DELMAR

DELMAR
TAKLUK



"Bebih... " Desaah Del karena ulah Killa yang tanpa sadar meremas rajawalinya yang sedang on.


Menyadari kesalahannya, Killa buru buru mendorong dada Del. Cewek itu terlihat gelisah, dia menggigit bibir bawahnya sambil meremas daster Hello kitty nya. Kenapa sampai bisa membuat kesalahan fatal yang ujungnya. Ah sudahlah, kalian pasti tahu.


"Gimana Bi, butuh penyelesaian." Ujar Del sambil mengacak acak rambutnya sendiri. Gara gara janji gak bakal minta jatah, dia jadi frustrasi. Nyesel udah pernah janji yang ujung ujungnya merugikan diri sendiri. Pengen pinjam mesin waktu untuk menarik kembali janjinya, karena pada kenyataannya, dia sangat menginginkan itu saat ini.


"Sa, salah kamu sendiri, kenapa cium aku." Jawab Killa gugup. Jantungnya berdetak tak normal dan dia sangat gelisah saat ini. Dia sudah menyakinkan diri sendiri untuk tak takluk pada pesona Del lagi.


"Please... " Mohon Delmar dengan ekspresi puppy eyes sambil mendekat kearah Killa. Membuat Killa mundur beberapa langkah untuk menghindari Del.


Kling kling kling


Disaat bersamaan ponsel milik Del berbunyi. Membuat cowok itu makin kesal saja. Dia mengambil ponselnya dan matanya membulat melihat siapa yang telepon.


"Mamah Bi. Mamah vc."


Bukan, ini bukan bagian rencana Del, cowok itu tadi hanya membohongi Killa saja. Tapi sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padanya. Hingga dia mendapat rejeki durian runtuh.


"Mamah." Killa seketika gugup. Dia bingung dengan permintaan mertuanya yang menyuruhnya memakai oleh oleh dari Singapura. "Gimana ini kak?" Killa bingung sendiri.


"Ya udah angkat aja. Bilang aja kalau kamu gak suka oleh olehnya." Jawab Del dengan santai.


"Gak bisa gitu dong kak. Aku gak mau ngecewain mamah."


Mendengar ucapan Killa membuat Del seketika tersenyum. Sepertinya usahanya membuahkan hasil. Killa tak akan mungkin tega mengecewakan mamanya.


"Ya udah sana buruan ganti baju. Biar aku bilangin mamah kalau kamu masih ganti baju."


"Ta, tapi."


"Buruan."


Killa berdecak kesal lalu mengambil lingerie dari dalam paper bag dan ganti baju.


Sedangkan Del, cowok itu segera menjawab vc dari sang mama.


"Hai mama, tunggu bentar ya, Killanya lagi ganti baju. Dia seneng banget loh sama hadiahnya. Makanya langsung dicobain sama dia." Ujar Del saat melihat wajah mamanya diponsel.


Wajah Rain terlihat bingung. Tapi buru buru Del menutup vc, takut mamanya ngomomg sesuatu yang bisa menggagalkan rencana liciknya. Del mengirim pesan pada mamanya agar mengikuti rencananya.


Del menatap Killa cengo. Matanya tak berkedip melihat istrinya yang tampak sangat seksi dengan lingerie hitam, warna favoritnya itu. Tapi sekarang dia justru makin tersiksa dengan sesuatu dibawah yang mendesak minta dibebasskan.


Sedangkan Killa, wajah cewek itu memerah karena malu. Apalagi ditatap Delmar kayak gini. Auto pengen nangis kejer dia saking malunya.


Saking fokusnya menatap Killa. Del sampai terjingkat kaget saat ponselnya kembali berdering.


"Njirr bikin kaget aja." Umpatnya pada ponsel yang sedang dia pegang. Di layar tampak tulisan mama tersayang.


"Mamah Bi, cepetan sini." Del menepuk kasur disebelahnya dan langsung diangguki oleh Killa.


"Ha, hallo mah." Jawab Del sambil tersenyum aneh kearah mamanya. Duduk disebelah Killa yang memaki lingerie membuat jantungnya melompat lompat. Berbicara saja dia sampai gagap. Darahnya berdesir hebat , tubuhnya terasa panas dingin. Aroma tubuh Killa seakan melumpukan saraf otaknya.


"Hai mah." Ujar Killa ragu ragu. Cewek itu tampak sangat tak nyaman dengan pakaiannya.


"Cantik sekali sayang. Suka gak sama oleh olehnya?" Tanya sang mama sambil berusaha menahan tawa. Dia tak menyangka putranya bisa punya ide gila seperti ini.


