DELMAR

DELMAR
SURPRISE



"Jahat kamu kak, jahat." Killa bermonolog sambil memukul mukul bantal. "Kamu tega giniin aku. Kamu bilang cinta sama aku, mana buktinya, hiks hiks hiks." Cewek itu terus menangis sejak masuk kedalam kamar.


Segala prasangka buruk tentang Delmar terlintas dikepalanya. Apakah cowok itu balikan sama Laura? Ataukah cowok itu udah oleng ke cewek lain?


Ahh..... kepala Killa makin sakit kalau mikirin yang enggak enggak.


Killa mengecek sosmed milik Del dan teman temannya, bahkan milik Laura juga. Tapi nihil, tak ada tanda tanda keberadaan cowok itu. Sampai akhirnya Killa tertidur karena lelah menangis.


Happy birthday to you


Happy birthday to you


Samar samar Killa mendengar seseorang menyanyikan lagu ulang tahun.


Happy birthday, happy birthday


Happy birthday to you


Killa mengerjabkan matanya, dia melihat lilin bertuliskan angka 1 dan 7 yang menyala diatas cake berhiaskan buah strawbery kesukaannya.


"Kak Del." Lirihnya sambil mengubah posisinya menjadi duduk. Mata Killa berkaca kaca melihat Delmar datang sambil membawa cake ulang tahun. Karena sibuk memikirkan Delmar, Killa sampai lupa hari ulang tahunnya.


"Happy birthday Kakakku tersayang." Cea tiba tiba nyelonong masuk dan langsung memeluk Killa. Dibelakangnya disusul Dilan, Fariz dan ibunya Killa. "Maaf ya tadi bohongin kakak." lanjutnya dengan raut muka bersalah.


"Ih, dasar." Desis Killa sambil mencubit pipi Cea. Dia baru sadar kalau hari ini dikerjain oleh Delmar dan Cea.


"Happy sweet seventeen Bi." Ujar Del yang sekarang sudah berdiri dihadapan Killa. "Make a wish, lalu tiup lilinnya."


Killa mengangguk lalu memejamkan matanya sambil menganggat kedua telapak tangan membuat permohonan. Setelah selesai dengan harapannya, dia membuka mata lalu meniup lilin bertuliskan 17 dihadapannya.


"Yeeee.... " Teriak Cea dan yang lainnya sambil tepuk tangan.


Setelah itu Dilan, Fariz dan ibunya Killa bergantian mengucapkan selamat ulang tahun.


"Potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga."


"Diem, berisik banget sih lo." Seru Dilan, membuat Cea yang sedang menyanyi seketika diam dan memelototinya.


Cea menyodorkan pisau kue yang sejak tadi dia bawa kepada Killa. Setelah itu dia mengambil alih kue yang dibawa Del.


Killa menyuapkan potongan pertama untuk Del.


"Makasih ya kak." Ucap Killa sambil memeluk Del dan meneteskan air mata. "Maaf, Killa udah sempat berpikiran yang buruk buruk tentang kamu." lanjutnya.


Del mengurai pelukan Killa lalu menghapus air mata cewek itu. "Udah jangan nangis lagi. Mata kamu udah bengkak tuh. Pasti nangisin aku seharian." Goda Del sambil menahan tawa.


"Kamu sih gak ada kabar, aku kan jadi galau." Ucap Killa sambil memukul pelan lengan Del.


"Sorry, sorry." Ujar Del sambil menarik hidung Killa lalu mendaratkan bibirnya di bibir Killa.


"Hem hem." Deheman ibu Killa membuat Del seketika menjauhkan wajahnya dari Killa. Baik Del maupun Killa, keduanya sama sama malu dan berujung salting.


"Kak, kita disini juga mau kuenya." Beruntung Cea bisa mencairkan suasana kembali.


"Jangan malu maluin, kayak gak pernah makan kue aja." Omel Del dan disambut tawa oleh yang lainnya. Membuat Cea kesal dan mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah sini kakak potongin kuenya." Killa memotong kue untuk ibunya, Fariz dan kedua adik Del.


"Bu, Del ijin mau bawa Killa pulang ya." Ucap Delmar pada ibunya Killa.


"Tapi ini udah tengah malem, kenapa gak besok saja."


"Del sekalian mau ngajak Killa kesuatu tempat dulu."


"Baiklah kalau itu yang kamu mau. Hati hati ya, jaga Killa baik baik." Pesan sang ibu mertua.


"Pasti Bu."


"Bikin adik gue nangis lagi, habis lo." Ancam Fariz sambil memelototi Del.


