DELMAR

DELMAR
BBQ PARTY 2



Delmar yang sedang sibuk membakar sosis, sejenak mengalihkan pandangannya kearah Killa. Cowok itu membentuk simbol love menggunakan jari jempol dan telunjukknya saat matanya dan mata Killa tak sengaja bertatapan. Begitu pula dengan Killa, dia membalas dengan melakukan hal yang sama. Hanya hal sekecil ini saja, sudah membuat Killa seperti terbang.


Miko dan Naomi hanya bisa geleng geleng melihat dua insan yang tengah dimabuk cinta itu. Dunia terasa milik berdua.


"Lo beneran balikan sama Aiden?" Tanya Miko pada Naomi.


"Hem." Jawab Naomi sambil mengangguk dan tersenyum. Kalau lagi baikan gini, mendengar nama Aiden aja udah bikin seorang Naomi senyum senyum membayangkan pujaan hatinya.


"Sampai kapan lo mau terus disakiti? Gak sayang sama hati lo. Dia juga berhak bahagia, kenapa lo ajak sedih mulu. Durhaka lo sama hati lo." Cerocos Miko.


"Lo udah putus sama Sasa?" Naomi balik bertanya.


Miko menggeleng dengan ekspresi yang susah diartikan.


"Ngaca bambang." Seru Naomi. "Sebelum nasehatin gue, mending nasehatin diri lo sendiri." Naomi mendorong bahu Miko dengan telunjuknya. "Ngomong emang mudah, tapi ngejalanin susah. Gua juga pengen move on dari Aiden, tapi susah Mik, susah. Bukan kayak ingus pas lagi lo pilek. Yang setalah lo buang, gak bakal lo inget maupun lo cariin lagi. Gak semudah itu."


Miko menyeringai sambil menelaah ucapan Naomi. Cinta memang rumit. Kalau waktu bisa diputar kembali, Miko tak ingin bertemu dengan gadis bernama Sasa, agar dia tidak jatuh cinta pada cewek itu. Karena jujur, bagi seorang Miko, mencintai Sasa adalah sebuah kesakitan yang dia sendiri tak tahu bagaimana cara mengobatinya.


Delmar datang sambil membawa piring berisi sosis jumbo pesanan Killa. Membuat Killa langsung girang dan tak sabar ingin segera menikmati sosis suaminya. Ralat, sosis yang dibakar suaminya.


"Harum banget bau nya kak." Ujar Killa sambil mengibas ngibaskan tangannya diatas sosis agar baunya makin tercium.


"Kok cuma satu Del, buat gue mana?" Tanya Naomi.


"Bakar sendiri." Jawab Del dengan nada jutek. "Mik, makasih udah mau dateng." Sapa Del sambil melakukan tos dengan Miko ala mereka.


"Gak mungkin gak dateng. Gue mah suka kalau ada acara makan gratis gini." Seloroh Miko.


"Bik." Del melambaikan tangannya kearah Bik Siti. "Bawain makanan dan minuman kesini." Titah cowok itu dan langsung diangguki oleh Bik Siti. Wanita paruh baya itu segera datang membawa nampan berisi makanan dan minuman lalu meletakkan di meja dekat mereka.


"Duduk sini Bi." Delmar menepuk pahanya agar Killa duduk dipangkuannya.


"Paan sih kak malu." Tolak Killa sambil melotot.


"Kursinya cuma 3, kamu mau duduk dimana?"


"Tuh ada, biar aku ambil bentar." Killa menunjuk kursi yang berada dimeja lain. Baru selangkah dia ingin berjalan, Delmar sudah menarik lengannya hingga cewek itu terduduk dipangkuan Del.


"Sini aja, no debat." Titah Del tak mau diprotes.


"Udah Kil, nurut aja. Gak usah malu sama kita." Ujar Miko sambil mencicipi daging bbq.


Killa duduk menyamping agar dia dan Del bisa saling menyuapi. Dan satu lagi, biar dia bisa puas memandangi wajah Delmar dari dekat.


"Ak." Delmar menyodorkan sosis yang udah dia tiup hingga tak begitu panas lagi kedepan mulut Killa. Membuat Killa segera membuka mulut dan menggigit sosis itu.


"Enak gak?"


"Banget." Jawab Killa sambil mengunyah sosis yang berada di mulutnya. Melihat Killa yang terlihat sangat menikmati, membuat Delmar tergoda untuk ikut mencicipi sosis yang baru dia panggang itu. Melihat keju yang meleleh setelah digigit Del membuat mata Killa seketika berbinar.


"Ih, buat aku." Killa menarik sosis ditangan Del dan langsung memasukkannya kedalam mulut.


"Pelan pelan, ntar keselek." Ujar Delmar sambil mengelap saos bbq yang mengenai pipi Killla.


"Enak." Celetuk Killa saat sosis didalam mulutnya habis. Tak ingin mulutnya kosong, cewek itu kembali menggigit sosis yang dipegang Delmar.


