DELMAR

DELMAR
BIRTHDAY PARTY



Killa membongkar isi lemarinya yang tak seberapa itu. Dia sibuk mencari gaun yang pas untuk dikenakan ke party bersama Fando besok. Bukan masalah bagus tidaknya, yang menjadi masalah adalah perutnya yang mulai membuncit. Dia harus mencari gaun yang bisa menutupi perutnya itu.


Ceklek


Tanpa mengetuk, Del membuka pintu kamar Killa dan langsung masuk.


"Lagi ngapain lo?" Tanyanya sambil rebahan diatas ranjang.


Killa diam saja, dia malas menanggapi. Tapi kehadiaran cowok itu sungguh mengganggunya. Dia jadi tidak bisa mencoba gaun. Alhasil dia terpaksa menghentikan aktifitasnya mencari gaun.


"Besok malem ikut gue ya?"


"Gak bisa." Jawab Killa ketus.


"Kenapa?"


"Aku ada acara?" Jawab Killa sambil berjalan kearah kursi meja belajar lalu duduk disana.


"Tumben lo pakai ada acara. Acara apa emang?"


"Bukan urusan kamu." Jawab Killa sambil mengambil buku pr matematika nya.


Del menghela nafas. "Katanya gak mau jadi istri durhaka. Tapi mau keluar gak minta ijin sama suami."


"Emang suaminya udah bener?" Sindir Killa sambil menyeringai. "Apa suami yang selingkuh itu masih bisa dibilang bener? masih harus dihormati? masih harus dimintain ijin kalau mau keluar?"


jleb


Ucapan Killa sungguh menohok, membuat Del seketika kicep.


"Kalau kamu mau dihormati sebagai suami? hormati aku sebagai istri juga." Lanjut Killa.


Del beranjak dari ranjang dan mendekati Killa yang sedang duduk di kursi meja belajar.


"Ada yang susah gak? sini gue ajarin." Tawar Del sambil menarik sedikit buku Killa. Dia seperti sedang mengalihkan topik pembicaraan.


"Gak perlu, aku bisa sendiri." Jawab Killa ketus. "Aku mau belajar, gak usah ganggu." Usirnya.


"Idih, ngusir gue lo?"


"Bagus deh kalau paham."


Del berdecak kesal lalu keluar dari kamar Killa.


...*****...


Killa sudah siap dengan gaun hitam diatas lutut dengan make up flawless. Terpaksa dia memimjam gaun milik Cea karena semua gaunnya tak ada yang bisa menyamarkan perut buncitnya.


Sore tadi dia sudah ijin pada mama mertuanya, jika malam ini dia ada acara dan menginap di rumah Shani. Dan syukurlah mamanya itu mengijinkan.


Del yang kebetulan turun dari tangga, menatap Killa tanpa kedip saat melihat cewek itu keluar dari kamar.


"Mau kemana lo?" Tanya Del sambil memperhatikan Killa dari atas ke bawah.


"Bukan urusan kamu." Jawab Killa sambil berlalu meninggalkan Del.


"Killa." Panggil Del sambil berjalan cepat mengejar Killa.


"Ada apa sih." Kesal Killa saat Del menghadang jalannya.


"Lo mau kemana? udah ijin sama mama belum?"


"Udah." Jawab Killa lalu berjalan melewati Del.


Del melihat Killa pergi diantar Pak Joe. Tapi dia merasa ada yang janggal. Tak biasanya Killa keluar malam, apalagi dandan cantik seperti ini.


Tak bisa mendapat jawaban dari Killa. Del masuk kedalam rumah mencari mamanya.


"Mah, Killa beneran udah ijin sama mama mau keluar?" Tanya Del pada mamanya yang sedang pacaran sama papanya digazebo halaman belakang.


"Iya, udah." Jawab Rain.


"Dia bilang mau kemana?"


"Ke pesta ulang tahun temannya. Dia bilang malam ini gak pulang, nginep dirumah temannya."


"Apa! nginep?" Pekik Del.


"Iya."


"Perasaan yang suaminya kamu. Tapi kenapa kamu malah gak tau apa apa?" Ledek papanya. Del hanya mendengus menanggapi ledekan papanya.


"Mamah percaya gitu aja? Dia itu cewek mah. Kok diijinin nginep sih?"


"Mama sudah bilang, ntar malem mama vc dia. Untuk memastikan apakah dia bener bener Nginep dirumah temannya yang bernama Shani itu atau gak?"


"Ini malam minggu Del. Killa juga pengen seneng seneng kali. Masak kamu aja yang selalu keluar sama temen temen kamu. Lagian Killa cewek baik baik, dia gak mungkin macem macem." Ujar Rain. Dia sangat percaya pada menantunya itu.