Setelah mengemasi barang barangnya dan berpamitan pada ibu dan Kakaknya, Killa masuk kedalam mobil Del. Sedangkan Cea dan Dilan, mereka naik mobil lain bersama Pak Joe.


"Karena kita gak langsung pulang. Aku ada surprise buat kamu. Kita kesuatu tempat dulu."


Jawab Del sambil mengambil sesuatu dari jok belakang.


"Pakai, biar gak dingin nanti." Del memberikan hoodi couple warna pink milik Killa yang sengaja dia bawa dari rumah. Sedangkan dia sendiri juga memakai hoodi yang sama.


"Mau kemana sih?" Killa makin penasaran.


"Ada deh."


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai di Oceano cafe. Beberapa karyawan tampak sudah bersiap siap untuk pulang.


"Mas ini kuncinya" Seseorang menyerahkan kunci pada Delmar.


"Makasih." Sahut Del sambil menerima kuncinya. "Oh iya bentar." Del mengambil uang dari dompetnya lalu menyerahkan pada pegawai tadi. "Nih bagi bagi sama yang lain. Makasih udah bantuin gue hari ini."


"Makasih mas."


"Sama sama. Yuk naik Bi." Delmar mengajak Killa naik ke rooftop cafe. Tempat yang sejak dulu diimpikan Killa sebagai tempat ngedatenya dengan Del.


Sesampainya di rooftop, Killa melongo. Rooftop itu sudah disulap menjadi tempat yang sangat indah. Sebuah meja dan dua kursi dengan hidangan yang tersaji diatasnya. Dan yang lebih membuat Killa ingin menangis.


Sebuah tulisan


Will you be my wife forever


Yang dikelilingi oleh lilin yang dibentuk hati.


Taburan kelopak mawar dan balon berbentuk love dengan berbagai ucapan cinta juga menghiasi tempat itu.


Dekorasinya menyerupai sebuah momen lamaran, bukan acara sweet seventeen.


Del menuntun Killa ketengah tengah lalu berlutut dihadapan cewek itu.


"Will u be my wife forefer." Ujar Del sambil membuka kotak yang berisi sepasang cincin yang menyerupai cincin pernikahan.


Killa tak bisa membendung air mata bahagianya. Berkali kali dia menyeka tapi air mata itu terus mengalir keluar.


"Yes, I will." Jawab Killa sambil mengangguk.


Dengan senyum mengembang, Del berdiri lalu memasangakan cincin dijari manis Killa. setelah itu bergantian Killa memasang cincin di jari manis Delmar. Saat menikah dulu, Delmar memang tidak memberinya cincin pernikahan. Karena jujur, Delmar tidak menginginkan pernikahan itu.


"Makasih Bi." Ucap Del lalu mencium bibir Killa. Ciuman yang sangat lembut dan tulus, sama sekali bukan karena naffsu melainkan karena cinta.


Delmar mengajak Killa duduk dikursi yang sudah disediakan. Saat tudung saji dibuka. Tampak pizza dan spageti yang sangat menggugah selera. Kelihatan banget Delmar gak Modal. Bikin kejutan dicafe milik sendiri, makananyapun juga menu disana. Ngirit bang? apa udah mulai kere?


"Kok cuma satu satu?" Kalau pizza satu masih wajar kan dipotong potong. Lah ini, spagetinya juga cuma satu porsi.


"Biar romantis, sepiring berdua." Jawab Del Sambil menggulung spageti ke garpu lalu menyuapkannya pada Killa.


"Romantis sama ngirit beda tipis." Sindir Killa.


"Ngirit?" Del terkekeh mendengarnya. "Mau seporsi, dua porsi atau berapapun tetep aja gratis. Dilihat dari sisi mananya ngirit."


"Ya disitu tadi ngiritnya, kamu nyari gratisan." Sahut Killa sambil menyesap minumannya.


"Biar makin kaya Bi. Kalau aku makin kaya, kamu juga yang seneng."


"Bener juga sih." Jawab Killa sambil gantian menyuapi Del. "Duduk lesehan dibawah yuk kak. Kayak didrakor gitu. Ngedate di rooftop top, duduk dibawah sambil nyender dibahu kamu."


"Kotor."


"Enggak, ayo." Killa berdiri lalu manarik lengan Del agar cowok itu menuruti permintaannya.


"Permintaan kamu aneh aneh."


"Masak gitu aja aneh sih. Daripada permintaan kamu, itu itu aja." Ledek Killa sambil memutar kedua bola matanya.


"Itu itu aja tapi kamu juga sukakan?" Godanya sambil terkekeh.