DELMAR

DELMAR
DIBLOK



Satu menit, dua menit, sepuluh menit, hingga satu jam belum juga ada balasan dari Killa. Bahkan pesannya masih tetap centang satu.


Delmar yang kesal membanting ponselmya diranjang. Biar gak pecah wkwkwk. Dia berjalan menuju meja belajarnya lalu mengambil candunya yang tersimpan didalam laci. Apalagi kalau bukan rokok. Cowok itu sudah sangat kecanduan rokok.


Del duduk balkon lalu menyulut sebatang rokok yang terselip diantara dua bibirnya. Tiba tiba dia teringat Killa. Teringat saat mereka berdua berselfi di balkon lalu berakhir dengan ciuman.


"Sial, kenapa gue malah inget Killa mulu sih." Kesal Del sambil menendang kursi yang ada didekatnya hingga jungkir balik.


Setalah menghabiskan dua batang rokok, cowok itu kembali kekamar untuk mengecek ponselnya. Matanya berbinar saat melihat ada 4 pesan masuk.


Senyumnya yang baru merekah kembali redup. Karena diantara 4 pesan yang masuk, tak satupun dari Killa. Melainkan dari Laura, Rey dan dari grup chat kelas.


Del bermain game, berharap kantuk akan segera datang. Tapi lagi lagi dia tak beruntung. Bukannya ngantuk, matanya malah makin cerah.


Sudah hampir jam 12 malam, Del masih guling guling gak jelas diatas ranjang. Dekil bahkan jadi sasaran kemarahannya yang tak jelas. Boneka malang itu dijadikan samsak oleh Del, dibanting, bahkan dicekik. Sungguh tak berperi kebonekaan.


Tok tok tok


"Mah, mamah."


Del mengetuk pintu kamar mamanya berkali kali.


"Mah, Bukain pintu, ini Del." Ujar Del sambil terus mengetuk.


"Bentar sayang." Sahut Rain dari dalam kamar.


Ceklek.


"Lama banget sih mah, katanya bentar." Del malah ngomel ngomel saat mamanya baru membuka pintu.


"Ada apa sayang? " Tanya Rain sambil memperhatikan wajah kusut anaknya..


"Bikinin Del susu, gak bisa tidur."


"Astaga... malam malam ganggu orang tua yang lagi sunah rasul cuma karena minta dibikinin susu?" Itu suara Sean yang lagi ngamuk. Dia kesal karena Del mengganggu olah raga malamnya.


"Kamu bukan bayi Del. Bahkan bentar lagi mau punya bayi. Gak bisa apa bikin susu sendiri? Rugi papa nyekolahin kamu kalau bikin susu aja gak bisa." Sean masih lanjut marah.


"Kenapa papa yang rugi? Yang nyekolahin Del Opa, bukan papa." Bukanya merasa bersalah Dek malah ngegas.


"Apa kamu bilang? berani ka__"


"Udah udah, kok malah berantem sih. Udah Malem nih, malu kedengaran tetangga." Lerai Rain.


"Gak bakal kedengaran." Seru Sean dan Delmar kompak.


"Gitu dong kompak." Rain menahan tawa melihat dua orang itu yang tiba tiba kicep karena ketahuan kompak.


Rumah mereka yang sanngat besar dan luas, tak memungkinkan tetangganya mendengar apapun bahkan kalau mereka teriak teriak.


"Ayo kedapur, mama bikinin susu." Rain meraih lengan Del lalu menggandengnya menuju dapur.


Setelah susunya siap, Rain segera menaruhnya diatas meja depan Del.


"Buruan diminum." Titah Rain sambil menarik kursi dan duduk disebelah Del.


"Makanya punya istri itu diperlakukan dengan baik, biar gak minggat." Ucap Sean yang ternyata menyusul kedapur. Pria itu tak sabar ingin mengajak istrinya kembali ke kamar.


"Apaan sih Pah pakai bilang minggat segala. Killa cuma seminggu diMalang." Sahut Rain.


"Ada masalah apa sama istri kamu?" Tanya Sean sambil ikut duduk disebelah Rain.


"Gak ada." Jawab Del datar.


"Gak usah bohong. Tadi pagi papa lihat istri kamu keluar dari kamar tamu. Pisah ranjang lagi? Kalau ababil nikah yang kayak gini. Dikit dikit berantem, dikit dikit pisah ranjang. Dikit dikit minggat." Sean geleng geleng.


"Killa gak minggat. Dia cuma ada urusan di Malang." Ujar Del. Mendengar kata minggat membuat Del merasa tidak tenang. Entahlah, kata itu tiba tiba terdengar horor ditelinga Del


"Kamu bikin masalah apa lagi sih Del?" Rain ikut mendesak Del.


"Gak ada mah, Killa aja yang baperan. Mungkin efek hormon kehamilan. Jadi dia sering ngambek gak jelas."


"Udah tahu istri lagi hamil. Jadi ya jangan bikin ulah. Kalau ditinggal minggat gini kan kamu sendiri yang susah. Gak dapat jatah jadi gak bisa tidurkan?"


"Papah apaan sih, ngomongnya kok vulgar gitu?" Seru Rain.


"Udah ah mah, kembali kekamar Yuk. Nanggung yang tadi belum kelar." Sean menarik lengan istrinya.


"Mama temenin Del bentar, papah tunggu aja dikamar." Rain melepaskan tangan Sean yang berada dilengannya.


...******...


