
Miko shock saat pagi pagi dia terbangun. Dia melihat dirinya dan Laura sama sama naked. Dan yang paling membuat dia merasa bersalah, dia melihat noda darah disprei. Ya, semalam adalah yang pertama bagi Laura.
"Ra." Miko mengguncang tubuh Laura agar cewek itu terbangun.
Ekspresi yang sama juga ditunjukkan oleh Laura. Cewek itu shock melihat keadaannya bersama Miko. Air matanya mengalir menyesali perbuatannya semalam.
"Sory Ra, sorry. Gue kebablasan semalam."
Laura bergeming sambil terus menangis. Cewek itu meremat sprei saat melihat noda darah disana. Kemarin, dia pikir, dia akan memberikannya pada Delmar. Tapi nyatanya, justru Miko yang mendapatkannya. Cowok yang sama sekali tidak dia cintai.
"Damn." Umpat Miko "Gua gak pakai pengaman semalam Ra." Cowok itu makin kelabakan. Dia mengacak acak rambutnya frustrasi. Takut Jika Laura sampai hamil.
"Te, terus gimana Mik?" Laura ikut panik.
"Gue gak tahu Ra. Kepala gue mau meledak rasanya. Bagaimana kalau Del sampai tahu gue nidurin lo. Dan gimana kalau lo sampai hamil." Mikir Mik, mikir. Kali ini Miko sungguh kalut. Kalau sampai teman temannya tahu, entah apa yang akan terjadi padanya.
"Enggak, enggak, gue gak mau hamil. Gue juga gak mau Kak Del sampai tahu soal ini." Gumam Laura.
Miko turun dari ranjang lalu memunguti pakaian Laura. "Cepetan pakai Ra, gue anter pulang. Jangan sampai Rey dan Manu mergokin kita."
Miko buru buru memakai pakaiannya begitu pula dengan Laura. Miko keluar untuk melihat situasi. Beruntung Rey dan Manu masih tidur didepan tv. Sepertinya mereka terlalu mabuk semalam.
"Aman Ra, ayo segera keluar."
Laura turun dari ranjang sambil meringis kesakitan.
"Kenapa Ra."
"Perih Mik."
"Pelan pelan aja jalannya. Gue ambil sprei ini dulu. Gue gak mau Rey curiga melihat darah disprei ini."
Miko buru buru menarik lepas sprei dan memasukkan kedalam tas ranselnya. Keduanya mengendap endap seperti maling. Dan benafas lega saat sampai dihalaman rumah Rey.
Flashback off
Killa memainkan cincin yang ada dicari manisnya. Cincin cantik hadiah dari Del saat ulang tahunnya kemarin. Air mata terus mengalir tiada henti. Beberapa saat lagi dia akan menjalani operasi caesar. Takut, gelisah, sedih, semunya bercampur menjadi satu.
"Janji ya kak, kamu bakal nemenin aku pas lahiran. Entah itu normal atau caesar." Ujar Killa sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Iya janji." Jawab Del sambil menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Killa.
Kenangan itu terus berputar dikepala Killa. Membuat Killa terus menangisi nasibnya. Semuanya tak berjalan sesuai yang dia mau. Semuanya tak sesuai rencana.
"Kenapa kamu gak nepatin janji kak, kenapa?" Gumam Killa sambil sesenggukan dan mencium cincinnya.
Dia tak tahu kenapa jalan hidupnya bisa setragis ini. Diperkosa saat masih usia 16 tahun. Menikah, dan akan melahirkan diusia yang baru 17 tahun.
Baru saja dia merasaka menjadi wanita paling bahagia karena Del mencintainya, tapi ternyata kebahagiaan itu tak bertahan lama. Dia terpaksa berpisah jarak dari Delmar.
"Nak, udah siap?" Tanya Liana yang baru masuk ke ruangan Killa. "Sebentar lagi, kamu akan di pindahkan ke ruang operasi."
"Gak siap Bu. Tapi tak ada pilihan lain." Jawabnya sambil menghapus air mata.
