
Delmar berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan sebuket bunga mawar merah diatanggannya. Penampilannya yang begitu perfect membuat tatapan kaum hawa mengarah padanya, berbisik bisik tentangnya dan mengagumi sosoknya.
Tapi Del seakan tak peduli. Sepanjang jalan, cowok itu tak henti henti tersenyum, entahlah, suasana hatinya sedang bagus saat ini.
Delmar masuk keruangan Killa dan melihat istrinya itu tengah sibuk memompa asi ditemani seorang suster.
Delmar mencium kening Killa lalu meletakkan bunga mawar diatas nakas. "Spesial untuk orang terspesial." Ucapnya sambil menatap Killa teduh.
"Makasih." Jawab Killa sambil menatap bunga yang indah itu. Karena masih sibuk dengan pampingnya, dia belum bisa meraih bunga itu.
Suster yang berada disana senyum senyum sendiri melihat keromantisan pasangan muda itu.
"Iri banget aku sama alat itu Bi. Enak banget bisa nyedot kamu mulu. Giliran aku kapan?" Celetuk Del.
"Kak Del." Desis Killa sambil melotot. Kesal sekali dia pada suaminya yang bicara tak tahu sikon. Sedangkan suster itu tampak menahan tawa sambil menunduk. Delmar yang ngomong, tapi sepertinya suster itu yang malu.
"Sampai kapan sih sus, disedot gitu. Kenapa gak langsung baby yang menyusu?" Tanya Del.
"Karena bayi anda masih belum memungkinkan untuk menyusu secara langsung. Nanti kalau kondisinya sudah memungkinkan, nyonya Killa bisa langsung menyusuinya." Jawab suster tersebut.
Setelah selesai memerah, Killa menyerahkanmya pada suster dan langsung dibawa ke NICU untuk diberikan pada baby Deluna.
Killa meraih bunga mawar dari Del lalu mencium aromanya yang wangi.
"Suka?" Tanya Del sambil duduk ditepi ranjang yang sempit itu.
"Hem, cantik. Tapi aku lebih suka mawar putih."
"Gitu banget sih Bi." Sahut Del dengan muka kesalnya. "Jadi lebih suka bunga dari Manu?"
"Bukan masalah dari kak Manunya. Tapi aku memang suka bunga warna putih. Besok bawain aku bunga lily putih ya kak." Pintanya sambil bergelayut manja di lengan Delmar.
"Jadi ceritanya tiap hari minta dibawain bunga nih?"
"Gak tiap hari, besok aja." Ujar Killa sambil menampilkan senyum manisnya yang bikin Del seketika melting.
Del menaikkan kedua kakinya ke atas ranjang lalu merangkul bahu Killa. Menyandarkan kepala cewek itu didadanya dan mengecup pucuk kepalanya berulang kali.
"Pengen ngincip." Lirihnya.
"Ngincip apa?" Tanya Killa sambil mengerutkan dahinya.
Del menunjuk dagu kearah dada Killa. Membuat Killa paham dan langsung mencubit lengan Delmar.
"Ini jatahnya Deluna, bukan buat kamu." Omel Killa sambil memberikan tatapan tajam kearah Del.
"Kan ada dua. Deluna pasti gak keberatan kalau harus berbagi sama daddy nya." Ujar Del sambil menarik turunkan alisnya menggoda Killa. Dasar cowok mesum, jatah anaknya masih saja mau diembat.
"Gak takut gemuk? biasanya kan kamu minum susu low fat. Kalau asi bikin gemuk. Lihat aja tuh bayi bayi yang minum asi, pada gembul semua badannya."
Delmar terbahak bahak mendengar ocehan Killa. Dipikirnya dia bocah apa bisa dibohongin kayak Gitu.
"Disini yang juara umum aku atau kamu?" Tanya Del sambil geleng geleng. "Mau ngakalin aku? gak mempan. Otak aku lebih cerdas dari otak kamu. Asi gak ada efek apa apa jika diminum orang dewasa."
Killa tersenyum absurd, rasanya memang dia tak mungkin bisa membohongi Del. Mengingat cowok itu terlalu cerdas untuk dikibulin.
"Kak, aku kangen ayah. Tadi malam, aku mimpi ketemu ayah." Ujar Killa sambil memainkan jari jari Delmar yang berada dipangkuannya. "Ayah bilang, dia kangen aku. Dia mau ketemu aku buat minta maaf. Lucu ya kak? padahal yang salah aku, kenapa ayah yang harus minta maaf?" Tiba tiba Killa mengubah topik pembahasan.
