
Gail memutuskan untuk ke bagian dapur. Tempat dimana Ellie dan Landon berada. Gail teringat ada yang mau ditanyakan pada bundanya. Terkait yang Nigel sebutkan pagi tadi. Jadi muncul rasa penasarannya.
"Ayah, dimana Bunda?" tanya Gail ketika yang ditemukannya cuma Landon.
"Sepertinya masih di toilet, Gail,” kata Landon sembari mengawasi karyawan yang mulai beres-beres peralatan masak.
“Sudah selesai masaknya ya, Yah?” ucap Gail. Perhatiannya beralih ke suasana dapur dan aroma harum yang berasal dari beragam makanan.
“Untuk hari ini disudahi dulu. Agar waktu untuk pengemasannya pas dengan jam pulang.”
“Aku bantu ya, Yah”
“Tidak. Cukup lihat saja, Putriku. Duduk manis di sana,” tolak Landon seperti yang sudah-sudah.
Gail terkekeh menanggapi. Dia telah tahu jawaban itu akan keluar dari mulut sang ayah angkat, tapi tetap saja senang melayangkan pertanyaan tersebut.
“Anak Bunda ada di dapur. Pekerjaannya pasti sudah selesai,” ujar Ellie yang sedang berjalan mendekat ke posisi Gail duduk.
“Iya, Bund. Dari beberapa jam tadi malah,” tutur Gail sambil memberi ruang untuk Ellie ikut duduk bersamanya. “Apa Bunda juga sudah?”
“Belum, tinggal menunggu kiriman kentang dari pasar. Bunda temani Gail menonton Ayah dari sini,” ucap Ellie dalam nada jenaka di akhir kalimatnya.
“Bagus, Bunda. Tolong jangan biarkan Putriku beranjak dari duduknya di sana,” sahut Landon bercanda.
Gail tertawa lepas dibuatnya. Dia suka suasana bersuka cita bersama seperti sekarang. Baginya, hidup sudah terasa sempurna dengan apa adanya.
“Ayah memasak ayam kecap untuk makan malam bersama keluarga Irey,” ucap Ellie kemudian.
“Makan malam di rumah kita, Bund?”
“Aku baru tahu ini dari Bunda. Seingatku tadi pagi tidak ada yang membahas makan malam bersama.”
“Ayah bilang untuk Tuan Miles dan Nyonya Avery sebelum kembali ke Hicity. Mereka berangkat tengah malam nanti,” tutur Elli dan Gail respon lewat mengangguk ringan.
“Bund, tadi pagi Nigel menanyakan kepadaku tentang kotak yang dibawanya pada sore kemarin. Aku tidak tahu, apakah Bunda tahu?”
“Kemarin Nigel menanyakan dimana dia bisa taruh kotak itu kepada Bunda sebelum menunggumu di halaman. Sepertinya ada di kamar Gail. Karena Jarrett bantu simpan.”
“Baik, Bund. Aku akan tanya pada Jarrett ketika sudah di rumah.”
“Sepertinya kotak itu penting sekali bagi suaminya Anak Bunda,” goda Ellie.
“Kenapa begitu , Bund?” tanya Gail yang rona wajahnya agak memerah. Tersipu malu.
“Menantu Bunda itu memperlakukan kotak coklat yang dia bawa dengan sangat hati-hati. Seakan-akan itu jangan sampai lecet sedikit pun.”
“Kata Nigel pagi tadi, kotak itu penting olehnya karena sangat berharga olehku di masa lalu. Aku jadi semakin penasaran apa isinya.”
“Bunda juga penasaran, kapan kalian berdua kembali dekat sebagai sepasang suami istri. Jangan sampai tidak berkesudahan waktu kalian berjarak, Nak.”
“Bunda,” ucap Gail kehabisan kata-kata. Perasaan pun jadi campur aduk.
Ellie segera menarik lembut tubuh Gail agar masuk ke dalam dekapan sayangnya. Sedangkan Landon yang tampak sibuk tapi tetap menyimak obrolan menatap keduanya sendu.
Pasangan Gail aka Genaya dan Nigel sebagai suami dan istri, ditambah Duo J sebagai anak dalam keluarga kecil itu. Potret kebahagian sudah bisa dibayangkan di angan-angan.
Meski kenyataan masih jauh dari harapan, upaya terbaik sudah diusahakan. Bahkan bersama-sama terlihat dalam pemulihan dua kesayangan tersebut.