DUO J: GENIUS

DUO J: GENIUS
Tentu



"Tentu tidak, Gee. Mereka adalah kamu dan aku. Terima kasih, Istriku," ucap Nigel dan tanpa apa-apa dua lengannya cepat melingkar di badan Gail.


Tingkah Nigel yang seperti itu mengejutkan Gail beberapa detik namun kesadarannya cepat pulih.


Yang memeluk sekarang adalah suaminya-- papa Duo J bukan orang asing, begitu kalimat penenangan diri Gail.


Gail memang tidak tahu pasti pada kedalaman mana perasaannya untuk Nigel sekarang. Dia berusaha saja mengikuti alur dan melakukan perannya lebih baik.


Ada yang lebih penting dari dirinya sendiri bagi Gail. Keharmonisan hubungan kedua orang tua berdampak baik pada perkembangan emosional anak-anak.


Masa depan Duo J panjang dan Gail tidak mau dirinya menjadi penghalang sepasang anak kembarnya yang genius itu berkembang. Ditambah Nigel hadir dengan segala kebaikan.


Meski siapa diri Nigel, pria itu mampu mendalami statusnya yang langsung punya dua anak berusia lima tahun ketika bertemu sang istri setelah enam tahun dikira meninggal.


Seakan jadi jawaban dari doa-doa Gail terhadap Duo J. Jika dia tak lagi hidup, bagaimana nanti nasib dua manusia yang dilahirkannya itu.


Duo J berbeda tumbuhnya dari anak-anak seumuran. Kejeniusan mereka jadi tanggung jawab besar untuk Gail didik ke arah baik dan sayangnya dia selalu cemas jika waktunya tak cukup.


Pikiran-pikiran Gail tersebut terhenti karena terasa ada air yang jatuh di lehernya yang tidak tertutupi kerah piyama. Pundaknya masih jadi sandaran kepala Nigel yang belum melepas peluk dari tadi.


"Nigel, ada apa?" ucap Gail bingung.


"Tidak ada apa-apa, Gee," kata Nigel dan posisi wajahnya masih di ceruk leher Gail.


"Ya sudah. Lepaskan tanganmu, Nig," pinta Gail. Selain karena hembusan nafas Nigel saat bicara pendek tadi menggelitik lehernya, degupan jantung Gail kembali tak santai.


Jadilah sepasang orang tua Duo J itu menikmati waktu berdua saja. Naluri Gail menuntun tangannya untuk mengusap lembut punggung Nigel, untuk mengatakan dia ada bersama sang suami.


Entah rindu yang bagaimana maksud Nigel, sekali lagi Gail bingung. Dari kemarin sore sepulang dari Hicity, suaminya itu terus berada di sekitarnya dan selalu berada dalam jarak pandang.


Ditambah, Gail sudah satu kamar tidur dengan Nigel. Namun suaminya itu masih mengatakan sangat rindu, rasanya pria di pelukannya jadi menggemaskan.


Seiring pintu kamar bergerak lambat dibuka, dua mata Gail yang bisa melihat kesana menangkap sosok Jarrett dan Jemma di baliknya. Keduanya seperti hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi.


Lewat celah yang cukup melongokkan kepala, Jarrett melihat Gail sudah bangun. Tak perlu lagi menjaga suara, dia berencana menggeser pintu lebih cepat.


Tapi tangan Jemma lebih dulu menarik Jarrett kembali keluar kamar. Dia memahami apa yang dia lihat barusan, fokusnya langsung pada Gail dan Nigel-- beda dengan cara yang sang adik lihat.


"Ayo ke ruang bawah, Jarrett. Kita tunggu sampai Papa panggil untuk naik," paksa Jemma dengan riang.


Mau tak mau Jarrett menuruti Jemma yang mencengkram kuat lengannya. Keceriaan sang kakak kembali tanpa perlu hiburan dengan bermanja-manja pada Gail yang sudah bangun.


Tak seperti Jemma yang biasanya. Tapi Jarrett bisa paham itu bukan sesuatu yang bermasalah.


Rasanya pagi ini Jarrett sangat baik. Hatinya membaik dari titik yang terdalam.


| Diw @diamonds.in.words - 2022


Dalam mengetik, aku nahan air mata nih hihhihii