"Kamu gak salah, aku yang salah." Sahut Del sambil membelai dan menciumi rambut Killa.
Selama ini, Killa sangat berharap memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya. Tapi kenyataannya, dia dan ayahnya tak bisa dekat. Killa selalu iri saat melihat Cea yang dekat dengan papanya.
"Kak, kamu sayangkan sama Deluna?" Tanya Killa sambil menatap kedua mata Del.
"Ngomong apaan sih kamu? ya jelas sayanglah. Deluna itu anak aku. Kamu dan Deluna segalanya buat aku." Jawab Del sambil mengusap wajah Killa dengan punggung tangannya lalu mencium keningnya lama.
"Kata orang, cinta pertama anak gadis, adalah ayahnya. Aku ingin kakak dekat dengan Deluna. Seperti papa dan Cea. Jaga Deluna, jadilah guardian angelnya."
"Iya, kita akan jaga Deluna bareng bareng."
"Kalau aku gak ada, kamu harus selalu ada buat dia."
"Emangnya kamu mau Kemana? orang kamu home schooling. Tiap hari dirumah jaga Deluna."
"Ya, mungkin aja aku ada hal lain. Pokoknya, kamu harus janji bakal selalu sayang dan jaga Deluna."
"Iya, aku janji." Del mencium bibir Killa sekilas lalu menyorokan kepalanya di ceruk leher Killa. Delmar yang iseng malah menyesap leher Killa hingga meninggalkan tanda kemerahan.
Killa diam saja tak menolak, membuat Del merasa aneh. Pasalnya cewek itu biasanya langsung menolak atau ngomel gak jelas jika Del mengisenginya.
"Tumben pasrah?" Tanya Del sambil menautkan kedua alisnya.
"Biar kamu seneng. Takutnya, aku gak bisa nyenengin kamu setelah ini."
"Kamu dari tadi ngelantur mulu deh. Gak jelas tahu gak? Emang kamu mau Kemana?" Delmar mulai merasa jika omongan Killa sedikit aneh.
"Gak Kemana mana. Tapikan kita gak tahu apa yang akan terjadi besok. Bisa saja, aku udah gak didunia ini lagi. Bisa saja aku udah berangan sama ayah. Ayah bilang, dia mau jemput aku."
"Killa." Teriak Del dengan nada jengkel. "Stop ngomong gak jelas. Omongan kamu udah ngelantur Kemana mana." Del mulai menunjukkan ekspresi kesalnya.
"Kak, aku pengen lihat Deluna. Kita ke ruangan Deluna yuk. Dia pasti juga kangen sama daddy dan mommy nya."
"Ya udah aku ambilan kursi roda dulu." Delmar turun dari ranjang lalu mengambil kursi roda yang berada disudut ruangan.
"Aku bisa jalanlah kak, aku cuma baru caesar, bukan lumpuh." Ujar Killa.
"Aku gak mau aja kamu capek. Dan lagi, aku gak mau bekas operasi kamu kenapa napa. Udah sini duduk dikursi roda." Del menempatkan kursi roda disamping ranjang Killa dan membantu cewek itu turun.
Delmar mendorong kursi roda itu hingga ke depan ruangan NICU. Tapi dia dan Killa terkejut saat melihat dari kaca, dokter dan suster tengah mengerubungi Deluna. Wajah mereka tampak panik.
"Deluna kenapa kak?" Tanya Killa panik.
"Aku gak tahu Bi. Kalau susternya keluar, kita tanya. Semoga tak terjadi apa apa pada Deluna." Delmar juga ikut cemas.
Saat suster yang didalam melihat orang tua si bayi. Dia segera keluar.
"Apa yang terjadi dengan anak kami Sus?" Tanya Del khawatir.
"Anak anda mengalami sesak nafas."
"Tapi dia gak papa kan sus?" Killa makin cemas. Kepala langsung terasa sangat berat. Dan matanya berkunang kunang.
"Dokter sedang menanganinya. Berdoa saja supaya bayi anda baik baik saja." Ujar suster itu lalu kembali masuk ke NICU.
Killa meletakkan tangannya di kaca. Ingin sekali dia menyentuh baby Deluna saat ini. Tapi dia tidak bisa, dia hanya bisa berdoa agar Deluna baik baik saja.
Kepala Killa terasa makin berat. Dan perlahan, pandangannya mulai gelap. Dan pendengarnya juga makin hilang.
"KILLLA." Hanya teriakan Delmar itu saja yang bisa Killa dengar, selebihnya dia sudah tak tahu apa apa lagi.