
Delmar tersenyum melihat wajah Killa yang memerah karena malu. Tangannya memegangi erat selimut yang menutupi tubuhnya, seolah olah benda itu sangat berharga baginya.
"Nih." Del menyodorkan sebotol air meniral pada Killa dan langsung disambut antusias oleh cewek manis itu.
"Pelan pelan." Ujar Del saat melihat Killa minum seperti orang yang tak minum tiga hari.
"Kak bisa minta tolong." Tanya Killa.
"Apa?"
"Ambilin baju Killa." Ujarnya sambil menunjuk dagu kearah seonggok baju yang tergeletak tak berdaya dilantai. Jaraknya yang lumayan jauh membuat Killa bingung bagaimana cara untuk mengambilnya, mengingat dia masih dalam keadaan naked.
Tatapan mata Del mengikuti arah dagu Killa. Tidak susah untuk Del mangambilkannya, tapi dia sengaja ingin mengerjai Killa.
"Lama lama kamu ngelunjak, nyuruh nyuruh gue terus. Barusan udah nyuruh gue ngambil air didapur. Udah jauh, turun tangga, capek tauk. Ambil sendiri sana." Del pura pura marah, padahal dia menahan tawanya. Sengaja dia ingin melihat bagaimana cara Killa mengambil bajunya sendiri.
Killa mendengus kesal lalu berusaha untuk bangun. Dia menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya lalu turun dari ranjang.
"Sss " Killa mendesis saat merasakan bagian intinya sedikit perih saat dipakai berjalan. Padahal dia pikir tak akan begini rasanya, mengingat ini bukan yang pertama.
"Kenapa?" Del terlihat cemas melihat Killa meringis.
Killa enggan menjawab, pelan pelan dia berjalan menuju pakaiannya.
Del duduk manis bersandarkan kepala ranjang sambil menahan tawa melihat cara jalan Killa yang lucu. Tubuhnya yang terbungkus selimut besar hinga leher membuatnya seperti kepompong.
Del tiba tiba merasa cemas. Selimut besar itu bisa saja mencelakakan Killa dan bayi dalam kandungannya. Buru buru dia menghampiri Killa. Dan benar saja.
"Aww..." Teriak Killa yang hampir terjatuh karena menginjak selimutnya sendiri. Beruntung Del sudah dekat dan bisa menahan pinggang Killa agar tak sampai terjatuh.
"Lo gak papa kan?" Tanya Del sambil menegakkan tubuh Killa. Cowok itu terlihat cemas.
"Gak papa." Jawab Killa sambil menatap mata Del. Senyumnya mengembang, dia malah membayangkan seperti adegan adegan penyelamatan disinetron. Biasanya peran utama akan saling bertatapan lalu jatuh cinta.
"Lo lagian kenapa pakai ginian segala." Bentak Del sambil menarik selimut yang dipakai Killa lalu membuangnya asal. Killa terperanjat, padahal dia sudah membayangkan adegan mesra, taunya malah dimarahin. "Kalau saja gue gak sempet nahan tubuh lo, gimana nasib anak kita." Omelnya sambil memelototi Killa. Dia lupa kalau dia yang sengaja tak mau mengambilkan baju milik Killa.
Seperti kamu terlalu berharap Kil. Gak ada adegan slowmo saling tatap lalu berakhir ciuman, yang ada malah diomelin.
Killa terkejut saat merasakan tubuhnya melayang. Ya, Del sedang mengangkat tubuhnya dan membawanya kedalam kamar mandi. Killa reflek mengalungkan tangannya dileher Del sambil menggigit bibir bawahnya. Dia menahan senyum, hatinya berbunga bunga saat ini. Walaupun yang tadi tak sesuai ekspektasinya, tapi digendong ala bridal style, not bad lah.
Saat Del menurunkannya dikamar mandi. Killa segera menutupi asetnya menggunakan kedua tangannya.
"Kakak keluar dulu, Killa mau bersih bersih." Ujar Killa sambil balik badan memunggungi Del.
"Gue juga mau bersihin punya gue." Jawab Del santai sambil membuka celana kolor yang dia pakai.
"Kan bisa gantian kak." Protes Killa. "Kamu ntar aja habis aku."
"Kelamaan, udah buruan, bersihin bagian itu aja, gak usah mandi."
"Kenapa?" Tanya Killa masih dengan posisi membelakangi Del.
"Ini tengah malem, gak baik buat mandi."
Killa menuruti perkataan Del, dia segera membersihkan bagian intinya lalu memcuci muka dan melilit tubuhnya dengan handuk yang ada dikamar mandi.
Del selesai lebih dulu. Tapi dia masih setia berdiri bersandarkan tembok sambil melipat kedua tangannya didada. Matanya tak pernah lepas memperhatikan gerak gerik Killa.
"Bisa jalan?" Tanya Del saat melihat Killa sudah selesai dan mau keluar.
"Kenapa? mau gendong Killa lagi?" tanyanya penuh harap.
"Enggak, cumak nanyak." Jawa Del datar.
Sialan, kalau gak biar gendong, kenapa nanyak. Suka banget deh bikin Killa baper.
Killa segera keluar lalu diikuti Del dibelakangnya.
"Ngapain?" Del menahan tangan Killa yang ingin membuka almari..
"Ambil baju."
"Gak usah." Sahut Del lalu mengangkat tubuh Killa keatas ranjang.
