DELMAR

DELMAR
MEMINTA MAAF



Ciuman yang mulanya lembut, tiba tiba berubah menjadi panas, membuat Killa harus segera mengakhirinya. Takut suaminya itu sampai khilaf.


"Udah ya kak." Tutur Killa lembut sambil menodong pelan dada Del.


Del menghela nafas perlahan, dia tampak kecewa. Membuat Killa merasa kasihan padanya.


"Sini." Killa menarik pelan kepala Del dan menyandarkannya di bahunya. "Sabar dulu, ntar kalau sudah selesai nifas, bebas deh mau Ngapain aja." Tutur Killa sambil membelai kepala Del. Dia tahu Del sangat menginginkan itu, karena mereka sudah lama tak bertemu akibat Del ditahan. Dan setelah bebas, Killa sudah melahirkan, membuat Del makin lama berpuasa.


"Iya Bi, aku ngerti kok." Jawab Del lemah. Membuat Killa makin merasa kasihan.


"Gini deh. Anggap aja sekarang kamu lagi ujian. Entar kalau kamu lulus aku kasih reward." Ujar Killa bersemangat. Entah apa yang ada dikepala gadis itu hingga dia punya ide macam itu


"Reward? apaan?" Del menautkan kedua alisnya.


"Ada deh, pokoknya spesial buat kamu." Jawab Killa sambil menggesek gesekan hidungnya pada hidung Del.


"Penasaran, apaan rewardnya biar aku makin semangat?" Del terus mendesak.


"Rahasia, pokoknya kamu bakalan suka."


"Dih pakai rahasia segala sih. Buruan dong bilang, jangan bikin aku penasaran." Rengek Del.


"Honeymoon." Jawab Killa dengan wajah berseri seri.


Tapi lain dengan Del, cowok itu tampak kurang greged. Sepertinya dia kurang tertarik dengan honeymoon.


"Kenapa? gak mau?" Killa tampak kecewa. Dia pikir Del akan senang dengan rewardnya, tapi sepertinya tidak. Cowok itu tampak tidak tertarik.


"Bukannya gak mau, tapi takut aja. Takut gagal kayak rencana babymoon kita dulu. Padahal aku udah persiapin semuanya mateng mateng, tapi apa? Aku malah liburan di penjara." Ujar Del sambil membuang nafas kasar.


"Aku yakin, kali ini gak akan gagal. Kemarin itu hanya kebetulan. Jangan disangkut pautkan. Yang semangat dong." Killa menggoyang goyangkan lengan Del agar cowok itu semangat.


"Iya, iya." Jawab Del dengan senyum terpaksa. Entah kenapa dia trauma dengan istilah babymoon, honeymoon atau semacamnya.


"Dih, terpaksa gitu." Protes Killa.


"Gak terpaksa Bi." Tutur Del sambil menunjukkan giginya, membuat Killa tak bisa menahan tawa karena geli dengan ekspresi jelek cowok itu.


"Jelek banget sih suami aku." Goda Killa sambil menangkup kedua pipi Del dan tertawa.


"Ngatain jelek tapi cinta mati, bucin level tinggi."


"Hahaha...macak cih..... ?" Killa mencium gemas bibir Del yang lagi manyun. Membuat Del seketika tersenyum.


"Nanti aku bakal pakai semua lingerie yang kamu belikan waktu itu. Dan____"


"Dan apa?"


"Kamu bebas Ngapain aja. Lakukan Apapun sesuai fantasi liar kamu. Didapur, meja makan, ruang tamu, asal gak ditempat umum aja." Kelakar Killa.


"Beneran loh ya?" Del menarik gemas kedua pipi Killa. "Awas kalau protes."


"Gak bakalan. 24 jam kamu bebas ngelakuin apa aja."


"Lalu Deluna sama siapa kalau kita honeymoon sebulan? lupa kalau udah punya anak." Omel Killa sambil memelototi Del.


"Iya ya." Jawab Del sambil nyengir dan garuk garuk kepala. "Dia nyusu sama siapa kalau kita honeymoon sebulan?"


"Tuh paham. Kalau sehari, aku bisa stok asip di kulkas. lagipula, kamu bentar lagi kan mulai kuliah."


