DELMAR

DELMAR
SELFI



Killa tak menemukan Del didalam kamar sepulang dia dari mall. Cewek itu kemudian mencari di ruangan lain. Dan akhirnya menemukan Delmar yang sedang berada diruang fitnes.


Killa memperhatikan Del yang sedang berlari di atas treadmill. Keringat yang membasahi tubuhnya membuat Del terlihat lebih seksi. Otot lengannga tampak begitu sempurna membuat Killa tak berkedip untuk beberapa saat. Killa mesam mesem membayangkan jika lengan kekar itu menggendongnya. Astaga, Killa terlalu halu.


bugh


Killa gelagapan saat pandangannya tiba tiba gelap. Apalagi kalau bukan ulah Delmar yang melemparkan kaosnya tepat dimuka Killa.


"Apaan sih kak." Killa segera mengambil kaos yang menutupi wajahnya. Saat pandangannya mulai terbuka, Killa dibuat cengo dengan pemandangan didepannya. Bagaimana tidak, Del sudah telanjang dada hingga membuat Killa menelan salivanya dengan susah payah. Pemandangan yang luar biasa sempurna dimata Killa.


"Lap iler lo."


"Hah." Killa buru buru menyeka sudut bibirnya. Kering, gak ada tanda tanda ileran, Killa baru sadar kalau Del hanya mengerjainya.


Del meneguk air mineral dari botol lalu sisanya dia guyurkan dirambut lalu mengibaskannya. Lagi lagi Killa di buat spechless, dia seolah sedang melihat adegan slowmo seperti di iklan di tv.


Dug


"Aduh.." Pekik Killa sambil mengusap dahinya yang sakit akibat lemparan botol air mineral kosong 1500ml.


"Kalau lihat gue itu kedep. Gue kasian aja ama mata lo, capek." Ledek Del sambil duduk lesehan dipinggir ruangan dengan bersandar pada dinding.


"Duduk sini." Titah Del sambil menepuk space kosong disebelahnya.


Killa tersenyum lalu menghampiri Del dan duduk disebelahnya.


"Jangan keseringan senyum."


"Kenapa? takut jatuh cinta ya?" Goda Killa sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Takut dikira gila." Jawab Del sambil menarik garis miring didahi menggunakan telunjuknya.


"Jahat." Gumam Killa sambil merengut.


"Jadi beli ponsel?"


"Hem." Killa mengangguk cepat sambil tersenyum.


"Kayak punyak gue?" Lagi lagi Killa hanya mengangguk. "Warna?"


"Black."


"Sama juga warnanya?"


"Hem."


"Dasar bucin." Del yang gemas langsung menarik kedua pipi Killa.


"Kak Del suka gitu deh. Nanti pipi Killa cubby kalau ditarikin mulu." Protes Killa sambil mengusap pipinya yang agak panas.


"Biarin aja cubby, lo itu terlalu kurus. Eh, ngomong ngomong, lo itu hamil berapa bulan sih Kil, tubuh lo kok kayak biasa aja, gak ada perubahan?" Del menatap perut Killa yang terlihat masih datar.


Killa menghela nafas panjang, ada rasa kecewa dihatinya. Ayah dari janinnya bahkan tidak tahu usia kandungannya.


"Jalan 4 bulan."


"Kok masih belum kelihatan? Jangan jangan dia gak tumbuh dengan baik? lo kurang makan kali? atau lo gak pernah minum vitamin? atau lo gak minum susu ibu hamil?"


Del memberondong Killa dengan berbagai pertanyaan. Entah itu sebuah perhatian atau saking kurang perhatiannya sampai Del tak tahu apa apa tentang kondisi kehamilan Killa.


"Kata dokter baik kok kak. Hanya saja berat badan Killa emang susah naik. Kata dokter Killa gak boleh terlalu stress, biar dedek bayinya tumbuh sehat."


"Makanya jadi orang itu gak usah baperan, dikit dikit diambil hati, stress kan jadinya."


Huft malah Killa yang kena omel. Dia gak sadar siapa yang selalu bikin Killa stress. Ya bapaknya si jabang bayi itu yang selalu bikin stress. Dasar cowok gak peka.


"Tapi hari ini udah happy kan? udah ngemall sama Cea dan Nom. Kalian bertiga pasti udah nguras Atm gue, iya kan? Habis berapa?"


"Gak ngitung." Jawab Killa sambil nyengir gak jelas. "Cea yang belanja paling banyak, semua semua dia beli. Aku mau bilang jangan ya gak enak, kan dia adik kamu." Killa menjelaskan sambil menusuk nusuk lengan Del menggunakan telunjuknya. Lengan kekar itu terlihat sangat keras dan sungguh menggoda minta dipeluk.


"Lo lihat saldo gue?"


"He em." Jawab Killa tanpa melihat Del. Dia terlalu fokus memainkan jarinya di lengan Del.


"Makin bucin dong lo liat saldo atm gue?"


"He em."


"Dih, dasar cewek matre."


"He em."


