DUO J: GENIUS

DUO J: GENIUS
Ajar



"Ajaran untuk anak genius seperti apa ya? Tak pernah ada kabar tentang Mister Nigel sudah punya anak dan begitu muncul anak berumur lima tahun itu langsung jadi ketua kita untuk project ini."


"Mengejutkan. Tidak bapak, tidak anak. Kedua tuan Irey itu memang luar biasa."


"Walau rasanya harus mati-matian untuk bisa menyelesaikan perintah Little Mister Jarrett, aku tidak keberatan. Kesempatan bekerja dengan anak genius adalah kesempatan langka."


"Jika diibaratkan pacu lari, kecepatan Little Mister Jarrett berpikir untuk solve problem di project ini tidak ada lawan."


"Jangan lupa dengan kenaikan gaji yang berlipat Mister Nigel beri karena kita menjadi anggota tim anak geniusnya."


Kalimat-kalimat itu terdengar oleh Jarrett dari balik pintu ruang rapat yang tidak ditutup rapat. Mau tak mau suara berisi opini yang memuji itu sampai di telinganya.


Jarrett lebih dulu tiba disana sebab berpisah dengan Nigel yang perlu buru-buru berbelok ke ruang kerja Miles. Sang papa mau bertemu langsung dengan si paman sebelum agenda pergi ke kantor di gedung Iking Grup lainnya.


Demi ingin mendengar lebih banyak curahan hati orang-orang yang berusia jauh diatasnya itu, Jarrett tidak melanjutkan langkah kakinya. Dia berdiam diri dulu.


Jarrett menyimak apa saja yang bisa dia dengar. Otaknya berputar cepat untuk memahami dan memaknai.


Dari topik puja-puji terhadap Jarrett yang merupakan anak genius dari sang bos besar, berlanjut ke topik rumor. Terkait kemisteriusan wanita yang merupakan istri sekaligus ibu dari anak milik seorang tuan Nigel Irey.


Cara bicara orang-orang yang sedang menunggu kehadiran Jarrett dan Nigel di ruang rapat itu berbeda. Kebalikannya, nada yang diucapkan menyinggung perasaan pria kecil itu.


Jarrett tidak terima dengan desas-desus yang orang-orang itu bahas dan sepertinya mereka percaya saja dengan rumor.


Bahwa wanita tersebut adalah orang yang buruk, berasal dari kalangan bawah  yang melakukan segala cara untuk panjat sosial, tidak diekspos ke publik karena itu akan mempermalukan reputasi keluarga Irey, dan lain sejenisnya.


Sejauh yang Jarrett tahu, Nigel memang punya banyak uang. Bekerja di level bos. Tinggal di tempat yang bangunannya bisa disebut istana terletak di kota Hicyti yang mahal.


Namun yang sangat Jarrett tahu, Gail tidak mungkin seperti yang orang-orang itu percayai. Seumur hidup yang masih lima tahun lebih ini, sang mama adalah orang paling baik. Yang sangat amat terbaik malah.


Tidak tahan Jaret mengendalikan perasaan tersinggungnya, maka berubah level ke marah. Ingin rasanya meluapkan emosi buruk itu langsung ke hadapan para pembual itu.


Pada saat Jarrett menggerakkan kakinya untuk melangkah, suara Gail seolah terdengar dalam kepalanya. Suara berpesan mengenai kebijaksanaan yang tiap sebelum tidur menjadi pengajaran sang mama.


Tentang nilai-nilai kebaikan. Tentang harapan untuk tumbuh besar dengan baik. Jauh dari label kurang ajar, seperti yang dijelaskan Gail ketika Jarrett bertanya apa arti dari kata-kata tersebut.


Langkah kaki Jarrett berbalik arah. Dia tidak jadi masuk ke dalam ruangan yang tinggal dua langkah lagi itu.


Daya ingat Jarrett tentang tempat apa saja yang ada di gedung Ikingtech membawa dirinya untuk menenangkan diri ke bagian atap gedung. Disana ada roof garden.


Pemandangan hijau dari berbagai tanaman pilihan yang ditata apik itu mengingatkan Jarrett pada lingkungan di Delan yang khas dengan keasrian alam. Tiba-tiba dia ingin memeluk Gail sekarang juga.


Jika Jemma bilang pelukan Jarrett adalah tempat paling menenangkan di dunia, maka memeluk Gail adalah cara Jarrett untuk mendapati ketenangannya.


Dua menit lewat. Dua belas menit berlalu. Dua puluh dua menit sudah Jarrett menyendiri. Duduk di dek kayu yang di desain disana.