"Kak Del apaan sih." Kesal Killa sambil mengerucutkan bibirnya. Cewek itu mau turun tapi malah handuknya ditarik oleh Del hingga terlepas.
"Kak Del." Pekik Killa sambil melotot dan menutupi asetnya menggunakan tangan.
"Diam disitu, gue ambilin selimut baru." Del membuka almari lalu mengambil selimut bersih dari dalamnya.
"Killa mau baju, bukan selimut." Protes Killa saat Del menyodorkan selimut kearahnya.
"Jadi gak mau? ya udah gitu terus aja sampai pagi." Del menarik balik selimutnya.
Mendapatkan sodoran selimut dari Del, buru buru Killa menyaut lalu menggukannya untuk menutupi tubuhnya. Del mengambil sessuatu dari laci meja belajarnya kemudian naik ke atas ranjang, duduk disebelah Killa.
"Nih, pasti perut kamu lapar. Bumil kan mudah lapar." Del menyodorkan wafer bungkus oren pada Killa.
"Makasih" Jawab Killa sambil membuka bungkus wafer lalu memakannya. "Kakak mau?" Tawarnya.
"Buat kamu aja." Jawab Del sambil memperhatikan Killa yang sedang makan.
"Belepotan banget sih." Del membersihkan remahan wafer yang berada disekitar mulut Killa. Mendapatkan perlakuan Semanis itu, membuat Killa speechless.
"Huf." Del meniup mata Killa yang tak berkedip untuk beberapa saat. "Kok malah bengong?"
Killa tersenyum sambil menutupi wajahnya karena malu. Malu ketahuan manatap Del tanpa kedip.
"Kakak habis gosok gigi ya?" Tanya Killa saat merasakan aroma mint menyapu wajahnya tatkala Del meniupnya tadi.
"Kenapa?" Del mengernyitkan dahinya.
"Nafasnya harum, gak kayak tadi, bau minuman. Killa sampai pengen muntah waktu dicium kakak."
"What!" Pekik Del sambil melotot. Dia dibuat tak percaya dengan ucapan Killa. Baru kali ini ada cewek yang bilang ingin muntah saat diciumnya.
Del beringsut dan hendak turun dari ranjang tapi lengannya ditarik oleh Killa.
"Kakak marah?" Cewek itu terlihat menyesal telah mengeluarkan kata kata tadi. Apalagi melihat wajah Del yang tampak tersinggung. "Sory, Killa gak bermaksud menyinggung kakak. Killa gak ngatain kakak bau mulut. Killa hanya gak suka bau alkohol, hanya itu. Please... jangan ngambek."
Del melepaskan tangan Kilka lalu turun dari ranjang dan berjalan menuju meja belajarnya.
"Kak Del mau kemana? Jangan pergi, please. Killa minta maaf."
"Apaan sih Kil." Ucap Del sambil membalikkan badan. "Gue cuma mau ngecharge ponsel. Baru inget kalau ponsel gue kehabisan daya."
Glodak
Muka Killa seketika merah padam. Dia malu, dia sudah overthingking. Takut kalau sampai Del marah dan ninggalin dia.
Del terkekeh lalu kembali naik ke atas ranjang.
"Takut gue tinggalin?" Ujar Del sambil menaikkan satu alisnya.
"Eng, enggak kok. Si, siapa yang takut." Killa sedikit gelagapan karena malu. "Udah ah Killa mau tidur."
Del menahan lengan Killa saat cewek itu mau berbaring. "Kita pillow talk dulu." Ujar cowok itu sambil masuk kedalam selimut yang dipakai Killa.
Killa ingin menggeser tubuhnya menjauh, tapi Dek malah menarik pinggangnya mendekat kearahnya.
"Ternyata kalau naked, perut lo udah kelihatan buncit ya."
Darah Killa berdesir saat tangan Del menyentuh langsung kulit perutnya.
"Kak dingin, Killa pakai baju ya." Killa beralasan, sebenarnya dia sangat grogi saat ini.
"Sini gue peluk, biar gak dingin." Del makin merapat lalu merengkuh Killa dan membenamkan wajah cewek itu didadanya.
Jantung Killa berdegup kencang. Aroma tubuh Del merasuki indra penciumannya dan membuat Killa seakan kehilangan akal sehatnya.
"Gimana sekarang?" Tanya Del sambil membelai punggung polos Killa.
"Panas."
"Apa!"
"Eng, enggak." Killa makin salting. Bisa bisanya dia keceplosan bilang panas. Sentuhan Del memang membuat tubuhnya terasa panas dan bagai disengat listrik.
Del tersenyum melihat Killa yang salah tingkah. Dan hal itu membuat Del makin bersemangat untuk menggodanya.
Del melepaskan pelukannya lalu melepas bajunya
"Kakak mau ngapain?" Killa makin salting.
"Skin to skin."
"Killa gak hipotermia, cuma dingin doang."
Bukan Del namanya jika tak bertindak sesuka hati. Cowok itu seketika merengkuh tubuh Killa dan mencium bibir yang basah dan manis itu.
Puas dengan bibir, ciuman Del turun menyusuri leher jenjang Killa dan menambah kissmark yang tadi sudah dibuatnya..
"Kak...Del.. " Killa melenguh saat Del menghisap puncak dadanya dan tangannya mengelus lembut baby dalam perut Killa.
"Lanjut ronde ke dua ya Kil." Ujar Del dengan mata sayu dan suara sedikit serak. Seperti kerbau yang dicocokkan hidungnya. Killa mengangguk ucapan Delmar.