
Duduk mengelilingi meja makan, semuanya sudah siap untuk menyantap menu yang dihidangkan. Posisi bangku yang dipilih Duo J kali ini membuat Gail tak punya pilihan lagi selain kursi yang berdekatan di samping Nigel.
Untuk memulai makan malam itu, Landon meminta Nigel untuk memimpin. Kebiasaan berdoa bersama sebelum makan.
Sekaligus jadi kesempatan untuk Nigel mengabarkan kesembuhan kakinya di hadapan semua orang walaupun hanya Gail yang belum tahu. Sebab kemarin malam lebih dulu pergi tidur.
"Benarkah, Nig?" tanya antusias Gail memastikan apa yang didengar dari mulut Nigel.
Nigel tersenyum mengiyakan sembari mempertunjukan tubuh idealnya yang ditopang dengan kokoh oleh kedua kaki. Sedikit bergaya melangkah menjauhi kursinya.
Mata Gail berkaca-kaca melihat Nigel. Apa yang ada dalam pikirannya beberapa waktu ini ternyata benar. Dua kaki suaminya kembali normal.
Bagi Gail yang hidupnya tidak sepenuhnya normal sejak selamat dari kecelakaan, dirinya selalu tersentuh jika seseorang berhasil sembuh dari kesakitan. Apalagi yang memerlukan perjuangan keras seperti yang terjadi pada Nigel.
Kaki yang hanya bisa diam menjadi kaki yang mampu menopang tubuh dan digerakkan bebas seperti normal kembali. Itu hasil berjuang yang tidak mudah menurut Gail.
"Gee," panggil Nigel bingung melihat tanggapan istrinya yang terdiam memandangnya dengan sinar mata yang disertai butir air.
"Kamu sembuh. Selamat, Nigel."
Selesai mengucapkan kalimat itu, Gail menghambur ke Nigel. Terbiasa memberi pelukan kepada Duo J, ada dorongan dirinya melakukan yang sama pada sang suami.
Pelukan Gail membuat Nigel merasakan bahagia yang semakin bertambah. Seolah dihujani perasaan baik itu setelah kemarau panjang. Enam tahun tak sebentar.
Duo J dan The Brown yang menyaksikan sepasang suami istri itu, ikut merasakan kebahagian yang melingkupi Gail dan Nigel. Rasa senang yang menular.
Waktu makan malam terundur sebentar. Setelah cukup mengekspresikan diri, keluarga itu pun kembali fokus pada hidangan yang telah ditata beda dari biasa.
"Jadi menu makan malam yang spesial ini untuk merayakan Nigel, Yah?" tanya Gail kepada Landon.
"Betul. Sekarang Ayah sudah bisa menjawab pertanyaan itu," ujar Landon terkekeh.
"Ditanya pada sore hari, lalu dijawab pada malam hari," ucap Gail jenaka.
"Padahal Anak Bunda sudah penasaran tapi diminta sabar menunggu," celetuk Ellie sambil tertawa.
Nigel menampilkan gestur tubuh lucu seolah tak bersalah tutup mulut tentang isi kotak-kotak makanan yang kantongnya dijinjing dari Dapur The Brown. Rahasia, begitu katanya.
Duo J yang dari tadi jadi pendengar dan penonton angkat suara berbarengan. Keduanya ingin mendapat perhatian.
"Bolehkan kita mulai makan malam? Perutnya sudah tidak mau menunggu lagi," ucap Jemma di kalimat pertama lalu Jarrett di kalimat kedua.
Raut tersiksa yang dibuat-buat Duo J membuat tawa. Detik selanjutnya, dua tangan dari masing-masing bergerak dan makan malam pun dinikmati penuh kegembiraan.
***
Hari-hari berlalu begitu saja. Duo J dijemput dan diantar oleh Nigel untuk keseharian keduanya di villa Addison.
Tidak ada lagi jadwal bergantian bagi Gail dan The Brown. Sosok ayah dua anak itu benar-benar hadir dengan tanggung jawabnya.
Kedudukan Nigel yang bukan orang biasa tidak menghalangi papa muda itu beradaptasi dengan gaya hidup yang jauh di bawahnya. Kesederhanaan yang ada pada kehidupan Gail dan The Brown.
Setiap sarapan dan makan malam akan jadi momen berkumpul. Duo J akan pergi bersama sang papa setelah mama menyelesaikan makan paginya lalu bareng keluar rumah.