Berdiam diri dan memandang saja apapun sejauh matanya tangkap. Hingga Jarrett teralihkan oleh bunyi ponselnya.


Itu dari Gail. Perlu waktu untuk pria kecil itu mengatur suasana hatinya sebelum mengangkat panggilan suara tersebut


"Halo, Jarrett," ucap Gail segera ketika teleponnya diterima.


"Iya, Mama," sahut Jarrett menggunakan nada riang, seperti biasanya. Dia tidak mau membawa yang terjadi padanya tadi ke Gail.


Berjauhan seperti saat ini bisa menjadi masalah besar karena Gail pasti akan sangat khawatir pada Jarret. Sedangkan sang mama tidak bisa menyusul, pergi keluar dari daerah pulau Delan.


"Jarrett sedang apa sekarang?"


"Menerima telepon, Mama," jawab lurus Jarrett disertai kekeh tawa.


"Di gedung Ikingtech, Ma. Aku dan Papa di sini sampai waktu makan siang. Setelah itu, pergi ke kantor yang di gedung lain."


"Baiklah," ujar Gail dengan hela nafas lega lalu lanjut berkata, "Putra Mama ini baik-baik saja kan?"


Suara Gail yang penuh perasaan itu seakan menyentil sisi melankolis Jarrett. Naluri keibuan itu memastikan keadaan anaknya yang sedang berada jauh.


"Baik, Mama," jawab Jarrett singkat. Dia menahan getar suaranya agar tidak disadari berubah oleh Gail.


"Benar?"


"Iya. Mama, sudah dulu teleponnya ya," ucap Jarrett memohon.


Gail pun mengiyakan dan beberapa kalimat setelah itu menutup pembicaraan lewat alat komunikasi itu.


Selang dua detik, Jarrett menangis. Gejolak emosionalnya dilampiaskan dengan menguras air mata, bisa dilakukan karena dia sedang sendirian sekarang.


Sekali lagi, bunyi dari ponsel Jarrett mengalihkan dirinya. Itu dari Nigel. Kali ini dia langsung mengangkat.


"Ja?" ucap Nigel dari ujung telepon.


"Iya, Papa," sahut Jarrett dengan suaranya yang serak karena efek dari menangis.


"Ja? Ada apa? Kamu dimana?" ujar Nigel cemas.


"Aku di roof garden, Pa."


"Papa kesana. Kamu tetap disana dan jangan matikan telepon ini," titah Nigel.


"Iya, Papa," patuh Jarrett dan bicara sependek itu saja. Dia sedang berusaha meredakan isak tangisnya.


Menangis yang dilakukan anak-anak memang hal yang biasa. Tapi anak yang menangis itu adalah Jarrett, berarti ada yang tidak biasa terjadi.


Nigel berlari kencang menuju posisi yang Jarrett sebutkan. Yang tadinya khawatir berubah menjadi sangat khawatir di level tertinggi.


Menjadi seorang ayah yang versi terbaik masih dipelajari Nigel, sadar dirinya tertinggal tapi bukan berarti dia mentolerir jika sesuatu buruk terjadi.


"Ja," panggil Nigel berteriak panik sambil mematikan sambungan telepon karena Jarrett sudah dalam jarak pandangnya.


"Papa," lirih Jarret lalu berlari pula ke arah Nigel.


Sisi kanak-kanak Jarrett mendorong diri untuk berbagi rapuhnya itu dengan Nigel. Sosok Papa diperlakukannya beda dengan Gail.


Nigel yang berjuang dari keadaan pertama keduanya bertemu sampai berhasil dikategorikan sehat lagi jadi pelajaran bagi Jarrett. Betapa kuatnya pria yang ternyata ayah kandungnya itu.


Itu ditambah pula dengan Nigel yang mengajarinya banyak hal. Favorit Jarrett adalah potensi kejeniusan di bidang teknologi sangat berkembang didukung sang papa.


Panutan Jarrett bertambah. Selain Landon, dia mulai meneladani Nigel sebagai acuannya untuk tumbuh besar.


Tinggal beberapa langkah, Jarrett membentangkan tangannya seperti yang Jemma lakukan ketika minta digendong Nigel. Tentu saja sang papa menagbulkannya.


"Kamu menangis, Ja. Ada apa Putra Papa?" ucap Nigel menekan kepanikan dalam dirinya sendiri dan berfokus untuk menenangkan Jarrett.


Apapun hal buruk yang terjadi, Nigel bersiap seraya mengendalikan sikapnya dalam bereaksi. Di mata Jarrett, dia bukanlah tuan Nigel Irey tapi sosok ayah meski masih sedang belajar.


|Diw @diamonds.in.words - Feb22


belajar seumur hidup ituh huhuhuu