DELMAR

DELMAR
PEMILIK MOBIL PUTIH



"Kil, didepan itu mobil yang hari itu viralkan? Pemiliknya ada disini?" Tanya Yusuf yang Langsung mendapat pelototan tajam dari Andra. Temannya yang satu itu memang tak tahu situasi. Disaat takziah malam membahas hal yang unfaedah.


"Kita kesini buat takziah, jangan bahas yang lain." Ujar Andra yang merasa tak enak pada Killa.


"Sory, penasaran tingkat dewa gue. Dari pada gue nyusul bapaknya Killa gegara penasaran, mending gue langsung tanya aja." Sahut Yusuf.


"Nyusul bapaknya Killa?" Amelia, mengernyit bingung. "Mati maksudnya?"


"Tuh lo paham." Jawab Yusuf.


"Gue sebenarnya juga penasaran deh, siapa sih pemilik mobil itu? Beneran itu milik om om kayak gosip yang beredar?" Tanya Amelia ragu ragu.


Andra dan Shani menghela nafas. Sepertinya sebuah kesalahan mengajak kedua anak itu kerumah Killa. Sungguh membuat Andra sebagai ketos menjadi malu.


Killa dibuat bingung dengan situasi ini. Ingin jujur, tapi takut dia malah Dibully karena menjadi orang ketiga antara Del dan Laura. Mau terus bohong, tapi sampai kapan? yang ada dia terus terusan dianggap Baby.


"Itu__" Killa bingung harus menjawab. Beruntung ada suara berisik dari halaman, membuat perhatian mereka teralihkan.


"Assalamualaikum." Ucap seorang wanita paruh yang baru masuk bersama suami dan anak anaknya. Mereka adalah keluarga Ghea.


"Waalaikumsalam." Jawab Killa dan teman temannya.


"Eh ada tamu." Ujar Ghea dan langsung ikut


nimbrung bersama teman teman Killa. "Teman sekolah kamu Kil?" Tanyanya sok akrab.


"Iya. Temen temen, ini Ghea, sepupu aku." Ghea tersenyum lalu menyamai satu persatu teman Killa.


"Tuh mobil putih punya siapa?" Ghea ikutan penasaran. Jiwa matrenya meronta melihat mobil sebagus itu. Tadi malam Delmar tidak memakai mobil itu, jadi Ghea tidak tahu.


"Pasti punya kamu ya." Lanjut Ghea sambil menunjuk dagu kearah Andra. "Gak mungkinkan punya kamu, gak cocok sama tampang kamu." Ujarnya sambil menatap Yusuf. Membuat mereka yang ada disana tak tahan untuk tidak tertawa.


"Emangnya tampang gue kenapa?" Yusuf terlihat tak terima.


"Gak ada tampang tampang orang kaya." Sarkas Ghea tanpa perasaan.


"Busyet." Pekik Yusuf. "Cantik cantik tapi minim akhlak." Lanjutnya lirih, tak sampai terdengar Ghea.


"Bi." Panggilan dari seseorang yang baru keluar dari dalam itu menyita perhatian semua orang. Semua mata sontak tertuju padanya dengan tatapan shock dan bertanya tanya, kecuali Shani yang memang sudah tahu.


"Pacar lo ada disini Kil?" Ujar Ghea.


Ucapan Ghea sontak membuat ketiga teman Killa membulatkan matanya.


"Kok aku gak lihat mobilnya didepan?" Lanjut Ghea.


Del menatap jengah kearah Ghea, malas sekali dia menanggapi ikan asin itu.


"Pacar!" Desis Amelia dan Yusuf bersamaan sambil menatap Del dan Killa bergantian.


Killa ingin sekali memarahi Del, bisa bisanya cowok itu muncul didepan teman temannya. Bagaimana jika setelah ini, dia malah Dibully karena dianggap pelakor. Merebut Delmar dari Laura.


"Kak Del pacar lo Kil?" Tanya Yusuf, penasaran.


"Iya." Jawab Del dengan lantang. Membuat Killa yang hendak membuka mulut jadi diam kembali. Dia makin dibuat bingung dengan jalan pikiran Del. Sebenarnya apa yang yang sedang direncanakan cowok itu.


"Gimana dengan La___"


"Udah putus." Potong Del sebelum Yusuf menyelesaikan kalimatnya. Malas sekali dia mendengar nama Laura.


Sedangkan Andra, seringai kecil muncul dibibirnya. Cowok itu masih saja belum bisa memaafkan Laura. Masih suka merasa senang jika Laura menderita.


"Lo bisa pindah sini gak." Del menujuk Shani yang duduk disebelah Killa lalu menunjuk tempat disebelah Ghea yang kosong. "Gue ogah duduk deket ikan asin, mau deket salmon aja." Lanjutnya membuat semua mata menatap Bingung kecuali Ghea. Ya cewek itu sangat tahu maksud perkataan Delmar.


"Sombong." Desis Ghea tapi masih bisa didengar oleh Del.


Del langsung duduk disamping Killa, tempat yang tadi diduduki Shani. Yusuf dan Amel masih mematap cengo kearah Del, belum bisa percaya dengan apa yang tampak didepan mata mereka. Apalagi saat Del merangkul pundak Killa. Membuat Yusuf dan Amel kian melongo.