Selama dikantin, telinga Del panas karena banyak siswa yang membicarakan Killa. Terutama tentang cinta segitiga antara Del, Dilan dan Killa. Terdengar sangat menyedihkan, adiknya dipacari hanya demi bisa dekat dengan kakaknya. Miris, Dilan yang malang, mungkin itulah trending topik teratas minggu ini.


Dan trending topik kedua tentu saja tentang pembullian yang dilakukan Killa pada Laura. Walaupun Killa sudah diskors, tapi tetap saja gosip tengtangnya tak juga reda.


"Tahu kayak gini mending gue gak masuk. Kesekolah juga gak ngapa ngapain, cuma nongkrong doang." Batin Del sambil berdecak kesal.


"Gimana kabar Dilan?" Tanya Rey yang sedang makan dikantin bersama genk empat sekawannya.


"Ya gak gimana gimana." Jawab Del datar.


"Dia gak marah atau mutusin Killa gitu setelah lihat vidio itu? Atau jangan jangan Dilan gak tahu soal vidio itu?" Rey masih penasaran.


"Ngapain sih ngurusin Dilan, gak penting banget." Del memutar bola matanya malas lalu menyesap es jeruknya.


"Dih, sekarang bilang gak penting. Kemarin kemarin ngurusin banget urusan adiknya. Sampai sampai sok ngejagain ceweknya." Sindir Manu sambil tersenyum miring.


Del diam saja. Kalau diladenin, bisa bisa dia Bertengkar lagi dengan Manu.


"Gak nyangka ya, Killa yang kelihatannya polos gitu ternyata licik. Dia bahkan main kekerasan." Miko geleng geleng.


"Gue gak yakin Killa kayak gitu." Sahut Manu.


"Buka mata lo Man. Jangan karena cinta, lo jadi buta. Gak bisa membedakan yang baik dan buruk. Killa gak sebaik yang lo pikir. Bahkan jangan jangan dia deket sama Lo cuma buat ngedeketin Del?" Rey masih saja menyudutkan Killa.


"Koreksi, Killa gak pernah ngedeketin gue. Gue yang ngedeketin dia. Dia juga nolak gue waktu gue tembak, itu artinya dia gak ada niat buat manfaatin gue." Manu kesal pada Rey yang terus terusan ngejelekin Killa.


"Berisik lo pada." Del tiba tiba marah gak jelas. Dia segera pergi meninggalkan teman temannya.


"Njirr, gak jelas banget tuh anak." Kesal Rey.


Del memilih pulang, malas sekali dia Disekolah kalau hanya dijadikan bahan gosip. Mending dia tidur, secara tadi malam dia gak bisa tidur dan baru tidur dini hari tadi.


Sesampainya dikamar, Del mengecek ponselnya. Masih tetap sama, pesannya pada Killa masih centang satu.


"Mak lo sibuk apa sih? sampai gak ada waktu buat pegang HP. Masak sejak kemarin HP gak aktif terus. Sayang banget ponsel mahal kalau gak pernah dipakai." Del mulai sesi curhatnya pada Dekil. Sepertinya emang cuma Dekil yang masih sabar menghadapi Del.


...*****...


"Mah, weekend ke Malang Yuk. Cea pengen nyusul Kak Killa. Hari ini dia lagi jalan jalan di rumah warna warni. Cea pengen." Rengek gadis manja itu pada mamanya yang lagi nonton drama ikan terbang.


"Gak bisa Ce, papah sibuk."


"Cea pengen liburan mah." Cea terus merengek.


"Liburannya entar aja habis kenaikan kelas. Katanya pengen ke Korea. Lihat konser BTS."


"Ini liburan tipis tipis mah. Nanti habis kenaikan kelas liburan lagi."


"Mau liburan kemana?" Tanya Del yang baru turun dari tangga dan tak sengaja mendengar rengekan Cea.


"Kak Del, kita ke Malang Yuk weekend. Kakak kan punya villa di batu." Cea ganti merengek pada kakaknya.


"Gak bisa, vilanya lagi disewa temennya papa." Sahut Rain.


"Kok gak bilang sama Del?"


"Biasanya kamu juga gak mau tahu. Lagian semua aset kamu masih ditangan papa sebelum usia kamu 21.Jadi ya gak masalah kalau mau papa sewain."


"Bukan masalah uang sewanya mah. Tapi Del ada rencana mau liburan kesana sama temen temen." Del mendengus kesal lalu duduk disofa sebelah mamanya.


"Liburan ke tempat lain aja. Kan bisa di vila yang di bogor."


"Enakan di Malang kak." Cea malah mengompori. "Kak Del udah lihat kan status wa nya kak Killa? bagus baguskan fotonya kak Killa."


Status wa? bukannya HP nya gak aktif sejak kemarin? batin Delmar.


"Gue belum lihat. Sini ponsel lo, gue mau lihat." Del menarik paksa ponsel yang dipegang Cea..


Mata Del membulat sempurna melihat status di wa Killa. Killa memamerkan fotonya yang sedang jalan jalan di Malang. Foto itu diunggah beberapa jam yang lalu. Bahkan ada yang baru diunggah 15 menit yang lalu. Dan saat ini, Killa terlihat sedang online.


Tapi kenapa wa dari Del sejak kemarin malam belum masuk. Dan nomornya juga gak aktif saat dihubungi.


"Apa ini artinya, nomor gue diblok?" Gumam Del lirih, tak sampai terdengar mamanya dan Cea.