
PLAK
Killa yang geram menampar Laura dengan sangat keras.
"Killa." Teriak Del yang melihat dengan mata kepalanya sendiri Killa menampar Laura.
Killa terkejut melihat Del yang tiba tiba ada disana. Sedangkan Laura, cewek itu langsung menghambur memeluk Delmar sambil menangis.
Del menatap tak percaya kearah Killa. Tak menyangka jika cewek yang biasanya lembut itu berani mengangkat tangannya untuk menampar seseorang.
"Lo gak apa apakan kan beb?" Tanya Del sambil memeriksa wajah Laura. Tampak jelas bekas tamparan Killa yang membuta pipi putih Laura seketikan memerah.
"Ini gak seperti yang kamu lihat Kak." Killa mencoba menjelaskan.
"Terus seperti apa?" Sinis Del.
"Laura yang mulai duluan." Kata Killa.
"Aku cuma mau ngomong baik baik sama dia, tapi dia malah nyolot dan maki maki aku."
"Bohong." Teriak Killa saat Laura memfitnahnya.
"Killa bilang dia suka sama kamu. Killa juga bilang bakal ngerebut kamu dari aku. Dia jahat sayang, dia pacaran sama Dilan cuma agar bisa deket sama kamu." Adu Laura sambil menangis.
"Gak usah nangis. Gak ada yang bakal ngerebut gue dari lo." Ujar Del sambil menghapus airmata Laura.
Kini giliran Killa yang menangis. Hatinya hancur melihat perhatian Del pada Laura.
"Kak sakit." Laura menunjukkan lengan dan kakinya yang luka dan mengeluarkan sedikit darah.
"Astaga, kenapa sampai seperti ini?" Del melihat luka itu lalu menatap tajam kearah Killa.
"Bukan Killa." Ucap Killa sambil geleng geleng. Dia tahu arti dari tatapan Del yang seakan akan menuduhnya yang melakuakan semua itu. Killa sangat yakin jika tadi dia tak mendorong Laura. Dan luka itu, entah kenapa bisa ada.
"Killa ngedorong aku sampai jatuh dan luka kayak gini." Laura menunjukkan wajah melas yangbminta dikasihani. Seakan akan dia adalah korban penganiayaan.
"Keterlaluan lo Kill." Bentak Del dengan tatapan yang mampu menghancurkan hati Killa.
"Sakit kak." Rengek manja Laura yang bikin Killa mual dan pengen muntah. Killa baru tahu jika Laira sangat licik. Dia menyesal pernah merasa bersalah karena menjadi orang ketiga dalam hubungan Del dan Laura.
"Ya udah, ayo gue anter ke uks, biar luka lo diobatin." Del merangkul pundak Laura dan meninggalkan Killa.
Laura menoleh sambil tersenyum sinis ke arah Killa. Senyum penuh kemenangan. Dimana semua rencananya untuk menghancurkan Killa telah berhasil. Luka ditangan dan kakinya, dia sendiri yang membuat tanpa sepengetahuan Killa.
Killa menghapus airmatanya lalu kembali kekelas, dia tak ingat dengan janjinya yang akan menyusul Shani ke kantin.
"Lo keterlaluan Kil. Gue sampai jamuran nungguin lo dikantin tapi gak dateng. Malah enak enakan tidur disini." Omel Shani yang melihat Killa merebahkan kepalanya diatas meja membelakangi Shani.
"Kil, lo tidur?" Shani mengguncang pelan bahu Killa.
"Shan." Killa mengangkat kepalanya lalu memeluk Shani. Shani bisa merasakan tubuh Killa yang bergetar. Cewek itu sedang menangis, bahkan Shani juga bisa mendengar isaknya walau pelan.
"Lo kenapa Kil?" Tanya Shani sambil membelai rambut panjang Killa. "Cerita sama gue."
Killa diam saja, dia masih terisak. Dadanya terasa sesak, dia bahkan tak mampu untuk berkata kata.
"Laura bilang apa sama lo? dia nyakitin lo?" Shani mengangkat bahu Killa dan melihat wajah sahabatnya itu. Wajah Killa sembab, matanya merah dan pipinya basah karena air mata.
