
“Jarrett, jangan berlama-lama dengan mamaku di dekat pintu. Cepat masuk,” teriak Jemma sambil berlari, menyusul dimana tempat Gail dan Jarrett berada.
Perempuan kecil itu menggebu-gebu. Tak peduli dengan rambutnya yang masih berantakan akibat seharian rebahan, Jemma tidak menunggui Nigel selesai menyisir surainya.
Jemma tak sabar ingin melihat kedua orang tuanya itu bertemu. Apalagi menikmati cara khusus Nigel menatap Gail.
Nigel yang menampilkan tatapan penuh cinta pada Gail selalu jadi pemandangan favorit Jemma. Sudah dua hari genius cantik itu merindukan interaksi itu.
Seiring dengan pertukaran detik waktu, Jemma menarik bibirnya semakin lebar. Efek hatinya yang kembali senang.
Menyadari keberadaan sang mama, Jemma tahu apa yang akan terjadi pada sang papa selanjutnya. Dia juga sudah berdiri di titik yang pas sekarang.
Dua bola mata kecil Jemma pun terpaku pada binar-binar yang dilihatnya di sepasang netra Nigel. Sang papa menularkan bahagia kepadanya, tanpa sadar. Jemma sangat suka itu.
Sedangkan Jarrett tidak bersuara membalas ucapan saudarinya, dia membiarkan Gail merapikan rambut berantakan Jemma dengan menggunakan celah-celah jemari tangan.
Tak sampai hitungan menit, tampilan Jemma terlihat lebih baik. Jarrett selalu kagum dengan keajaiban yang diperbuat oleh tangan Gail, anggapan kanak-kanak pria kecil itu.
Posisi Gail tidak lagi merunduk untuk Jemma, selesai sudah memperbaiki penampilan putrinya. Wanita tiga puluh lima tahun itu kembali tegak.
Jarrett segera menuntun Gail untuk terus berjalan masuk ke dalam kamar Nigel. Genius tampan itu merasa perlu memberi dorongan untuk Gail yang melangkah ragu-ragu.
"Ma, aku sudah mengirimkan apa yang Mama minta tadi," ucap Jarrett sembari menarik Gail untuk ikut duduk bersamanya.
Beristirahat sejenak di sofa yang tak jauh dari ranjang yang sedang ditempati Nigel.
"Terima kasih, Tampan," kata Gail membalas kebaikan hati putranya.
Jika saja mereka sedang berada di rumah, Jarrett sudah pasti mendapat hadiah pelukan dan kecupan gemas bertubi-tubi darinya. Gail kini sungkan karena tidak hanya ada mereka.
Lain halnya dengan Miles, pria itu tetap bertahan dengan peran sebagai penonton. Khususnya menonton si kakak kembar, penasaran dengan hal tak terduga apa yang kira-kira terjadi nanti.
Nigel yang bisa mendengar kalimat dua orang kesayangannya itu menjadi penasaran. Tapi dia harus menahan dulu, sampai nanti bisa menanyai sang putra lewat berbalas chat.
Obrolan khusus mereka berdua. Pembicaraan antara anak laki-laki dan sang papa.
Sikap untuk tidak terlalu masuk dalam urusan Gail secara langsung, itu adalah batasan bagi Nigel. Yang entah kapan bisa dileburnya.
Padahal, jiwanya seolah meronta-ronta untuk mengekspresikan sisi diri sebagai suami yang budak cinta untuk sang istri.
Nyatanya, Nigel harus mendengarkan kata banyak orang terdekat Gail saat ini, dan menahan diri agar tidak berperilaku berlebihan.
“Pap,” panggil Jemma menarik fokus Nigel ke arah perempuan kecil itu. Dia raih tangan kanan Nigel lalu diletakkan di pundak kecilnya sembari berkata, “Aku jadi pegangan Papa.”
Nigel tersenyum untuk merespon tingkah Jemma. Dia pun tersadar tubuhnya sudah tidak berada di atas kasur lagi.
Badan tinggi seratus delapan puluh sentimeter milik Nigel itu sedang berdiri di ujung ranjang. Sepertinya tadi kedua kakinya digerakkan oleh hati yang ingin berdekatan dengan Gail.
Ada jarak kira-kira dua meter lagi yang harus ditempuh Nigel untuk bisa ikut duduk di sofa. Jemma si peka menepuk-nepuk lembut tangan sang papa untuk memberi semangat.
