DUO J: GENIUS

DUO J: GENIUS
Kira



Kira-kira lewat dua puluh dua menit dari waktu seharusnya, Duo J mendapati Nigel memarkirkan mobil di halaman rumah The Brown. Akhirnya sang papa datang.


Jarrett menunggu dengan membaca buku di teras. Serta Jemma mendengarkan lagu dari ponselnya di samping tempat saudaranya duduk.


"Maaf Duo J, Papa terlambat."


"Tak masalah, Pap. Tapi tak tahu dengan Mama," sahut Jemma cepat dengan jenaka.


"Ada apa dengan Istri Papa, Sang Putri?" tanya Nigel terkekeh. Padahal dalam hatinya bertambah cemas.


"Mamaku tidak senang. Siap-siaplah, Pap."


"Dimana Mamamu sekarang?"


"Mama ada di ruang makan tadi, Pa," ucap Jarrett lebih cepat dari saudarinya. Bisa-bisa lama menunggui dua orang kesayangan itu mengobrol.


Bertepatan dengan langkah Nigel menuju pintu rumah, Gail muncul dari dalam. Dilihat dari penampilannya sudah siap pergi.


"Gee, maaf aku terlambat," mohon Nigel segera.


Ini karena perkiraan Nigel meleset, jadi membuat rapat dadakan via konferen jarak jauh barusan selesai lebih lama. Perkara pekerjaan.


"Iya," ucap Gail begitu saja kepada Nigel. Lalu beralih ke arah Duo J dan berkata, "Apa ada yang mau di ambil ke dalam, Duo J?"


"Tidak Mama," jawab Duo J serentak. Keduanya memang sudah siap meninggalkan rumah dari tadi.


Gail pun menutup pintu dan menguncinya. Lalu berbalik ke Nigel yang melihatnya dengan raut wajah bersalah.


Sepasang suami istri itu saling memandang saja tanpa ada yang bersuara. Jarrett yang peka memberi kode kepada Jemma untuk melakukan sesuatu pada kedua orang tua mereka.


"Ayo kita berangkat," seru Jemma sambil menarik tangan Nigel ke arah mobil.


Tautan tatapan orang tua Duo J itu pun putus. Jemma terus menarik Nigel hingga keduanya berada dekat pintu penumpang yang samping kemudi.


Refleks Nigel membukakan pintu itu, dikira putrinya akan langsung naik. Namun Jemma sekali lagi menarik tangannya ke pintu jok tengah dan minta dibukakan.


"Terima kasih, Pap," ucap manis Jemma. Kemudian bersuara ke arah Gail yang tertinggal di teras, "Ayo, Mam. Papa sudah membukakan pintu buat Mama."


Setelah mengucapkan kalimatnya, Jemma segera masuk mobil ke pintu tengah. Bibir perempuan kecil itu melengkung manis, dia melakukan ide dari tontonan film.


Giliran Jarrett mengajak Gail untuk mendekat ke mobil. Ada raut enggan di wajah mama muda dua anak itu.


Tapi mau tak mau, Gail menuruti Duo J. Dia tidak tega merusak antusiasnya anak-anak untuk berada dalam satu mobil.


Padahal sudah terbiasa berangkat ke Dapur The Brown dengan jalan kaki, Gail tahu Duo J tahu. Tidak perlu lah ikut naik mobil Nigel, begitu pikir Gail dalam diam.


"Gee," panggil Nigel dan itu menyadarkan Gail masih berdiri mematung di samping pintu depan. Duo J memperhatikan saja interaksi kedua orang tua mereka.


Tanpa banyak suara Gail buru-buru masuk mobil. Nigel pun bergerak cepat bantu menutup pintu tempat istri lalu berlari kecil ke pintu masuk arah kemudi mobil.


Setelah semua siap berangkat, Nigel memacu kendaraan roda empat itu ke Dapur The Brown. Pertama kalinya mengantar sang istri pergi kerja.


Seharusnya menyenangkan, tapi kali ini Nigel tidak merasakannya. Dia tidak enak hati karena melakukan hal yang tidak disukai Gail. Tidak tenang juga.


Istrinya Nigel itu kini mempermasalahkan ketepatan waktu. Beda dengan cara emosi versi Genaya yang akan mengomel, Gail menunjukkannya dengan diam disertai aura dingin mengintimidasi.