"Kenapa Kak Del bohong bu? Dia udah janji akan nemenin Killa lahiran, dia udah janji." Ucapan Killa terputus putus efek menangis.
"Udah jalannya kayak gini sayang. Kamu harus ikhlas menjalani ini. Del juga gak mau seperti ini." Liana menangkup kedua pipi Killa lalu menghapus air matanya dengan kedua ibu jari.
"Ibu akan menemanimu. Ibu akan selalu ada disamping kamu. Selalu berdoa untuk kesehatan kamu dan cucu ibu. Jangan sedih sayang, jangan bikin kondisi kamu makin drop. Tekanan darah kamu bisa makin naik. Dan itu sangat berbahaya."
Killa mengangguk. Tapi bisakah dia untuk tidak bersedih? Rasanya tidak mungkin. Semua wanita didunia ini pasti ingin melahirkan ditemani suami. Begitu juga dengan Killa.
Ceklek
Killa dan Liana menoleh ke arah pintu saat mendengar suara gagang pintu ditarik. Tampak Rain dan Sean masuk kedalam ruangan Killa.
"Sayang, udah siap?" Tanya Rain sambil berjalan menghampiri Killa.
"Apa Kak Del tahu kalau Killa lahiran hari ini mah?" Yang Killa.
"Maaf, Mama tidak memberi tahu dia. Dia pasti akan merasa sangat bersalah karena tak bisa menepati janjinya padamu." Ujar Rain penuh sesal. Melihat kondisi Killa membuat matanya berkaca kaca.
"Siapa yang akan mengadzhani anakku nanti mah?"
"Papa yang akan melakukannya sayang." Jawab Sean.
"Jangan pikirkan apa apa lagi sayang. Sekarang fokus untuk operasi saja. Semuanya akan baik baik saja." Ujar Rain sambil membelai pucuk kepala Killa. "Kita semua ada disini. Kami bersamamu sayang. Jangan sedih lagi. Kamu akan jadi ibu." Lanjut Rain lalu mencium kening Killa lama.
"Permisi, Kami harus segera membawa nyonya Killa ke ruangan operasi." Ucap seorang suster yang baru masuk keruangan Killa.
"Killa takut Bu. Killa takut." Gumam Killa sambil meremas tangan ibunya. Untuk cewek seusia Killa, wajar jika dia takut. Belum saatnya diusia yang baru 17 tahun untuk melahirkan.
"Jangan khawatir, semua akan baik baik saja." Liana berusaha menenangkan Killa.
Suster mendorong brankar Killa menuju ruang operasi, diikuti oleh Liana, Rain dan Sean. Sudah diputuskan jika Liana yang akan ikut masuk ke ruangan operasi.
"Anak saya akan baik baik saja kan sus?" Tanya Killa pada suster yang mendorong brankarnya. Killa takut terjadi sesuatu pada anaknya yang lahir prematur.
"Berdoa saja nyonya. Semoga anak anda dan anda baik baik saja." Jawab suster itu.
Kak Del, anak kita akan segera lahir. Tapi kenapa kakak gak ada disini sekarang? kenapa kakak gak nepatin janji. Killa takut kak, sangat takut. Killa butuh kakak, Killa mau kakak berada disamping Killa saat anak kita lahir.
"Siapa yang akan masuk menemani pasien?" Tanya suster.
"Saya sus." Jawab Liana.
"Semua akan baik baik saja sayang. Mama akan selalu berdoa untuk kalian berdua." Ujar Rain sambil menggenggam tangan Killa dan mengecup keningnya.
Saat suster membuka pintu ruang operasi. Jantung Killa berdetak kencang. Tempat itu terlihat sangat menakutkan.
"Kak Del, doakan Killa dan anak kita." Ucap Killa lirih sambil memejamkan mata. Dia masih berharap ada keajaiban yang akan membawa Delmar datang dan menepati janjinya.
.
Jangan lupa votenya ya, Mumpung senin.