"Astaga, iya." Del menepuk jidatnya sendiri. "Aku sampai lupa kalau mau mulai kuliah."


"Aku rasa, sehari sudah cukup buat quality time kita berdua. Aku bakal bikin kamu bahagia, sebahagia bahagianya, janji." Tutur Killa antusias.


"Makasih ya Bi. Kamu emang paling ngertiin aku banget. Beruntung banget aku punya istri kayak kamu." Del memeluk Killa dan mencium pucuk kepalanya berkali kali. "I love u."


"I love u too." Jawab Killa sambil membelai punggung Delmar.


Tok tok tok


Kemesraan mereka berakhir karena suara ketukan. Saat pintu dibuka, tampak Miko dan Laura. Del langsung berdiri melihat kedatangan kedua orang itu.


"Ngapain lo ajak dia kasini?" Sinis Del sambil menunjuk dagu kearah Laura. Dia masih sangat kesal dengan mantannya itu. Mantan yang sudah membuatnya mendekam dipenjara hampir dua minggu.


"Gitu banget sih lo Del. Laura cuma mau jenguk Killa sama baby Deluna." Jawab Miko sambil menggandeng tangan Laura berjalan kearah Del dan Killa.


"Kok lo masih berkeliaran sih? Kenapa gak dipenjara?" Del pikir Laura sudah mendekam dipenjara.


"Dia bebas Del." Miko yang menjawab.


"Enak banget bebas, gak terima gue. Oh, gue tahu, ini pasti karena pengaruh kekuasaan bokap lo kan?" Del tersenyum sinis.


"Bokap lo gak jadi laporin Laura." Lagi lagi Miko yang menjawab. Laura hanya diam saja sejak tadi.


"What, gak terima gue." Protes Del. Papanya bilang akan melaporkan balik Laura. Tapi kenapa gak jadi? Tangan Del mulai gatal ingin menelepon papanya dan minta penjelasan.


"Orang tua Laura minta maaf pada orang tua lo. Mereka juga memohon agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Karena kasihan dengan kondisi Laura yang hamil, bokap lo setuju gak laporin Laura. Lagipula kasus lo belum naik ke pengadilan, jadi masalah ini masih bisa diselesaikan dengan damai. Dan satu lagi, Laura masih kategori dibawah umur."


"Sial." Desis Del sambil menatap nyalang ke arah Laura.


"Maafin dia Del. Lo juga ada salah kok sama dia. Lo udah bohongin dia. Lo nikah dengan cewek lain saat lo masih berstatus pacaranya Laura. Dan Lo udah ngebohongin Laura berbulan bulan." Miko mati matian membela Laura. Bukan karena dia cinta, melainkan karena tak tega melihat Laura dipenjara saat hamil anaknya.


"Udahlah Kak, bener kata Kak Miko. Laura ngelakuin itu juga karena ada sebabnya, karena dia sakit hati. Lebih baik masalah ini diselesaikan secara damai saja." Tutur Killa sambil mendekati Del dan melingkarkan tangannya di lengan Del. "Maafin Laura ya." Ujar Killa sambil tersenyum menatap Del.


"Lo lihatkan, gimana baiknya istri gue?" Tanya Del sambil menatap Laura tajam. "Sedangkan lo, dengan tak punya perasaan malah nyakitin dia dan bikin dia kejang sampai harus lahiran prematur."


"Maafin gue ya Kil. Gue bener bener khilaf waktu itu. Gue tahu kesalahan gue fatal. Tapi jujur, gue gak tahu kalau lo bakal sampai kejang dan harus segera melahirkan." Ujar Laura yang merasa bersalah. Tampak sekali ketulusan dimata cewek itu.


"Aku udah maafin kamu kok Ra. Gimanapun aku juga salah. Aku tahu kamu pasti marah sama aku karena nikah sama cowok kamu. Aku bisa ngerti perasaan kamu."


"Makasih ya Kil." Tutur Laura sambil meneteskan air mata. "Oh iya hampir lupa." Laura memberikan kantong plastik berisi kado kearah Killa. "Buat baby Deluna." lanjutnya.


"Makasih ya Ra." Killa menerimanya dengan senang hati.