DUO J: GENIUS

DUO J: GENIUS
Rumah



Duo J menggandeng tangan Gail masing-masing di sebelah kanan dan kiri. Di belakang mereka, ada The Brown yang bersebelahan.


Mereka keluar dari klinik. Seperti yang dokter sampaikan tadi siang, Gail cukup lanjut istirahat dan konsumsi obat sampai habis resep.


Berjalan kaki sekitar lima menit, mereka tiba di rumah The Brown. Rumah mereka berlima. Hidup di pulau Delan yang tidak besar membuat kemanapun bisa tanpa tergantung pada kendaraan.


Ellie yang memegang kunci rumah terlebih dahulu memberikan benda itu pada Jarrett. Sebab dia beralasan untuk singgah sebentar di warung dekat rumah.


Berbeda dengan Landon, Gail dan Duo J seperti diantar saja sampai halaman rumah. Alasannya ada perlu yang tertunda dengan Addison.


Jadilah cuma bertiga yang masuk ke rumah. Gail langsung menuju kamar tidur untuk beristirahat sebagai pasien yang patuh.


Duo J rebahan di ruang lepas keluarga agar mereka lebih mudah tahu jika sang mama membutuhkan sesuatu. Gail tidak boleh menutup pintu kamar dan membiarkan terbuka lebar.


Lagipula Landon berpesan kepada Duo J untuk menjadi penerima kiriman makanan yang akan diantar karyawan The Brown. Hanya mereka yang bisa menunggui.


Sekitar dua jam kemudian, Gail keluar dari kamar sebab sudah waktunya makan malam. Di meja sudah terhidang banyak makanan. Lebih dari porsi berlima, tidak seperti biasanya.


“Apa tidurnya cukup, Gail?” ucap Ellie menyambut kehadiran anak angkatnya di ruang makan.


“Sepertinya, Bund,” kata Gail sambil mencium pipi sebelah kanan Ellie yang sedang mengatur tata letak piring dan alat makan. Lanjut berkata, “Aku sudah bisa membantu.”


“Wajah bangun tidur Anak Bunda sudah dibersihkan?” ucap Ellie berkelakar. Dia tahu jika bangun tidur selain pagi hari Gail lupa untuk cuci muka.


Belum sempat menjawab, Gail mendengar suara Landon dan dua orang yang entah siapa dari arah pintu masuk. Lalu ketiganya muncul dan berhenti di dekat Gail dan Ellie berada.


Rumah yang tidak luas membuat perpindahan manusia jadi cepat. Kecepatan otak Gail kali ini kalah dalam memproses informasi siapa dua orang yang tampak akrab dengan Landon.


Tanda bagi Gail jika sang ayah angkat mengajak orang makan malam di rumah, itu berarti hubungan mereka dekat atau setidaknya mulai dekat. Berarti dirinya sebagai anak harus beradaptasi.


Dengan gerak cepat, Ellie memberitahukan semuanya sudah siap untuk mulai makan malam bersama. Dia berusaha mengalihkan perhatian agar bisa terhindar dari Gail yang menuntut penjelasan.


Sejalan dengan itu Landon segera mempersilakan Nigel dan Miles mengambil tempat. Bertepatan dengan Duo J yang berlarian senang bergabung di meja makan.


Tidak ada yang berbicara saat makan, tidak seperti biasanya bagi Gail. Dia berusaha paham mungkin Duo J dan The Brown kompak diam karena ada dua tamu yang hadir menikmati makanan.


Padahal itu sengaja agar perkenalan diri Nigel dan Miles pada Gail dilakukan setelah makan malam. Mereka ingin Gail terbiasa dulu dengan kehadiran dua tuan dari keluarga Irey itu.


Selesai makan malam, Landon mengajak Nigel dan Miles berpindah ke ruang tamu yang desainnya tanpa sekat dengan ruang makan. Mereka menunggu Ellie membawa Gail siap untuk pembicaraan.


Duo J yang paham dengan adanya agenda besar di malam ini, mempercepat gerakan mereka dalam membantu sang nenek dan mama merapikan bekas makan tadi. Tak sabar rasanya.


Sementara Nigel berusaha keras untuk menutupi betapa inginnya dia memandangi wajah Gail terus menerus. Sebab itu bisa membuat nilainya buruk di mata Genaya sebagai Gail.


