
Terhitung tiga hari dua malam, Jemma dan Evelyn tidak terpisahkan. Mereka lengket bagai lem, sehingga apapun dilakukan dengan saling berbagi. Hubungan adik kakak karena perasaan sayang makin erat.
Keluarga besar Irey jadi berinteraksi layaknya persaudaraan yang hangat pada Jemma. Meski masih anak-anak, si adik bagi Evelyn itu mandiri dan bisa bersikap menyenangkan hati.
Kepribadian Jemma juga tidak sulit membuat orang menyukai dirinya. Termasuk Nigel yang selama ada Jemma jadi terpancing untuk menampakkan sisi hangat dirinya.
Yang paling berbahagia adalah Evelyn. Suasana yang ada di mansion megah nan mewah kediaman utama keluarga Irey sangat jauh dari sepi yang biasa dia rasakan.
Jemma sebagai adik senang berbicara dan membuat Evelyn tertular untuk banyak bersuara. Dad Miles yang harus selalu berada di dekat Uncle Nigel sepertinya mengatur agenda kerja tidak ke kantor.
Ketika mereka di ruang keluarga seperti permintaan tuan besar Iret, Evelyn mendapat raut wajah bangga Grandpa Wyatt padanya. Dia jadi pemenang dari kesepakatan mereka berdua.
Tapi di hari setelah kepulangan Jemma, suasana berubah lagi ke mode biasanya. Evelyn sendirian atau ikut Mom- Avery mengurus pekerjaan. Grandpa disibukkan oleh perjalanan bisnis.
Miles dan Nigel yang tidak boleh terpisahkan kembali ke rutinitas dan mobilitas urusan perusahaan Iking Group. Waktu berkumpul keluarga Irey hanya di waktu sarapan pagi.
“Jemma, aku rindu kamu. Adikku,” gumam Evelyn yang masih bisa terdengar jelas oleh Miles yang duduk di sampingnya.
“Uncle Nigel-mu sepertinya juga merindukan Jemma,” ujar Miles dengan suara yang dikecilkannya agar hanya bisa didengar berdua.
“Benar, Dad. Aku rasa Jemma adalah malaikat untuk Uncle. Dia bisa membuat Uncle hidup menjadi versi Uncle sebelum kecelakaan, seperti yang Dad dan Grandpa ceritakan padaku.”
Nigel yang jadi topik pembicaraan masih saja diam dan sibuk sendiri dengan dirinya. Dia memandang kosong ke arah kolam renang yang bersebelahan luar dengan ruang makan.
***
Duo J berlonjak-lonjak kegirangan. Mereka juga berebutan menciumi pipi Gail bertubi-tubi. The Brown melihat kelakuan dua cucu mereka yang menggemaskan itu tertawa lepas.
“Mama selalu jadi yang terbaik,” teriak senang Jemma lalu memeluk Gail karena tenaganya serasa habis oleh tingkah aktif beberapa menit lalu.
“Mama selalu jadi yang terbaik,” ucap Jarrett penuh perasaan lalu mengikuti Jemma yang sudah bersandar memeluk sebelah lengan sang mama yang jadi favoritnya.
“Dan hal terbaik dari mama adalah memiliki Jemma, Jarret dan The Brown,” kata Gail melengkapi ungkapan syukur yang mereka sedang rasakan bersama.
“Jadi, bagaimana nasib dua kotak ponsel baru yang terlupakan di atas meja ini?” tanya Landon berkelakar dan usil mengganggu dua cucunya agar kembali ramai.
“Kakek, mereka tidak kemana-mana,” jawab Jemma cepat tanpa peduli apa jawaban dan pertanyaan mereka menyambung.
Sedangkan Jarret sigap bangkit lalu berlari ke dalam kamar dan kembali lagi duduk di samping Gail.
“Karena itu adalah ponsel spesial dari mama, Jemma dan aku akan menggunakannya dengan bertanggung jawab,” ucap Jarrett sambil bergaya seperti orang dewasa dengan tampang lucunya.
Jemma pun bangkit dari duduknya dan mengambil dua kotak itu. Dia menyerahkan keduanya pada Jarrett yang duduk anggun dalam perannya.
“Karena itu juga, aku sebagai pengambil keputusan dari Duo J memberikan ponsel yang pernah jadi spesial bagi kami ini kepada Mama yang spesial.”
Gail jadi terkejut karena tidak sampai kepikiran pada keadaan seperti ini. Dia hanya ingin membelikan sang putra putri ponsel terbaik.
Terbiasa jika membelikan sesuatu, Gail selalu mengambil dua buah karena anaknya yang kembar. Seperti itu juga perihal hadiahnya sekarang, otak Gail sudah terset untuk beli dua ponsel baru.
“Mohon tunggu sebentar pada seluruh hadirin, Jarrett Brown perlu waktu untuk menangani pengaturan ponsel-ponsel spesial ini agar bisa langsung dipakai,” kata si pria kecil masih dalam mode bergaya.