Sesampainya di villa, Jemma mengekori Nigel ke kamar yang sekaligus ruang kerja pimpinan Iking Group itu. Dia menemani sang papa yang bekerja jarak jauh.
Hasil pemeriksaan Jemma yang kondisinya tiba-tiba sakit kepala waktu itu menunjukkan tidak ada masalah kesehatan. Fisik anak perempuan berumur lima tahun lebih itu normal.
Tim dokter melakukan banyak tes pada Jemma di atas kapal canggih privat keluarga Irey. Nigel lega namun dia berjaga-jaga jika ada kejadian serupa di masa yang akan datang.
Setelah pembicaraan ala ayah dan anak, Jemma mengikuti apa yang Nigel katakan. Dia mulai menggunakan gawai yang berbulan-bulan tersimpan begitu saja.
Jemma akhirnya menggunakan tablet pemberian Nigel dan belajar memainkan set piano digital yang sudah diprogramkan di dalamnya. Seandainya butuh alat musik, bisa memanfaat teknologi itu.
Beda dengan saudarinya, Jarrett langsung menuju ruang khusus untuknya di lantai dua villa. Di sana, si genius tampan itu lanjut mengerjakan project pertamanya nan spesial untuk Gail.
Berkat bentukan tim dari campur tangan Nigel, Jarrett bisa mendapatkan progres yang lebih cepat daripada yang diperkirakan. Kejeniusannya ditambah dukungan kepintaran orang pilihan.
Kegiatan Duo J dan Nigel itu akan disela oleh jadwal makan siang. Ada satu kebiasaan baru lagi, yaitu telepon video dari Gail yang memastikan mereka tidak melewatkan waktu mengisi perut.
Jika dulunya Gail mengandalkan Addison sebagai pengingat untuk Duo J disiplin dengan jadwal makan siang, kini berganti ke Nigel. Insting yang aktif pada Gail sudah dua peran, yaitu sebagai ibu dan istri.
***
Tibalah sore hari, Duo J dan Nigel tidak tampak keberadaannya oleh Gail. Padahal sudah saatnya mereka berada di rumah The Brown.
Tak seperti biasa, kali ini anak-anak dan suami itu tidak berkabar ke ponselnya jika tak dapat tepat waktu.
Gail tidak bisa lagi duduk tenang menunggu Duo J dan Nigel di teras rumah The Brown. Sudah lewat dua belas menit waktu Gail menghubungi nomor ponsel mereka secara bergantian.
Di pikiran Gail bermunculan perkiraan-perkiraan buruk. Rasa cemas makin menjadi membuatnya ingin menyusul ke villa.
Namun baru beberapa meter meninggalkan halaman rumah, Gail mendengar teriakan ke arah dirinya yang berasal dari rumah The Twin.
Ternyata Duo J yang memanggil Gail. Kedua anak itu keluar rumah lebih dulu daripada Nigel.
Gail bernafas lega. Jemma terlihat baik-baik saja begitu pula Jarrett, dan perkiraan buruknya tadi lenyap seketika.
Duo J menunggu Gail membelokkan langkah. Sang mama menyusul ke tempat mereka- yang sedang berdiri di balik pagar rumah yang masih dalam masa renovasi, begitu kata si papa.
Saat Nigel sampai di dekat Duo J berada, Gail juga tiba di sana. Jalan raya pada sore hari adalah waktu ramainya sehingga memperlambat langkah menyeberang.
"Mam," sambut Jemma lebih dulu sambil merentangkan lengan untuk minta Gail menggendongnya untuk diberi pelukan dan cium pipi.
Gail segera meladeni Jemma. Meski begitu, rasa cemas yang dirasakannya tadi menjadi rasa kesal ketika melihat wajah Nigel muncul di depan matanya.
"Pa," panggil Jarrett dengan gerakan tubuhnya lalu berbisik kepada Nigel, "Sepertinya, sebentar lagi Mama marah ke Papa."
Nigel menanggapi perkataan Jarrett dengan ekspresi bingung. Dia memang belum sepenuhnya melihat raut wajah Gail saat datang barusan.
Tak mendapatkan respon lanjutan dari Nigel, Jarrett hanya bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya antara mama dan papa. Sudahlah.
Jarrett memutuskan untuk tak berbisik lagi. Tubuh lincah genius tampan itu lalu melompat dari pijakannya, sebuah tempat duduk.
|Bersambung.. Diw @diamonds.in.words - Januari22
Nah loh, yang udah makin deket jadi perasaannya nano-nano hohoho