Nigel tidak ingin di pertemuan ini mendapat cap kurang sopan dari sang istri yang lupa dengannya. Berulang kali Miles mengingatkannya dari tadi bahwa dia adalah orang baru dan asing bagi Gail.


“Ayah mendapatkan sebuah foto dan ingin Gail perhatikan siapa yang ada dalamnya,” pinta Landon saat Gail sudah duduk di tengah antara dirinya dan Ellie.


“Iya. Itu foto pernikahan Anak Ayah ini,” jawab Landon sambil mengusap sayang pucuk kepala Gail.


“Foto pernikahanku maksud Ayah?” tanya Gail terkejut sambil beralih menatap Landon yang menggerakkan kepala sebagai jawaban iya.


“Itu foto enam tahun lalu. Sehari sebelum kecelakaan dan kami menemukanmu. Coba perhatikan wajah yang ada di sampingmu dalam foto itu,” kata Landon dengan lembut.


Gail menuruti permintaan Landon. Mulutnya seakan terkunci ketika wajah di foto itu terhubung dengan ingatannya pada saat di klinik.


Sempat bertatapan dengan Nigel, meski sebentar Gail bisa mulai paham apa yang terjadi. Ternyata memang hal sepenting itu yang membuat firasatnya tidak setenang biasa.


“Dia adalah Nigel yang waktu di klinik tadi ikut bersama menemani Anak Bunda ini,” ucap Ellie ikut memberi penjelasan pada Gail.


Sontak foto yang ada di tangan, Gail serahkan cepat kepada Landon dan Ellie dipeluknya erat. Badan bergetar dan air mata turun. Dia perlu menenangkan diri dengan cepat.


Dalam kepala Gail mulai banyak pikiran muncul. Tidak ada bayangan tentang Nigel menjadi ketakutan yang muncul dalam diri Gail. Apalagi masalah ini akan berkaitan erat dengan Duo J.


Nigel yang menyimak dari tadi sangat ingin bereaksi. Dia tidak tega air mata membasahi pipi sang istri. Perasaan campur aduk itu membuat ketenangannya berkurang.


Refleks Miles menarik telapak tangan Nigel karena kepekaannya paham apa yang sedang sang kakak rasakan. Seperti biasanya itu juga untuk mencegah kemungkinan buruk yang bisa terjadi.


Ada balasan tepukan lembut dari Nigel. Seolah mengatakan pada Miles bahwa dirinya baik-baik saja. Luka mental dan naik turun emosi tidak lagi sama dengan kondisi sebelumnya.


Perhatian Nigel beralih pada Gail yang sedang mengurai pelukan dengan Ellie. Degupan jantungnya bertalu sebab dia tidak bisa membaca makna dari raut wajah yang ditampilkan sang istri.


“Apa Anak Bunda sudah tenang?” ucap Ellie lembut dan memastikan kondisi Gail. Mereka memasuki bagian paling inti malam ini.


Sesuai dengan hasil rapat dadakan sepulang Gail dari klinik tadi, Ellie yang sebenarnya tidak ada perlu ke warung serta Landon yang bertemu Addison berkumpul dengan Nigel dan Miles.


Jeda dua menit sebelum Gail memberi jawaban pada Ellie. Semuanya yang sempat menahan napas menunggu jawaban jadi lega.


“Nigel ingin bicara dengan Gail. Terserah Anak Bunda, apa ingin ditemani atau berdua saja.”


“Bund, jangan ada yang meninggalkan aku. Mohon.”


Ellie mengusap lembut punggung Gail dan Landon mengusap sayang pucuk kepala. Duo J tetap menjadi penyimak tanpa suara.


“Namaku Nigel Irey, dan kamu lebih suka memanggilku dengan cara menyebut penggalan pertama, Nig. Aku juga suka menyebutmu dengan penggalan kata.


Namamu Genaya Edith dan panggilan sayang dariku adalah Gee. Aku mohon maafkan aku yang baru bisa datang bertemu denganmu, Gee.”


*bersambung..


-Diw @ diamonds.in.words | Oktober2021


**Silakan tekan tombol suka, hadiah, vote dan jadikan novel ini masuk favorit. Juga, bagikan. Makasih ya :))