"Ngomong ngomong kamu mau kemana? kenapa udah rapi gitu?" Tanya Sean saat melihat putranya sudah terlihat rapi dengan celana jeans, kaos dan jas semi formal.


"Del mau keluar, ada acara." Jawab Del lalu pergi meninggalkan orang tuanya.


...*****...


Fando menjemput Killa dirumah Shani. Killa memang sengaja minta diantar Pak Joe kesana, karena Fando akan menjemputnya disana.


Cowok yang memakai setelan semi formal itu menatap Killa tanpa kedip. Biasanya dia hanya melihat Killa memakai seragam atau baju casual biasa. Ini pertama kalinya dia melihat Killa memakai gaun dan make up.


"Kak ayo." Ujar Killa.


Tapi Fando tetap bergeming. Cowok itu bahkan tak mendengar ucapan Killa. Fokusnya tak bisa teralihkan dari pesona Killa.


"Kak." Killa mengibaskan tangannya didepan Fando.


"Eh, iya." Fando seketika gelagapan. Dia nyengir sambil garuk garuk tengkuk karena malu.


"Lagi mikirin apa sih sampai bengong gitu?"


"Mau tau yang ada dipikiran gue?"


Fando mengambil ponselnya lalu membuka kamera depan dan mengarahkannya pada Killa.


"Ini yang ada dipikiran gue."


Killa melotot melihat wajahnya dikamera depan ponsel Fando.


"Ish, kamu tuh ya." Killa menjauhkan wajahnya dari ponsel Fando. Bisa bisanya tuh cowok malah ngegombal.


"Kayaknya gak jadi ke party deh." Ujar Fando..


"Kenapa?"


"Pengen ke tempat lain aja."


"Kemana?"


"Ke KUA, halalil kamu." Jawabnya sambil tertawa ringan.


"Ish, gombal mulu dari tadi. Jadi gak sih?" Tanya Killa sambil memutar kedua matanya malas


"Iya iya jadi. Yuk." Fando berjalan kemobilnya lalu membukakan pintu untuk Killa.


"Silakan masuk my future wife." Ucap Fando sambil memegangi pintu dan merentangkan sebelah tangannya.


"Pe de banget."


"Harus dong." Jawabnya penuh percaya diri.


Fando melajukan mobilnya hingga berhenti dihalaman sebuah rumah mewah. Suasana terlihat sangat ramai. Killa sedikit minder saat melihat orang orang yang hadir terlihat sangat elegan dan berkelas.


"Yuk turun." Ajak Fando yang sudah membukakan pintu untuk Killa.


"Ini ulang tahun siapa sih kak? dari luar aja udah terlihat mewah banget. Tamunya juga tampak berkelas semua." Killa terlihat tak percaya diri. Terlebih lagi malam ini dia hanya memakai flat shoes bukan heels. Dan perutnya, semoga saja tak ada yang menyadari.


"Ulang tahunnya Chloe. Dulu sekolah di SMA 48 juga. Satu angkatan sama gue. Masak lo gak kenal sih?"


Killa mengingat ingat. Kalau dia seangkatan degan Fando. Berarti dia pernah bertemu dong..


"Tunggu tunggu." Killa inget sesuatu. "Chloe yang sekarang jadi selebgram itu?"


"Tuh tahu." Jawab Fando..


"Mantan kamu dong kak." Ujar Killa dengan ekspresi terkejut.


"Gue gak nyangka kalau gue sefamous itu. Perasaan pas gue pacaran sama Chloe kamu belum sekolah disana deh." Ya, Fando pacaran dengan Chloe saat mereka kelas X, dan saat itu Killa belum sekolah disana.


"Ya kan gosip tentang kamu selalu dibahas sama fans fans cewek kamu. Secara kamu populer banget." Kepercayaan diri Fando seketika naik berlipat ganda saat Killa bilang dia populer.


"Jangan jangan kamu salah satu fans gue?" Tanya Fando antusias.


"Bukan, aku kan fansnya Kak De__ udah ah gak usah bahas yang lalu lalu." Tuh kan Killa jadi bad mood kalau keinget Delmar.


"Eh, Delmar diundang gak ya?" Fando bertanya tanya.


Killa baru ingat, kalau dulu gosipnya Chloe ngejar ngejar Delmar saat cowok itu dekat dengan Jessica. Pantesan Fando benci banget sama Delmar. Bukan hanya pacarnya yang selingkuh dengan Del. Bahkan mantannya terang terangan ngejar Delmar.


Killa jadi tak tenang. Takut kalau Delmar juga diundang di ulang tahun Chloe.