"Naffsu banget sih Bi." Delmar tersenyum melihat Killa yang doyan makan. "Makannya jangan sambil ngebayangin punya aku. Yang itu jatah kamu buat nanti malem." Goda Del sambil mengerlingakn sebelah matanya.


"Dih, ngomongnya bisa gak sih gak usah vulgar. Ada perawan disini." Protes Naomi.


Miko hanya terkekeh melihatnya. Lebih baik dia makan daripada mengurusi Delmar dan Killa yang lagi bucin bucinan.


"Oh iya kak, besok ada festival kuliner dideket sekokah Naomi. Kita kesana yuk. Double date sama Naomi dan Aiden." Ujar Killa.


"Iya, emang ada yang salah?" Naomi balik bertanya sambil menoleh kearah Miko.


"Salah ngajak pasangan begok. Harusnya lo ngajakin gue dan Sasa double date." Jawab Miko.


"Ide bagus tuh." Delmar langsung menimpali sambil menahan tawa. "Sekalian gantian kalian berdua yang selingkuh. Ngebalik posisi gitu. Masak kalian diselingkuhin mulu, gantian dong." Delmar malah memberi ide gila sambil terkekeh membayangkan 2 pasangan gila itu double date.


"Gila lo." Seru Naomi sambil melemparkan kulit udang ke kepala Delmar. Untung saja Del dengan sigap bisa ngeles, kalau enggak rambutnya udah jadi sarang udang.


"Ngomongin soal ngebalik posisi. Gue jadi pengen ganti posisi juga. Ntar malem kamu yang diatas ya Bi. Gantian, aku yang di____"


Killa buru buru membekap mulutnya Delmar. Takut cowok itu makin kemana mana ngomongnya. Entah apa yang dipikirkan, cowok somplak itu malah ngomongin masalah ranjang didepan teman temannya.


"Jangan mau Kil, capek." Naomi menyahuti. Membuat ketiga pasang mata disana langsung menatapnya penuh tanya.


"Kok tahu? elo udah pernah Nom?" Tanya Del.


Naomi langsung gelagapan. Sumpah demi apapun, dia nyesel ngomong seperti itu barusan. Sekarang jadi panjangkan urusannya. Selain itu, harga dirinya dipertaruhkan disini.


"Sama Aiden?" Miko ikut bertanya.


"Apaan sih kalian?" Wajah Naomi seketika memerah, dia jadi salah tingkah. "Gu, gue gak pernah kali." Naomi sampai mendadak gagap.


"Terus darimana lo tahu?" Del Kepo.


"Em.... "Naomi bingung mau menjawab. "Da, dari cerita temen."


"Bohong." Ujar Delmar.


"Sumpah gue gak pernah Del. Gak usah mikirin yang aneh aneh deh. Gue cuma pernah denger dari teman. Dan.....gue...gue...."


"Lo apa?" Del geregetan dengan Naomi yang ngomongnya di tahan tahan.


"Gue sering lihat vidio dewasa." Lirih Naomi sambil menunduk malu. Gadis berhijab sepertinya sering melihat vidio seperti itu, sangat memalukan bukan.


"Astaga Nom." Del langsung geleng geleng. "Lain kali kalau liat begituan, ajakin Killa, biar dia pinter."


"Kak Del." Pekik Killa sambil mencubit lengan suaminya dengan gemas.


"Ish....sakit sakit, sakit Bi." Keluh Del sambil meringis. Membuat Miko dan Naomi tak bisa menahan tawa.


Tiba tiba mata Killa berkaca kaca, membuat Del seketika dilanda kebingungan.


"Aku ke toilet dulu." Pamit Killa dan langsung beranjak dari pangkuan Del.


"Kenapa dia?" Miko ikut bingung.


"Kejar begok, marah tuh bini lo. Wanita hamil itu sensitif. Ucapan lo keterlaluan sih." Ujar Naomi.


"Bagian mananya yang keterlaluan?" Del malah bertanya. Jujur dia tak tahu dimana letak kesalahannya.


"Begok kuadrat lo, parah." Cibir Naomi. "Lo lupa tadi ngomong apa? Lo suruh gue ngajakin Killa nonton bokepkan? Lo bilang biar dia pinter. Secara gak langsung, lo bilang kalau Killa bodoh dalam urusan ranjang."


"Shitt." Umpat Del. "Gue gak maksud gitu, sumpah." Del segera berlari menyusul Killa.


Miko tersenyum sambil geleng geleng. Membuat Naomi jadi kepo dengan isi otak cowok itu.


"Kenapa lo senyum senyum, dah mulai stress?"


"Bener ya kata orang. Cewek itu makhluk paling aneh, paling ribet, paling sensi. Orang cuma bilang biar pinter, bukan berarti bodoh." Ujar Miko sambil menyeringai.


"Bener ya kata orang, cowok itu makhluk paling gak tahu diri, paling gak peka dan paling nyebelin didunia. Kalau ngomong suka asal nyeplak, gak pernah mikirin perasaan lawan bicaranya." Balas Naomi yang kesal dengan pernyataan Miko.