Gail melihat Nigel yang bergerak lambat-lambat untuk bisa terus berjalan seperti itu merasa terpanggil. Dia berjaga-jaga jika sesuatu terjadi, supaya bisa langsung membantu tanpa buang waktu.
Sekalian Gail memastikan Nigel baik-baik saja menggunakan kedua kaki yang masih belum sembuh itu. Sepertinya ada bagian khusus dalam hati Gail terusik lagi oleh sosok di depan matanya.
Nigel tersenyum manis, lengkungan bibirnya yang khas dan menawan itu tampak. Terbit di wajah yang terlihat berubah lebih bahagia.
Senyuman yang khusus dia tampilkan untuk Gail, Gee tercinta. Sebab Nigel pandai untuk tidak mengumbar pesona ke semua orang, itu bisa merepotkannya nanti.
Pria ini tahu dirinya sangat mempesona, rupawan, dan lain-lain yang diimpikan banyak orang dan sangat menarik bagi perempuan. Sejak remaja Nigel mengerti betapa luar biasa dirinya itu.
Sehingga sikap yang yang dia tunjukkan ketika berinteraksi dengan orang luar dari keluarga terbatas untuk keramah-tamahan. Seperlunya saja.
Nigel membatasi diri. Hidupnya hanya rumah, sekolah khusus dan perusahaan. Dimulai ketika dia paham dengan istilah: semua hal punya makna dan masa tersendiri.
Nigel jadi teringat sosok ibunya, yang dia panggil Mother. Wanita yang melahirkannya itu tutup usia karena sudah tidak bisa menang lagi melawan penyakit yang diderita selama dua puluh tahun.
Meski begitu, Mother membekali Nigel didikan terkait hubungan khusus lelaki dan perempuan. Perasaan, asmara serta perlakuan yang sebaiknya lelaki lakukan. Yang akan Nigel alami di masa depan.
Dalam umur singkatnya, Mother pintar sekali membuat Nigel mengerti bahwa nanti ada masa anak laki-lakinya itu memiliki seorang perempuan, seperti father memiliki mother. Akan tiba masanya.
Selain jadwal belajar yang diatur khusus teruntuk tuan muda utama keluarga Irey dan agenda untuk urusan perusahaan yang sedang dalam kondisi tidak stabil, Nigel akan selalu mengekori sang ibu.
Tahu usia Mother yang tak lama, Nigel selalu menyediakan waktunya untuk dapat berlama-lama dalam kebersamaan mereka. Sekaligus menyiapkan hati dan menciptakan memori.
Untuk melepas kepergian seseorang yang sangat dicintai tidaklah mudah, apalagi perpisahan selama-lamanya. Wanita satu-satunya di antara keluarga kecil Irey itu akhirnya meninggal setelah lewat dua bulan dari waktu prediksi kematian.
Ternyata, sakit kehilangan tetap saja ada meski sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi rasa hilang itu selama bertahun-tahun. Setelah pemakaman Mother, kehidupan tidak lagi terasa sama.
Nigel menyembuhkan duka dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan, mengurusi Iking Group. Sebelas dua belas dengan sang father, Wyatt yang juga menggila kerja.
Jadilah Miles mengisi peran Mother, sebagai si perhatian dan si sangat-peduli terhadap dua anggota keluarganya itu, seperti pesan Mother padanya. Hidup yang dijalani tiga lelaki itu harus berlanjut.
“Mam, aku haus,” kata Jemma setelah matanya yang mengarah pada Jarrett dapat dibaca sebagai kode oleh sang saudara.
Lalu dalam gerakan cepat, perempuan lima tahun itu berlari ke arah kembarannya itu. Ada botol air minum teracung.
Cepatnya Jemma membuat Nigel yang tadi sedikit menumpu pada pundak putrinya itu terkejut, sehingga menjadi agak oleng. Ditambah dirinya yang setengah melamun, terkenang Mother.
Refleks Gail meraih tangan Nigel dan menahan tubuh ideal sang suami agar kembali berdiri dengan baik. Adegan spesial itu tentu saja hanya ditonton oleh Duo J dan Miles.
|Bersambung..
-Diw @ diamonds.in.words | November2021
> perluas sabarmu wahai Tuan Nigel Irey\, hohohoo
>> Readers, Diw hadirkan bab lanjutannya tanggal 22 nanti ya :')