Gail masih tidak mengeluarkan suara ketika menoleh ke Nigel. Dia biarkan suaminya saja yang berkata sebelum dirinya bisa turun dari kendaraan roda empat itu.


Duo J menyimak interaksi Gail dan Nigel dari bangku masing-masing. Keduanya penasaran. Pertama kali melihat mama dan papa bermasalah seperti pasangan.


"Gee, aku minta maaf. Aku tak bermaksud membuatmu marah," ucap Nigel. Tatapan matanya memohon, nada suara lembutnya membujuk, keseluruhan gestur tubuhnya menunjukkan ketulusan.


"Ya," ucap Gail singkat. Lalu dia mengalihkan mata ke bangku Duo J sebelum balik ke Nigel lagi dan berkata, "Sudah bisakah aku turun, Nigel?"


"Gee," ujar Nigel memberenggut. Sikap Gail tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Gail kembali tidak bersuara dan hanya merespon dengan menatap Nigel. Tatapan datar yang aura intimidasinya sudah berkurang daripada tadi.


"Gee, ada yang ingin aku beri-"


"Nanti saja Nigel. Aku harus mulai bekerja. Aku percayakan Duo J padamu," sahut Gail cepat tanpa mendengarkan kalimat suaminya sampai selesai..


"Baiklah, Gee," ujar Nigel pasrah. Selanjutnya menoleh ke Duo J dan berkata," Pamit pada Mama, Kids."


Detik berikutnya dalam gerakan cepat, Nigel turun dari mobil. Dia berlari kecil ke arah pintu Gail lalu membukakannya. Perlakuan manis untuk sang istri.


Sedangkan Duo J dan Gail masih dalam mode berpamitan ala mereka. Melihat itu, Nigel ingin diikutsertakan juga tapi dia tak sanggup mengutarakannya.


Gail berpesan beberapa kalimat kepada Duo J terhadap apa yang akan duo genius itu lakukan tanpa dirinya. Kedua anaknya akan bersama Nigel seharian.


Usai itu, Gail keluar dari mobil dan berdiri di hadapan Nigel. Tangan kanannya dijulurkan kepada sang suami dan masih saja tanpa ada suara keluar dari bibirnya.


Meski Nigel bingung dengan maksud uluran telapak tangan yang menghadap ke atas itu, si suami itu menuruti intuisinya untuk menyambut dengan tangan kanan juga.


Mendapati telapak tangan itu, Gail menariknya sedikit untuk bisa dia cium. Sebagai bentuk berpamitan, yang Gail tiru dari kebiasaan Ellie kepada Landon.


Nigel jelas sangat terkejut. Dia tidak pernah memperkirakan perlakuan Gail barusan, pamit yang disertai cium tangan oleh wanita pujaannya.


"Gee, aku sangat mencintaimu. Boleh aku balas dengan mencium keningmu?" ucap lembut Nigel penuh bahagia.


Gail menggeleng lambat. Dia tidak mampu karena rasanya itu jadi terlalu banyak baginya. Terkait yang dilakukan tadi, dia perlu memaksakan diri untuk bisa.


"Aku paham, Gee. Untuk keterlambatan tadi, tolong maafkan. Aku tidak bisa membuat rapat itu selesai lebih cepat," ucap Nigel dengan rupa memohon lagi.


Gail tersenyum kecil untuk jawaban iya. Ada ketulusan yang ditemukan dari penyampaian suaminya.


Dorongan emosi yang ingin diluapkan sirna. Gail kesal sekali tadi karena di telepon Nigel melarangnya untuk mengantar Duo J ke villa dan bersikeras untuk ditunggu saja.


Bukan masalah bagi Gail untuk menggantikan giliran Nigel. Itu adalah jalan keluar agak tidak buang-buang waktu menunggu meski dia berjalan berkali lipat lebih jauh.


Gail terbiasa saling menyokong dengan The Brown jika terjadi sesuatu tak sesuai rencana. Ternyata Nigel dengan keras kepala menolak keinginan Gail, bukan sesuatu yang bisa diterima si mama muda itu dengan mudah.


"Jika nanti suasana hatimu sudah membaik, kita bicara ya Gee. Aku tidak mau mengira-ngira."


|Bersambung.. Diw @diamonds.in.words - Januari22


*Dah bisa berantem aja nih mak pak si Duo J >_