Langkah kaki Gail terhenti ketika dia baru sampai di pintu. Dia menolehkan kepala ke arah The Brown yang duduk santai memperhatikan apa yang Jarrett lakukan.
“Ayah,” panggil Gail dan suaranya menyebutkan panggilan itu terdengar berbeda. Ada dominasi ketakutan.
Landon segera berdiri dan mendekati anaknya itu. Dia paham ada sesuatu di halaman rumah mereka yang membuat Gail seperti tidak biasanya.
Beberapa orang berpenampilan rapi menggunakan setelan berjalan menuju pintu rumah mereka. Ada sebuah mobil asing juga, diparkir di bahu jalan yang sepertinya tadi digunakan.
Gail refleks bergeser agar posisi berdirinya ditutupi Landon. Dia waspada dengan kehadiran orang asing. Lagipula ada sang ayah penyelamat jika ini berkaitan dengan penyakit lupa ingatannya.
Setelah berada dalam jarak yang cukup untuk berinteraksi, perwakilan dari orang-orang asing tersebut memperkenalkan diri dan maksud mereka untuk bertemu dengan Gail Brown.
Landon yang merasakan sopan santun dari sekelompok orang itu mempersilahkan mereka masuk agar lebih nyaman bertamu. Gail, Ellie dan Duo J pun tanggap sebagai tuan rumah.
Jeda beberapa menit sebelum mereka duduk bersama. Gail diapit Landon dan Ellie sedangkan Duo J masing-masing di samping luar.
Sang perwakilan menyampaikan tujuan dari tugasnya dalam menemui Gail sekarang. Dia sebagai utusan dari Tuan Miles Irey yang belum bisa langsung bertemu muka.
Kompak Duo J menoleh ke arah wajah Gail ketika nama Miles Irey disebut. Lalu beralih jadi dua pasang mata mereka saling bertaut. Seperti saling tahu-tidak-tahu.
Dari inti penyampaian orang utusan Miles, Gail diminta untuk datang ke Hicity. Keluarga Irey ingin bertemu langsung bersama dengan kedua anaknya, Jemma dan Jarrett.
Nama Nigel Irey pun sering disebutkan oleh sang perwakilan sesuai dengan instruksi Miles. Harapannya itu bisa mempermudah Gail untuk mengabulkan permintaan mereka.
Miles sudah menyiapkan segala sesuatunya dan sangat terbuka jika ada yang ingin ditambahkan sebagai fasilitas untuk perjalanan ke Hicity. Sangat lengkap disampaikan.
Tanpa pikir panjang, Gail menolak dengan tegas. Bagaimanapun negosiasi yang dilancarkan orang-orang dari Miles Irey tidak menggoyahkan keputusan yang terbilang diucapkan dalam waktu singkat itu.
Sepulangnya para tamu, Gail mendapat pelukan dari Ellie dan menangis tanpa suara dalam dekapan hangat sang bunda. The Brown dan Duo J paham tanpa harus dijelaskan.
Ketika suasana baik sudah kembali, Landon dan Duo J berpamitan untuk ke villa kantor Addison. Ada urusan terkait pesan penting yang baru saja Jarrett terima lewat ponselnya.
Pengirimnya adalah Miles Irey, itu sempat membuat Jarrett terkejut karena seingatnya tidak pernah memberikan nomor kontaknya pada si om Miel itu. Yang lebih mengejutkan adalah isi pesan tersebut.
Beberapa kalimat dari Miles yang memohon pada Jarrett untuk menghubunginya balik. Sebuah video kompilasi yang menunjukkan kondisi Nigel pasca kecelakaan enam tahun lalu hingga terkini.
Beberapa foto yang terdapat wajah Gail sebagai Genaya dan Nigel, salah satunya mereka dalam pakaian pengantin. Terakhir, salinan dokumen hasil tes DNA antara Nigel dan Jemma.
Jarrett tidak bisa menahan sendiri apa yang dia dapati karena dia tahu ini hal sangat besar. Secara berbisik, dia memberi tahu Jemma dan menjadikan itu rahasia di dalam rumah mereka.
Dengan alasan Duo J ingin memamerkan ponsel baru pada Addison, Landon diminta menjadi pengantar dua anak lima tahun itu. Sambil jalan, otak genius Duo J sibuk masing-masing.
Sedangkan intuisi Landon menyiapkan diri terhadap kejutan yang akan ada dari pertemuan mereka dengan Addison sebentar lagi. Tipikal Duo J dan kejeniusannya.
*bersambung..
-Diw @ diamonds.in.words | Oktober2021
**Penting bagi keberlangsungan novel ini, wahai Pembaca.. silakan tekan tombol suka, hadiah, vote dan jadikan novel ini masuk favorit. Juga, bagikan. Makasih ya :))