Del melirik Killa yang sejak tadi hanya he am he em saja. Sepertinya cewek itu tidak fokus pada ucapan Del. Dia malah fokus memainkan jarinya di lengan Del. Del yang gemas langsung menarik kepala Killa kekalam ketiaknya lalu menghimpitnya dengan lengan.


"Kak Del bauk." Killa meronta ronta ingin lepas.


Bukannya melepaskan, Del malah menertawakannya.


"Hukuman buat lo yang gak dengerin gue ngomong." Ujar Del sambil mengendurkan lengannya yang menghimpit kepala Killa.


"Killa dengerin kok."


"Emang gue ngomong apa tadi?"


"Emmmm" Killa menggigit bibir dalamnya sambil garuk garuk kepalanya. Sejujurnya dia memang tak mendengar ucapan Del.


"Tuh kan." Del mendorong kepala Killa dengan telunjuknya. "Kebanyakan ngehaluin gue sih lo." cibirnya. "Udah ah, gue mau mandi." Del segera bangkit dan keluar ruangan.


"Kenapa? mau ikut?" Tanyanya sambil menghentikan langkah.


"He em."


"Yakin?"


"Iya."


"Beneran mau ikut?" Del mengernyit heran. Dia mengamati Killa dari atas kebawah. Perpikir apakan ada yang salah dengan cewek itu.


"Iya." Killa jadi bingung dengan tanggapan Del yang terlihat aneh.


"Ya udah ayo." Ujung bibir Del naik keatas melengkungkan senyuman. Dia meraih tangan Killa dan menggandeng cewek itu masuk kedalam kamar. Entah kenapa, hatinya tiba tiba berdebar.


"Kak Del lepas." Killa menarik tangannya dari genggaman Del saat mereka hampir tiba didepan pintu kamar mandi.


"Kenapa?"


"Ya lepasin, kan katanya kak Del mau mandi."


"Terus?"


"Ya udah masuk sana?" Killa menunjuk dagu ke arah kamar mandi.


"Elo?"


"Killa? emang kenapa dengan Killa?" Killa jadi bingung.


"Katanya tadi mau ikut?"


"Kan udah ikut sampai kekamar."


"Jadi maksud lo?"


"Killa ikut kak Del ke kamar."


"Astaga."


BRAKK


Del membating pintu kamar mandi dengan keras. Dia baru sadar jika salah mengartikan ucapan Killa. Ikut yang dimaksud cewek itu adalah Ikut kekamar, bukan ikut mandi. Kayaknya kamu terlalu ngarep deh bang Del, wkwkwk.


Ceklek


Killa menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi kembali dibuka. Dengan sedikit malu, Del keluar lagi untuk mengambil baju ganti.


...*******...


Del keluar dengan memakai celana pendek dan kaos oblong warna hitam. Hampir semua isi almarinya dominasi warna hitam dan biru. Sepertinya hanya dua warna itu saja yang Del sukai. Dia menggosok rambutnya yang basah sambil berjalan kearah Killa yang terlihat sedang sibuk dengan ponsel barunya.


"Kak Del selfi yuk." Ajaknya penuh semangat.


"Males, lo kucel belum mandi."


"Tadi udah, sebelum ke mall."


"Tapi sepulang dari mall lo belum mandi."


"Tapi Killa masih wangi kok." Ujarnya sambil mengendus bau badannya sendiri.


"Tapi muka lo kucel."


Killa berdecak kesal. Yah dirinya mungkin harus nyadar diri. Del tak mau bersanding dengannya walaupun cuma dalam foto.


"Dih, gitu aja mau nangis." Goda Del sambil meraih ponsel Killa. "Yuk, tapi dibalkon aja. Biar view nya bagus, kelihatan langit malam." Del berjalan duluan menuju balkon sambil merapikan rambutnya menggunakan jari.


Killa tak bisa lagi menahan senyum. Dia segera bangkit dan menyusul Del ke balkon.


Del mencoba selfi dari beberapa sudut untuk mencari angel yang bagus.


"Sini." Ujar Del saat dia sudah menemukan angel yang menurutnya paling bagus. Mereka berdiri disamping pagar besi pembatas balkon. Posisinya yang menghadap ke rumah membuat pemandangan langit malam tampak dibelakang mereka. Langit yang begitu cerah dihiasi bulan dan bintang menjadi background selfi mereka.


Del merapikan rambut Killa yang sedikit berantangan hingga membuat cewek itu baper dan senyum senyum sendiri.


"Dibilangin jangan suka senyam senyum, masih aja bandel." Del kembali memprotes senyum Killa. "Udah hadep kamera, gue hitung sampai tiga ya."


Del mengarahkan kamera kearah mereka berdua. Berbagai gaya mereka coba sampai tak terhitung berapa banyak foto selfi yang sudah diambil.


"Bagus bagus kan?" Del menunjukkan hasil jepretannya pada Killa.


"Hem, bagus. Satu kali lagi kak."


"Udah segini banyak masih kurang?"


"Sekali lagi, satu aja." Rayu Killa.


"Ok." Del kembali mengarahkan kamera kearah mereka berdua.


"3, 2, 1."


Cup


Killa mencium pipi Del tepat saat cowok itu akan menekan tombol capture.