DELMAR

DELMAR
SEGI EMPAT



Delmar menghempaskan tangan Laura lalu meraih tangan Killa. Menggenggam tangan cewek yang sudah sah menjadi istrinya itu lalu menariknya turun dari panggung.


"Berhenti." Teriak Fando sambil mengejar Del


"Lepasin dia." Seru Fando sambil menarik tangan Killa dari genggaman Del hingga terlepas.


"Ayo pulang." Del berteriak sambil menarik tangan Killa kembali.


"Enggak." Killa menghempaskan tangan Delmar dengan kasar. "Pulang saja dengan Laura." Ujar Killa sambil menoleh ke arah Laura. "Kamu kesini dengan dia kan? jadi pulang dengan dia. Aku akan pulang dengan Kak Fando karena aku kesini dengannya." Lanjut Killa. Dia tak bisa terima diperlakukan seperti ini terus menerus. Del selalu saja berbuat sesuka hatinya.


Del tertawa, menertawakan dirinya sendiri yang ditolak mentah mentah oleh Killa.


"Elo gak budekkan? lo dengar sendiri dia bilang apa. Dia mau pulang sama gue." Fando tersenyum miring. Dia merasa menang karena Killa memilihnya.


Laura turun dari panggung dan mendekati Delmar. "Gak usah ngurusin Killa lagi. Mending kita pulang." Ajak cewek itu sambil melingkarkan tangannya di lengan Delmar.


Del melepaskan tangan Laura. Membuat cewek itu menatap tak percaya ke arah Del.


"Ayo pulang." Ujar Del dengan suara lembut sambil menatap Killa. Dia berusaha meredam emosi dengan bicara baik baik pada Killa. "Lo tahukan kalau gue bukan tipe cowok yang suka dibantah. Nurut sama gue." Lanjutnya sambil meraih tangan Killa. Kata katanya yang lembut justru membuat Killa makin merasa ada yang salah.


"Maaf, aku gak bisa. Aku pulang sama Kak Fando." Killa melepaskan tangan Delmar lalu menggandeng lengan Fando. "Anterin Killa pulang ya Kak."


Ucapan Killa terdengar sangat manis buat Fando, tapi bagai petir bagi Del. Sekuat apapun Del menahan gemuruh didada, nyatanya dia tak sanggup. Dia bukan tipe cowok penyabar.


Del mengepalkan kedua tangannya. Matanya memerah, dan urat urat diwajahnya tampak mengeras. Killa sudah benar benar mengikis kesabarannya yang memang sudah tipis kali ini. Berani beraninya cewek itu menggandeng lengan Fando dan bicara manis padanya.


"Jangan menguji kesabaran gue." Ujar Del tapi tak dihiraukan oleh Killa. Dia masih berpegangan pada lengan Fando sambil melangkah meninggalkan tempat itu. Seolah olah ucapan Del hanya hembusan angin yang tak bermakna.


Tapi baru beberapa langkah Del menghadang jalan kedua orang yang tampak seperti sepasang kekasih itu. Del berdiri tepat didepan Killa. Tatapan matanya yang horor memnuat Killa menelan ludah dengan susah payah.


Del tiba tiba memiringkan wajahnya dan berbisik ditelinga Killa.


"Gue bakal ngadu ke mama kalau lo keluar sama cowok malam ini. Lo bisa bayangin sendiri gimana reaksinya saat menantu kesayangannya membohonginya dan jalan sama cowok. Lo bahkan bikang kalau malem ini mau nginepkan?" Ancam Del sambil mencengkeram bahu Killa.


Seketika Killa merasa merinding. Merinding karena sentuhan ditelinga, juga karena ancaman yang mengerikan itu. Ancaman Del membuatnya tak punya pilihan lain selain menurut. Dia sangat menghormati orang tua Delmar. Dan dia tidak ingin mengecewakannya.


"Maaf Kak Fando. Aku pulang sama Kak Del." Ujar Killa sambil melepaskan lengan Fando. Membuat Fando seketika kecewa.


Sekarang giliran Del yang menunjukkan senyeringainya. Dia puas karena telah berhasil membalikkan keadaan. Sedangkan Fando, cowok itu terlihat tidak terima.


"Lo ngomong apa barusan ke dia Hah?" Teriak Fando sambil mencengkeram kerah jas yang dipakai Delmar. "Elo pasti mengancam dia kan? ngomong lo?"


"Lepas." Teriak Del sambil mendorong Fando. "Dia sendiri yang milih pulang sama gue." Del meraih tangan Killa dan akan membawanya keluar.


"Tunggu." Sebuah teriakan menghentikan langkah mereka. Teriakan dari seorang cewek yang tak lain adalah Laura. Cewek yang sejak tadi diam saja itu sepertinya mulai kehabisan kesabaran.


