
Terlihat tiga orang cewek sedang asyik bersenda gurau sambil menonton spongebob diruang keluarga. Mereka adalah Killa, Cea dan Naomi. Ketiganya tampak dekat walaupun ini pertama kalinya Killa bertemu Naomi.
Naomi adalah gadis berhijab yang sangat ceria. Anak dari sahabat Sean, Leo dan Zalfa yang duduk dikelas XI sama dengan Killa. Hari ini mereka libur sekolah karena anak kelas XII ujian akhir. Sedangkan Cea, dengan segala drama sakit perutnya, akhirnya dia diijinkan tidak sekolah oleh mamanya.
"Pantesan rumah gue udah kayak terminal ramainya, si kaleng rombeng ada disini." Suara Del mengagetkan ketiga cewek itu. Mereka kompak menoleh kearah Del yang baru pulang sekolah.
"Assalamualaikum calon suamiku, tapi gagal." Ujar Naomi sambil sambil bangkit lalu berjalan lenggak lenggok layak model menuju Del.
"Cih, jijik gue." Delmar mendorong Naomi yang ingin memeluknya.
"Dih, menjijikkan kata lo?" Kasal Naomi sambil melotot. "Lupa lo, kalau dulu kita sering tidur bareng. Gue bahkan masih menyimpan foto naked lo."
Mata Killa seketika membulat. Dia tak menyangka jika hubungan mereka sudah sejauh itu. Tadi Cea sempat cerita kalau dulu Del dan Naomi pernah dijodohkan. Tapi perjodohan itu tak berlanjut karena Del menikah dengan Killa.
Delmar yang kesal dengan ucapan Naomi langsung menarik hijab cewek itu sampai hampir terlepas.
"Delmar gila!" Pekik Naomi sambil menahan hijabnya agar tidak lepas dari kepalanya. "Lo mau ngelecehin gue? ini aurat begok." Bentak Naomi sambil rapikan kembali hijabnya.
"Halah hijaber KW kayak lo sok sok an ngerti aurat. Lo pikir gue gak tahu kalau lo pakai hijab cuma pas dirumah sama sekolah doang? Gue bahkan punya foto saat lo dateng ultahnya Aiden tanpa hijab." Del menyeringai penuh kemenangan. Bukan hanya Naomi yang punya foto Del dalam keadaan memalukan. Del juga punya kartu As untuk menjatuhkan Naomi.
Wajah Naomi seketika berubah. Bisa mati dia kalau orang tuanya tahu dia lepas hijab saat berada diluar.
Tiba tiba Naomi senyum senyum sambil merapat kearah Del. Del langsung ketar ketir, merasa ada hal buruk yang akan menimpanya.
"Del, setelah sekian purnama kita gak bertemu, lo makin ganteng deh." Goda Naomi , tiba tiba saja cewek itu memeluk Del erat dan mencium pipinya.
Cup
Del langsung gelagapan lalu mendorong Naomi. Dia menatap Killa, cewek itu terlihat melongo dengan ekpresi nano nano.
"Yey.... dapet." Pekik Naomi sambil mengangkat ponsel Del. Pelukan tadi cuma modusnya untuk mengalihkan perhatian Del. Sebenarnya dia berusaha mengambil ponsel Del yang ada disaku bajunya.
"Hei cewek mesum, lihat bini gue mau nangis gara gara kelakuan lo." Bentak Delmar.
Seketika Naomi terdiam, beberapa saat tadi dia lupa kalau Del sudah menikah dan ada Killa juga disana.
"Kil sory." Ucap Naomi sambil mendekat dan memeluk Killa. "Gue cuma becanda, maaf kalau kelakuan gua udah kelewatan."
"Kak Nom kelewatan, gak mikirin perasaan kak Killa." Cea menimpali.
"Iya, iya, gue salah, gue minta maaf. Sori ya Kil. Sumpah gue gak ada niatan apa apa sama Del. Gue bukan pelakor kok. Gue seneng lo nikah sama Del, karena gue bisa terbebas dari perjohon gal jelas itu. Lo mau maafin gue kan?"
Killa mengangguk sambil tersenyum.
"Makasih." Naomi kembali memeluk Killa. "Lo baik banget sih Kil. Tapi sayang nasib lo sial karena nikah sama Del." Ujar Naomi sambil menoleh kearah Del dan langsung dipelototin oleh cowok itu.
"Kak Del, kita mau ngemall nih, pinjem atm nya dong." Ujar Cea sambil menyadongkan tangannya kearah Del.
"Ngapain minta sama gue. Minta sama bokap lo sana."
"Kok gitu?"
"Ya iyalah, lo itu bukan tanggung jawab gue. Lo masih punya bokap."
"Ya udah deh kalau gitu Kak Killa." Cea mendorong Killa maju ke arah Del. "Kak Killa kan istri kakak. Berarti tanggung jawab kakak dong. Kalau gitu pinjami dia atm." Killa melotot pada Cea. Bisa bisanya adik iparnya itu malah mengumpankannya untuk meminta uang pada Del.
