
"Istriku wangi sekali," gumam Nigel jelas meski suaranya masih serak khas tidur. Gerak cepatnya membuat dia mampu memposisikan Gail baring dalam dekapannya.
Gail terkejut dengan hal di luar dugaannya ini. Tadi Nigel tidur pulas sekali dan detik selanjutnya malah begini. Sepertinya dia sudah melakukan kesalahan.
"Sudah sangat lama aku tidak memelukmu seperti ini, Gee," gumam Nigel lagi. Tersenyum dia mengatakan itu tapi dua kelopak matanya tetap tidak terbuka.
Gail menyimak saja. Dia tidak akan berbuat apa-apa lagi sehingga Nigel bisa kembali pulas seperti tadi. Suaminya itu baru tidur sekitar dua jam kurang.
"Gee, sekarang pukul berapa?"
"... "
"Gee, jawab aku," pinta Nigel mulai panik. Dalam pikirannya yang masih memproses untuk bangun tidur itu, harusnya Gail baik-baik saja dalam pelukannya yang tiba-tiba barusan tapi tak ada tanggapan dari sang istri.
"Gee," seru Nigel dan matanya terbuka.
Gail melihat dua bola mata Nigel jelas merah. Bangun yang dipaksakan.
"Sekarang jam sembilan-an. Tidur lagi, Nig," ucap Gail lembut dan sebelah tangannya bergerak menutupi kelopak mata sang suami agar tidak benar-benar bangun.
"Jam sembilan? Astaga, Jarrett. Kedatanganku-" gumam Nigel lagi. Dia raih tangan Gail yang berada di bagian matanya agar dia bisa kembali melihat.
Naluri istri yang ada pada Gail seolah aktif. Gilirannya yang dengan cepat membelit tubuh Nigel yang lebih besar darinya itu supaya tetap berada di kasur.
"Istirahat, Nigel. Kini waktunya istirahat," ucap Gail memotong perkataan sang suami dengan nada selembut mungkin.
"Gee, aku akan istirahat nanti. Aku punya janji dengan Jarrett jam sembilan ini," tolak Nigel dengan lembut pula.
"Tidak, Nigel. Istirahatmu sekarang. Tak ada tawar menawar. Jarrett sedang bermain dengan Jemma di bawah," tegas Gail.
"Jangan membantah, Nigel," titah Gail. Mode galaknya muncul disertai dengan dia memeluk papa Duo J itu lebih erat hingga tak berkutik.
Gail mengulum senyumnya melihat Nigel yang pasrah dipaksa tetap tidur. Benar-benar duplikat dengan Jarrett saat batita yang tak mau tidur siang.
"Gee, Jarrett-" gumam Nigel lagi, tapi lebih lirih.
"Jarrett bersama Jemma. Sekarang kamu tidur, Nig," ucap Gail sedikit berbisik sembari mengusap punggung Nigel yang bisa dia jangkau.
Dua menit berlalu, Gail yakin Nigel sudah kembali lelap. Mama Duo J itu menghentikan usapannya lalu berusaha perlahan mengurai pelukan supaya bisa turun dari kasur dan suaminya tidur damai sendirii.
Namun baru saja Gail menjauhkan sebelah tangannya, Nigel menggeliat. Gerakan orang tidur itu malah mempersempit ruang sang istri.
Kali ini Gail yang pasrah. Daripada Nigel terbangun lagi, mama Duo J biarkan saja dirinya sebagai guling hidup sang suami.
Lagipula sebelumnya Gail sudah menghubungi Miles untuk urusan pekerjaan Nigel ditunda sampai siang. Duo J pun sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing di ruang bawah.
Maka tak masalah Gail terperangkap dalam lengan kokoh suaminya selama beberapa jam. Dalam posisi yang sangat dekat itu, dia jadi lebih jelas mengamati wajah Nigel.
Berbagai macam pikiran bergantian mendatangi benak Gail yang hanya bisa berdiam diri. Hingga tak sadar dia ikut tertidur dalam pelukan Nigel.
Pasangan suami istri itu tanpa sadar sama-sama tersenyum. Raut bahagia cerminan entah apa di alam mimpi masing-masing. Sepertinya perasaan baik yang pernah pergi, kini kembali.
|Diw @diamonds.in.words -2022
Ikut bahagia yak hahhaa