
Sebuah pesan teks ke ponsel Jemma. Itu dikirim oleh Evelyn dan berisi bahwa besok pagi dia ikut Avery ke pulau Delan, tepatnya rumah The Twins.
Jemma berlonjak senang. Bertemu dengan kakak sepupunya itu adalah salah satu favoritnya.
"Mam, Ev dan Bibi besok kesini. Kenapa hanya berdua saja, ya?" ucap Jemma bertanya di samping Gail yang sedang mencuci peralatan bekas sarapan.
"Kata Papa hanya Bibi saja. Mama belum tahu Evelyn ikut. Nanti kita bahas apa yang akan kita lakukan bersama. Tunggu Papa bangun dulu. Oke?"
"Oke, Mam. Aku punya kesibukan hari ini. Mama bisa memanggilku di ruang musik," kata Jemma dengan nada bergurau jenaka.
"Sepertinya Sang Putri begitu sibuk. Apa kesibukannya hari ini?" gurau Gail merespon lurus ucapan Jemma.
"Sang Putri sebentar lagi akan sibuk menonton rekaman konser," jawab Jemma terkekeh.
Tawa pun menular ke Gail. Tepat saat mama Duo J itu selesai mengeringkan tangan sehingga kedua pipi Jemma jadi sasaran gemasnya.
"Mam, pipi Jarrett," seru Jemma untuk berbagi.
Detik selanjutnya, yang namanya disebut itu menoleh dan memberi tatapan sinis. Jarrett tidak suka diikutsertakan seperti itu. Apalagi dia menjunjung tinggi bahwa dirinya adalah laki-laki.
Gail menahan tawa dan menyudahi guraunya pada Jemma. Giliran Jarrett yang ditanya tentang apa yang akan dilakukan, dan tentu saja jawaban si genius bermain di ruang bawah.
Kemudian Gail melepas Duo J ke ujung tangga. Setelah itu dia menuju kamar utama untuk lanjut bersih-bersih.
Beberapa waktu berlalu, dengan hati-hati Gail berjongkok agar bisa memperhatikan Nigel yang terlelap tidur menelungkup. Muka papa Duo J itu sebelah kiri saja yang tampak.
Ada haru juga kesal yang Gail rasa saat melihat Nigel sekarang. Bisa-bisanya seorang tuan yang terbiasa memerintah tidak berkutik untuk menolak permintaan tak pada waktunya dari seorang anak kecil. Ya, meskipun anaknya genius.
Gail pun bangkit dari jongkok. Sekali lagi dua matanya tertaut pada pulasnya wajah Nigel. Dia tak ingat apa pernah dirinya melihat sang suami sedang tidur sebelumnya.
Yang Gail tahu Nigel adalah si gila kerja. Dari cerita Avery, level kegilaan Nigel dua kali dari gilanya Miles.
Sesama menantu Irey itu tertawa sembari memperingatkan agar nanti tidak cemburu pada pekerjaan sang tuan Irey karena jadi prioritas paling atas.
Gail tersenyum kecil mengingat obrolannya dengan Avery tersebut. Karena hubungan dengan Nigel, mereka menjadi secepat itu akrab dan perlakuan menyenangkan juga menghangatkan hati.
Muncul dorongan dalam diri Gail untuk mengecup Nigel sekilas. Sepertinya rasa sayangnya tumbuh dengan baik pada sang suami. Satu kecupan selamat tidur tak masalah.
Sebab hanya sebelah wajah saja yang tak tertutupi kasur, Gail mendaratkan bibirnya di pelipis Nigel. Berharap tidur suaminya itu semakin berkualitas agar bangun dalam kondisi segar dengan sendirinya nanti.
Namun yang Gail lupa adalah tinggiya tingkat sensitif yang Nigel punya terhadap wajahnya jika disentuh orang lain.
Dalam sepersekian detik, tangan pria itu bisa menangkap lengan orang yang berani menciumnya meski dirinya masih antara sadar tak sadar dari tidur.
Kelopak mata Nigel masih menutup sepenuhnya. Kesadaran dari fase tidurnya baru setengah, sekitar beberapa puluh persen.
Hidung Nigel lebih dulu aktif mencari tahu siapa gerangan lewat aroma yang bisa dia tangkap. Daya perlindungan diri tinggi nan terlatih membuatnya bisa begitu.
Aroma yang paling dikenali langsung saja membuat Nigel menurunkan waspadanya. Dia tarik lengan yang ditangkapnya tadi untuk jatuh ke sisinya.
|Diw @diamonds.in.words -2022