"Ikut gue kekamar yuk." Ujar Del sambil menarik tangan Killa agar mengikutinya.
"Mau ngapain tuh, *** *** atau iya iya?" Goda Naomi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kalau iya kenapa? mau ikutan?" Sahut Del tanpa menoleh. Sedangkan Cea, cewek itu terlihat bingung, dia tak paham yang dimaksud Naomi.
Dua orang itu emang keterlaluan, gomongnya gak difilter, padahal ada anak kecil disana.
...******...
Sesampainya dikamar, Del langsung melemparkan tas nya keranjang lalu merebahkan tubuhnya. Rasanya lelah setelah beberapa hari bergelut dengan soal soal ujian.
Killa duduk diujung ranjang sambil melepaskan satu persatu sepatu Del.
"Pala gue pening Kil, pijitin bentar."
Killa segera naik ke atas ranjang lalu duduk selonjoran disebelah Del.
"Siniin kepalanya." Ujar Killa sambil menepuk pahanya.
"Gimana ujian hari ini? bisa gak?"
Del hanya mengangguk dengan mata tetap terpejam. Kelihatannya cowok itu memang sangat lelah.
Hampir sebulan terakhir ini, Del tak pernah kelayapan. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar. Dan atas permintaan Del, Killa kembali tidur dikamarnya Setelah kecelakaan waktu itu.
"Makasih ya Kil."
"Buat?"
"Semuanya. Lo udah mau nemenin gue belajar. Nyiapin segala kebutuhan gue serta nepatin janji lo buat gak marah dan ngambek lagi sama gue sampai gue selesai ujian." Ujar Del sambil menatap wajah Killa yang ada diatasnya.
"Itu udah kewajiban Killa kak, gak usah terimakasih."
Del menarik tas yang berada tak jauh darinya. Dia mengeluarkan dompet lalu mengambil kartu debit.
"Nih, buat shopping sama Cea dan Nom." Del menyodorkan kartu debit pada Killa.
"Gak papa nih kak." Killa ragu mau menerima.
"Gak papa ambil aja. Lo boleh belanja apapun, anggep aja sebagai ucapan terimakasih gue ke elo."
"Killa boleh beli ponsel baru gak, yang sama kayak punya kakak, I phone 12?"
"Ngelunjak lo ya."
"Ck, katanya boleh beli apapun?"
"Ya udah terserah lo."
Senyum Killa seketika mengembang. Dia segera mengambil kartu debit yang ada ditangan Del.
"Cantik." Gumam Del sambil menatap senyum Killa yang menampakkan dua lesung pipinya.
"Apa kak?"
"Bukan apa apa." Del tak mau ketahuan sedang memuji Killa. "Udah sana siap siap." Ujar Del sambil bangun dari pangkuan Killa.
"Kak."
"Hm." Jawab Del sambil sibuk mencari ponsel ditas. Dia lupa kalau ponselnya dibawa Naomi.
"Kakak beneran pernah tidur sama Naomi?"
"Pernah."
Killa terdiam sambil meremat seprei disebalahnya. Dia ingin menangis, kesal sekali pada Del yang sudah membohonginya. Dulu Del bilang tak pernah melakukan hal itu selain dengan dirinya.
"Kenapa lo?" Del melihat mata Killa yang sudah berkaca kaca. "Gak usah mikir aneh aneh. Gue tidur sama Nom waktu masih kecil dulu. Kita sering liburan bareng. Tidurnya juga gak berdua, tapi barengan sama anak temen temen papa yang lain."
Del manahan tawa melihat ekspresi Killa. Killa yang awalnya tadi ingin menangis ganti menatap Del cengo.
"Dan masalah foto naked gue. Itu foto pas gue masih balita."
"Jadi___"
"Jadi gak pernah terjadi apa apa antara gue dan dia. Kita memang pernah dijodohin, tapi kita sama sama nolak. Ogah lah gue sama cewek jadi jadian kayak dia. Dan dia juga udah punya pacar, temen gue, namanya Aiden. Dia itu bucin akut kayak lo."
"Paan sih kak, Killa gak ___"
"Gak salah maksud lo?" Del terkekeh melihat Killa yang cemberut. "Udah sering gue bikin nangis, tapi masih aja cinta sama gue. Namanya apa kalau bukan bucin?" ledek Del sambil menertawakan Killa.
"Ya udah deh, besok besok kalau kakak nyakitin Killa lagi, bakalan Killa tinggal."
"Jangan dong."
"Kenapa?"
"Siapa yang mau nyiapin seragam gue, mijitin, nyuapin, bikinin susu."
"Ish, Killa ini istri kamu apa pembantu sih?" Killa mendengus kesal lalu segera mengambil baju dan siap siap ke mall.
"Jangan ngambek, becanda." Teriak Del saat Kita sudah masuk kedalam kamar mandi.