"Lo diapain sama Laura? bilang sama gue Kil." Shani cemas melihat Killa yang terlihat begitu buruk. "Dia jahatin lo?" Shani terus mendesak, dia yakin ini semua ada kaitannya dengan Laura. Mengingat cewek itu yang tadi mengajak Killa bicara berdua.
Belum sempat Killa bercerita Bu Shafa terlanjur masuk dan memulai pelajaran.
...******...
Kling
Sebuah notifikasi masuk satu menit setelah bel pulang berbunyi. Bukan hanya di ponsel Killa, melainkan dihampir semua ponsel milik anak SMA 48.
Killa yang lagi bad mood yang tertarik sama sekali melihat ponselnya. Tapi tak demikian dengan Shani. Cewek itu langsung antusias saat melihat notif unggahan ig dari akun @lambe_48.
Caption yang tertera.
"UDAH DAPAT ADIKNYA, MASIH SAJA NGEJAR KAKAKNYA. DEFINISI CEWEK SERAKAH ALIAS GAK TAHU DIRI."
Captionnya sungguh membuat siapa saja penasaran dan ingin melihat vidionya.
"Kamu sudah dapat Dilan, jadi please lepasin Kak Del. Gue cinta banget sama Kak Del. Jangan ambil dia dari gue. Gue mohon, please, lepasin kak Del."
"Aku gak bisa, aku cinta sama Kak Del.
"Dimana perasaan lo sebagai sesama cewek. Tega lo mengambil pacar teman lo sendiri. Salah gue apa Kil sama lo? Kita teman, tapi kenapa lo nusuk gue dari belakang."
Cuplikan percakapan itulah yang ada dividio serta saat Killa mengehempaskan Laura hingga tersungkur dan saat Killa menamparnya.
"Kil, ini bukan lo kan?" Shani terlihat shock, selama mengenal Killa, belum pernah dia melihat Killa se bar bar itu.
"Apaan sih Shan." Killa yang udah siap pulang jadi penasaran lalu melihat ponsel Shani.
Jantung Killa seperti berhenti berdetak. Kakinya lemas dan seketika dia terduduk kembali dibangkunya sambil meremat rok abu abunya hingga kusut.
"Gak nyangka Killa sejahat itu."
"Sok sokan polos ternyata siluman rubah."
"Pelakor."
"Licik banget. Tega manfaatin adiknya Kak Del."
"Kasihan banget Laura."
"Jahat banget sampai pakai kekerasan."
Telinga Killa panas mendengar semua cibiran yang dialamatkan padanya.
"Kil." Shani merangkul Killa yang masih terlihat shock. Sebagai seorang sahabat, dia harus bisa menjadi pegangan Killa saat seperti ini.
"Gak seperti itu Shan. Kejadiannya gak kayak gitu. Vidio itu editan, gak gitu lengkapnya." Ujar Killa sambil memeluk Shani.
"Eh Shani, masih mau aja lo temenan sama cewek uler kayak gitu." Cibir salah satu teman mereka.
"Diam lo." Bentak Shani.
"Cewek kayak gitu mah gak usah dibela. Ngelunjak, lama lama cowok lo diembat juga." Sahut teman yang lain.
"Kalian bisa diem gak sih? vidio itu editan, Killa gak kayak gitu." Teriak Shani yang makin geram.
"Gak kayak gitu gimana? jelas jelas dia nampar Laura. Dia juga ngedorong Laura hingga jatuh. Dia juga bilang sendiri kalau suka Kak Del. Padahal dia pacar adiknya. Dasar cewek gak tahu diuntung. Udah bagus dapat adiknya Kak Del, masih aja mau kakaknya. Serakah banget jadi cewek."
"Kasian banget adiknya Kak Del."
"Udah gak usah didengar, ayo gue anter pulang." Shani menggandeng lengan Killa keluar dari kelas. Dan sepanjang perjalanan hingga parkiran, semua mata tertuju pada Killa. Bahkan ucapan ucapan pedas, terang terangan ditujukan pada Killa.