"Del." panggil Rain saat menyadari jika putranya itu terlalu fokus menatap belahan dada istrinya. Tapi yang dipanggil tak dengar karena terlalu fokus menatap sesuatu yang indah itu. Ukuran dada Killa memang menjadi lebih besar karena faktor kehamilan.


"Delmar." Rain kembali memanggil.


"I, iya mah." Del gelagapan lalu mengibas ngibaskan tangannya didepan leher. Cowok itu sangat kepanasan sekarang.


"Killa cantik gak pakai lingerie pilihan mama?" Goda Rain.


"Can, cantik mah. Banget malahan." Jawab Del sambil menoleh kearah Killa. Membuat Killa mirip kepiting rebus saking malunya. Dan jangan lupakan, jantung Killa juga lagi kayak disko sekarang. Jedag jedug gak karuan.


"Tuh sayang, dipuji suami kan. Makanya, harus sering sering pakai gituan buat manjain suami." Rain malah mengompori.


"I, iya mah."


Rain ingin sekali tertawa ngakak melihat anak dan menatunya yang sama sama terlihat gugup itu.


"Udah dulu ya mah." Del tak sanggup lagi berlama lama ngobrol dengan mamanya. Dia segera mematikan sambungan telepon dan meletakkan benda mahal itu diatas nakas.


Del menatap Killa dengan mata berkabut. Deru nafasnya memburu. Membuat Killa merinding dan buru buru ingin kabur.


"Aku ganti baju dulu ya kak." Ujarnya sambil beranjak dari ranjang.


"Gak usah." Del menahan tangan Killa agar tak kemana mana. "Aku udah gak bisa nahan lagi." Ujarnya lalu mendaratkan ciuman dibibir Killa. Ingin menolak, udah terlambat. Killa bagai tersengat listrik tegangan tinggi, membuat tubuhnya seketika lemas dan berujung menerima semua perlakuan Delmar.


Biasanya tak seperti ini saat dia dicium Del. Tapi kali ini entahlah, dia seperti sangat menginginkan belaian suaminya. Mungkin faktor hormon kehamilan. Atau mungkin Killa saja yang tak sanggup menolak pesona Delmar.


Del melingkarkan tangannya dipinggang Killa, dan satu tangannya lagi menahan tengkuk cewek itu. Mel*mat bibir rasa strawbery itu dengan ganas seakan akan takut besok tak bisa merasakan lagi. Menyesap dan menggigit kecil. Lidahnya memaksa masuk kedalam mulut Killa dan bermain main disana. Membuat Killa terbuai dan membalas permainan suaminya.


Saat meresa Killa sudah meresponnya. Del mulai melepaskan tangannya yang berada pinggang Killa. Tangannya itu mulai bergerak menyentuh dada Killa dan meremasnya dengan lembut. Membuat Killa blingsatan dan mulai meremas lengan dan bahu Del.


Desahhan Killa lolos saat Del melepaskan ciumannya. Bibirnya mulai bergerak menyusuri telinga hingga leher. Tak ingin membuat Killa malu, Del hanya membuat kissmark dibagian dada.


"Boleh?" Tanya Del ketika tangannya mulai menyentuh inti tubuh Killa yang sudah basah.


Sudah kepalang tanggung, Killapun tak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia juga rindu sentuhan Delmar. Tanpa paksaan, dia mengangguk pasrah.


Killa merutuki dirinya sendiri. Hatinya ingin menolak, tapi tubuhnya menginginkan. Sekali lagi, Killa dibuat takluk dengan pesona cowok tampan bernama Delmar kalandra.


Anggukan kepala Killa Membuat Del tersenyum. Dengan bersemangat dia menarik g string baru itu hingga talinya putus. Rugi banget, beli mahal mahal sekali dipakai udah koyak.


Dia sudah sangat tak tahan untuk memasukkan rajawali kesarangnya.


"I love u Bi." Ujar Del sambil mengecup lama kening Killa saat dia sudah mendapatkan pelepasanya.


"I love u too." jawab Killa pelan dengan nafas terengah. Dia sudah kehabisan tenaga saat ini efek beberapa kali mendapatkan pelepasan.


Del tersenyum melihat wajah lelah Killa. Dia menyeka keringat dikening Killa lalu mengambil tisu diatas nakas untuk membersihkan miliknya dan milik Killa.


Del mencium perut Killa lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya yang sekali lagi bisa dia taklukkan.


SEBENARNYA BUKAN MAU TAMAT NOVELNYA. Hanya saja author sudah bikin konflik puncak dan lagi mikirin bab penyelesaiannya. Makanya minta pendapat mau happy ending atau sad ending.