"Gak usah natap gue kayak gitu?" Del sadar jika Ghea menatapnya.


"Siapa juga yang natap lo?" Sangkal Ghea. Padahal sudah jelas dia menatap kagum kearah Del. "Sok sok an kaya tapi gak tahunya kere. Pasti mobil yang tadi melem mobil pinjeman kan? Secara hari ini kamu kesini udah gak bawa mobil itu lagi." Cibir Ghea dengen seringai diwajahnya. Dia masih kesal karena ditolak Del tadi malam. Ingin sekali dia membalas dengan menghina Del.


"Mulut lo harus gue bungkam sama apa ya? gedek gue. Sumpah, sial banget nasib jodoh lo nanti. Gue jamin siapapun itu, pasti bakalan kena stroke kalau ngadepin bini kayak lo. Untung gue punya bini kayak Killa."


Deg


Jantung Killa seperti berhenti berdetak saat Delmar tiba tiba keceplosan. Cewek itu buru buru mencubit paha Del agar cowok itu sadar akan ucapannya.


Semua yang ada disana langsung kembali dibuat melongo. Amel segera menutup mulutnya yang menganga. Sedangkan Yusuf sampai kesedak air meneral gelas yang sedang dia minum.


"Calon bini maksud gue." Delmar buru buru meralat ucapannya.


"Oooo...." Yusuf, Amel dan Andra kompak membulatkan mulut mereka membentuk huruf O. Sedangkan Shani, dia menahan senyum melihat Del dan Killa salah tingkah.


Killa dan Del bernafas lega karena sepertinya mereka tak curiga.


"Lo mau Kil, jadi bininya? Modal tampang doang, gak ada duitnya." Seloroh Ghea. "Kalau gue sih ogah. Mending sama Andra, jelas jelas kaya. Punya mobil mewah tapi gak sombong kayak cowok lo itu."


"Lo punya mobil mewah Ndra? Kok tiap hari kesekolah naik motor?" Sedikit banyak Del tahu tentang Andra karena dia ketos.


"Dia itu low profile, gak kayak lo arrogant." Ghea seperti tak ada lelahnya menyudutkan Delmar.


"Enggak, itu bukan mobil gue." Andra tak mau Ghea terus terusan salah paham.


"Loh, yang didepan itu bukan punya kamu?" Ghea tampak kecewa. "Terus punya siapa?"


"Didepan?" gumam Delmar. "Yang mana sih?"


"Mobil sport putih yang dulu pernah dipakai nganterin Killa kesekolah." Yusuf yang menjawab.


Del akhirnya paham mobil yang maksud Ghea. Ingin sekali dia menertawakan Ghea saat ini. Cewek matre itu sungguh perlu dikasih paham.


"Punya siapa Kil mobil itu?" Tanya Ghea sambil menatap Killa penasaran. Bukannya menjawab, Killa malah menatap Del, mengisyaratkan agar cowok itu menyelesaikan permasalahan ini.


"Punya siapa Kil? gue juga penasaran banget. Beneran tuh mobil punya om om kayak gosip yang beredar?" Amelia bahkan langsung to the point. Tak memikirkan perasaan Killa maupun Del yang sekarang berstatus pacar Killa.


"Om om?" Ghea membelalakkan matanya. "Gila, kamu jadi sugar baby Kil. Pantesan kamu punya hp mahal, secara cowok kamu kere." Lagi lagi Ghea menghina Del. Membuat Del geram dam ingin segera membungkam mulut cewek itu.


"Kalian sungguh ingin tahu Om om pemilik mobil itu?" Del mulai tak bisa menahan diri. Terlalu geram sejak tadi dihina Ghea mulu. Mereka semua mengangguk kompak.


Del mengeluarkan dompetnya lalu mengambil surat kendaraan yang ada didalamnya.


"Nih." Dia memberikan stnk mobil itu pada Amel. "Baca yang keras nama pemiliknya." Seru Del.


"Ocean Kalandra." Amel membacanya dengan lantang.


"Kok mirip dengan nama Kak Del?" Celetuk Yusuf. Otak lemotnya belum bisa memahami semuanya.


"Ocean Kalandra, Delmar kalandra, jangan jangan___" Andra tak melanjutkan kata katanya. Dia malah melongo.


"Betul, mobil itu milik bokap gue." Seru Del membuat semua orang disana speechless. Tak terkecuali dengan Ghea yang langusng tampak lemas dan pucat.


"Bisa bisanya kalian nuduh Killa jadi simpenan om om. Yang nganter Killa kesekolah waktu itu adalah gue, bukan om om." Del menekankan kata katanya. "Dan masalah ponsel mahal milik Killa, gue yang beliin, bukan om om."


Lagi lagi mereka dibuat tak percaya. Padahal Laura saja tak mendapatkan fasilitas seperti Killa saat jadi pacarnya Delmar.


"Bilangin sama satu sekolahan tentang ini. Umumin diakun lambe. Awas saja kalau masih ada yang bully Killa setelah ini. Gue bakal bikin perhitungan sama siapapun yang ngebully Killa."