Don'T Be The Antagonist

Don'T Be The Antagonist
Alasan



"Ini panti asuhan kamu?" tanya Fauzan, menatap bangunan yang sedang dalam perbaikan besar-besaran.


Keisha mengerjapkan matanya bingung, dan mengangguk dengan ambigu.


"Benar kok. Yang ini, Pak. Tapi kenapa bangunannya di perbarui ya? Saya dengar yayasannya sudah mulai bangkrut, jadi tidak mungkin kalau mereka mengadakan perbaikan gedung," jelas Keisha, turun dari dalam mobil dengan langkah perlahan.


Fauzan segera mengikutinya dan mereka berdua berdiri di depan gerbang masuk panti asuhan tersebut dengan tatapan memperhatikan sekeliling.


"Keisha, ya?" tanya seorang wanita berusia 28 tahun, menghampirinya dengan tatapan bahagia.


Keisha membulatkan matanya, memeluk wanita itu dengan penuh kerinduan. "Apa kabar, Mbak Aisha? Sudah lama tidak bertemu, kamu bertambah cantik," ucapnya, bahagia.


Aisha hanya bisa memeluknya dan menepuk-nepuk punggung Keisha yang tampak getar karena terguncang.


"Aku juga baik. Tapi kenapa kamu datang ke sini?" Aisha melepaskan pelukannya dan menatap lelaki yang bersanding dengan Keisha, dengan tatapan bingung dan penasaran. "Ini siapa?" tanyanya, sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Perkenalkan, nama saya Fauzan. Saya calon suamu Keisha," ucap Fauzan, mengulurkan tangannya pada Aisha.


Aisha menjabatnya sejenak sambil memperkenalkan dirinya. "Nama saya Aisha, saya Kakak perempuan Aina, sekaligus salah satu pengurus panti asuhan," jelasnya, ramah.


Fauzan tersenyum dan melirik ke arah Keisha yang terus menatapnya dengan tatapan takjub.


"Berarti kalian datang ke sini untuk meminta izin kepada Bu Atifah, kan? Meminta restu," ucap Aisha, peka.


"Iya, Mbak. Saya mau meminta izin sekalian mengundang kalian untuk datang ke pernikahan aku nanti." Keisha tersenyum lembut. "Apa Ibu ada di dalam? Aku mau bertemu sekalian temu kangen," ucapnya.


"Iya ... iya ... ibu ada di dalam. Mari masuk, aku antar ke kantor yang baru ya?! Ruangan lama sedang di renovasi, jadi kita pindah ke gedung lama. Yang ada di belakang itu loh, Kei. Kamu tahu, kan?" tanya Aisha, berjalan mendampingi Keisha.


"Tahu. Tapi, apa tidak apa anak-anak di taruh di sana? Bukannya gedung itu tidak ada air dan listrik?" tanya Keisha, bingung dan cemas.


"Tidak. Sudah di perbaiki kok. Sebelum kami di minta Bu Aina pindah ke belakang untuk sementara, gedungnya di perbaiki sedikit agar bisa di gunakan," ucap Aisha, memberi tahu.


"Bu Aina? Siapa itu? Pengurus panti asuhan baru?" tanya Keisha, sama penasaran dengan Fauzan.


"Bukan. Dia pemimpin yayasan yang baru. Pemimpin yayasan kita yang lama di cabut jabatannya karena ketahuan korupsi. Mangkanya itu panti asuhan kita sampai bobrok seperti ini, ternyata uangnya di telan sendiri, ck ... makan kok makan dosa!" pekik Aisha, tampak jengkel.


Keisha mengerutkan keningnya semakin dalam. Perasaan yang berkecamuk membuatnya semakin bimbang dan senang sekaligus.


"Maaf jika lancang. Tapi siapa nama panjang pemimpin Yayasan? Apakah Anda mengetahuinya?" tanya Fauzan, membuat Keisha dan Aisha menoleh ke arahnya dengan kompak.


"Iya, Mbak. Siapa ya nama lengkapnya? Kami penasaran," ucap Keisha, tampak semangat.


Aisha menatap bingung, tapi dia menyebutkan dengan baik nama panjang Aina. "Aina Anindiya Putri. Kenapa? Kalian berdua mengenalnya?" tanyanya, bingung.


Keisha dan Fauzan hanya mengulas senyuman masam, karena sepikiran, mereka hanya diam dengan menatap canggung satu sama lain.


Keisha menghela napas panjang, menatap beberapa mesin berat yang di gunakan sebagai alat bantu merobohkan bangunan, dengan tatapan tertekan.


"Betapa baiknya orang yang berusaha aku tusuk dari belakang itu. Semakin hari, aku semakin tidak bisa membencinya, ck ...." Keisha mendengus kasar.


"Ahh, Mbak Aina memang tidak pernah memberikan alasan untuk aku membencinya, menyebalkan sekali!" pekik Keisha, dengan suara lirih.



...Adora Anindita Keisha ...


...(Keisha)...


...Wanita berusia 27 tahun. Keras kepala dan egois adalah kebiasaannya, menegaskan tentang sesuatu adalah hobinya. Tidak bisa melawan orang baik yang tulus adalah kelemahannya yang fatal. ...


...Singkat kata, Keisha itu peran antagonis yang menyayangi protagonisnya😆....