Dengan langkah cepat Laura menghampiri Del dan Killa. Dengan satu tarikan kasar, tautan tangan Del dan Killa terlepas.


PLAKK


Sebuah tamparan mendarat tepat dipipi Killa. Membuat Del dan lainnya langsung membulatkan mata.


"Dasar pelakor." Maki Laura sambil menatap tajam kearah Killa.


PLAK


"Kamu yang pelakor." Ucap Killa setelah menampar Laura balik.


"Gue gak takut sama lo." Teriak Killa sambil adu jambak dengan Laura.


Delmar dan Fando yang berada didekat mereka langsung melerai. Fando memegangi Killa sedangkan Del memegangi Laura.


"Lihat, seperti itulah wajah asli pacar kamu." Seru Killa sambil menujuk Laura dan matanya menatap Del. "Seperti inilah yang sebenarnya terjadi dividio itu. Dia lebih dulu yang menghina dan mengasari aku."


Del langsung menatap Laura. Belum pernah sebelumnya dia melihat Laura sekasar ini. Seperti inikah wajah kekasihnya itu yang sebenarnya?


Sedangkan Laura, cewek itu langsung salah tingkah. Dia tak menyangka jika perbuatannya ini bisa merugikannya sekaligus merusak imej cewek baik baik yang sudah dia bangun.


"Gue gak nyangka lo sekasar ini Ra?"


"Jangan percaya omongan dia. Dia pembohong." Sangkal Laura.


"Stop membela diri. Aku bahkan punya skrinshot percakapan kamu dan Greta setelah menjebakku. Apa harus aku sebar di akun gosip sekolah?" Tantang Killa. Laura seketika gemetaran. Wajah cantiknya seketika berubah menjadi pucat.


"Keterlaluan lo Ra." Bentak Delmar.


"Jangan tertipu dengan wajah polosnya. Killa tak sepolos yang kamu kira. Cewek itu seorang sugar baby. Dia simpanan om om." Seru Laura sambil menujuk ke arah Killa.


"Stop Ra. Berhenti ngejelek jelekin Killa." Sahut Delmar dengan nada tinggi.


"Kamu lebih belain dia Yank?" Tanya Laura sambil memegang kedua lengan Delmar.


"Sori Ra, gue harus segera pulang. Sebaiknya urusan kita, kita selesaikan besok saja." Ujar Del sambil melepaskan tangan Laura yang ada dilengannya lalu menggenggam tangan Killa.


Laura makin emosi melihatnya. Sungguh, demi apapun, dia gak terima dipermalukan seperti ini.


"Berhenti." Teriak Laura. Tapi Del tak menghiraukannya, dia tetap saja pergi bersama Killa.


Merasa ucapannya tak dihiraukan. Laura segera berlari menyusul Del dan Killa . Laura yang sedang dikuasai emosi menarik kasar tangan Killa hingga terlepas dari genggaman Del. Menarik cewek itu kedekat kolam lalu mendorongnya.


BYURR


Semua orang tercengang melihat adegan itu. Sungguh, drama cinta segi empat yang menarik. Mungkin seperti itulah yang ada dipikiran mereka.


Del segera berlari menuju kolam untuk melihat keadaan Killa. Dia sangat cemas mengingat Killa sedang hamil.


Sama halnya dengan Fando. Cowok itu juga terlihat cemas.


Beruntung Killa bisa berenang. Dia memang sempat gelagapan, tapi dia segera berenang menuju tepian kolam. Killa memegangi perutnya yang sedikit terasa kram. Nasib baik kolam itu lumayan dalam, jadi perutnya tak sampai terbentur.


Delmar dan Fando, kedua cowok itu sama sama mengulurkan tangan. Killa bukan bingung harus memilih yang mana. Dia justru bingung bagaimana menutupi perutnya. Bajunya yang basah tentu saja membuat lekuk tubuhnya makin terlihat. Dan perutnya yang buncit, pasti akan menarik perhatian.


Del juga memikirkan hal yang sama. Di segera melepas jasnya lalu kembali mengulurkan tangan.


Killa menaiki tangga kolam lalu meraih tangan Delmar. Dia melonggarkan gaunnya yang melekat ditubuhnya agar tak menampilkan perut buncitnya.


Sesampainya Killa diatas, Del segera menutup bagian depan tubuh Killa menggunakan jasnya.


"Lo gak papa kan?" Del sangat cemas memikirkan Killa dan bayinya. Killa menggelang dengan tubuh gemetaran.


Del menganggat tubuh Killa ada bridal style lalu membawanya keluar. Laura mengepalkan kedua tangannya sambil menatap punggung Delmar hingga hilang dari pandangannya.