubungan kedua orang yang baru dipertemukan takdir itu.
Gail pun bingung harus berkata apa, tapi tak urung menerimanya. Sekali lagi demi sopan santun, begitu menurutnya.
“Genaya, aku boleh meninggalkan pesan untuk The Brown? Semuanya diundang untuk makan malam bersama keluarga Irey. Untuk tempatnya, masih aku atur. Seseorang akan menjemput kalian nanti.”
"Bersama keluarga Irey? Maksudnya Tuan Wyatt dan lainnya juga hadir, Miles?" ucap Gail terbelalak. Dia tidak bisa memikirkan bagaimana jadinya dia nanti dan dampak dari pertemuan besar nan dadakan itu
Keterbatasan dalam bersosialisasi yang Gail alami membuatnya rendah diri dan berpikir terlalu banyak terhadap hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi. Biarpun masih kemungkinan, dia tahu itu.
Gail juga tahu kehadiran The Brown nanti di sana sekalian jadi sang penyelamat untuknya, ditambah Duo J yang paham kondisi sang mama. Tapi tetap saja, dia akan bertemu orang asing.
Orang asing yang penting, baik secara status sosial mereka dan status hubungan mereka dengan Gail. Pikiran Gail benar-benar tidak bisa tenang sepanjang hari ini.
"Iya, Genaya. Nigel mempersiapkannya untukmu," kata Miles dengan ringan. Dia pikir itu bisa menyenangkan hati istri dari sang kakak. Sedangkan, Nigel sekarang sedang bermasalah suasana hatinya karena cemburu.
*bersambung..
-Diw @ diamonds.in.words | Oktober2021
**author: senang kah.. udah dua puluh bab nih bareng Duo J :’)
***Penting wahai Pembaca\, silakan tekan tombol suka\, hadiah\, vote dan jadikan novel ini masuk favorit. Juga\, bagikan. Makasih ya :))