
Mobil yang dikendarai Del masuk ke halaman rumah mewah yang dulu hampir setiap hari disambanginya. Rumah siapa lagi kalau bukan rumah Queen Laura. Cewek tercantik di SMA 48 sekaligus mantan pacarnya itu.
Setelah memarkirkan mobilnya. Del keluar lebih dulu lalu membukakan pintu untuk istri tercintanya.
Dengan tangan yang saling bertautan dan senyum mengembang, keduanya masuk kedalam rumah tersebut.
Rumah yang sangat mewah itu, kontras sekali dengan acara yang yang ada didalamnya. Akad pernikahan Laura dan Miko, digelar dengan sangat sederhana. Hanya dihadiri beberapa orang dan duduk lesehan dibawah. Tak ada dekorasi apapun sebagai pemanis acara.
Del teringat pernikahannya dengan Killa dulu. Kurang lebih juga hanya seperti ini. Tak ada pesta atau acara apapun setelah akad.
Del dan Killa duduk lesehan dikarpet yang sudah digelar untuk tamu. Ya, walaupun tamunya tak sampai 100 orang. Rey dan Manu, belum tampak batang hidungnya.
"Kamu gak ingin nikah lagi?"
Pertanyaan Del seketika membuat jantung Killa seperti merosot kebawah. Menikah lagi? Apa maksudnya? Apa Del akan menceraikannya?
"Apa maksud kamu?" Tanya Killa dengan wajah tegang.
"Maksud aku, kamu gak ingin gelar pesta pernikahan yang meriah gitu?"
"Aku?" Killa menunjuk dirinya sendiri. "Sa, sama siapa?"
Del seketika menyentil pelan dahi Killa. "Ya sama aku lah Bi. Emang kamu mau nikah sama siapa lagi?" Ujarnya pelan sambil terkekeh. "Muka kamu kok tegang, mikirin apa?"
"Aku pikir, kamu ma____"
"Gak usah dilanjutin." Del meletakkan telunjuknya didepan bibir Killa.
"Kata mama, kita harus nikah lagi."
"Kenapa?"
"Emang kamu mau dinikahin siri selamanya? Gak pengen gitu punya surat nikah dan satu KK sama aku?"
"Ya mau lah. Mau banget." Jawab Killa sambil tersenyum dan melingkarkan tangannya di lengan Del.
Obrolan mereka terhenti saat Manu dan Rey datang. Kedua cowok itu segera mengambil tempat disebelah Del.
Tak lama kemudian pengantin perempuan keluar. Semua mata langsung tertuju padanya. Walaupun acaranya sangat sederhana, tapi Laura tetaplah Laura. Cewek yang selalu ingin perfect disetiap penampilannya itu begitu memukai dengan kebaya putihnya. Dia dituntun mamanya menuju tempat akad dan duduk disebelah Miko yang hari ini memakai setelan jas warna hitam dengan kemeja putih dan dasi.
"Gitu banget ngeliatin Lauranya." Sinis Killa sambil mencubit lengan Del. Bibirnya mengerucut kedepan. Tampak sekali aura kecemburuan disana.
"Dih cemburu." Goda Del sambil menarik bibir Killa.
"Sakit Tauk."
"Apanya? bibirnya tau hatinya?" Bisik Del yang tak ingin berisik dan mengganggu acara.
"Dua duanya." Desis Killa dengan wajah jengkel yang bikin Del geleng geleng karena gemas.
"Kamu bisa mundur lagi gak?" Tanya Del.
"Ya gak bisalah. Udah mentok tembok punggung aku." Jawab Killa lirih.
"Cintaku juga gitu. Udah mentok dikamu. Gak bisa pindah ke yang lain."
Blush
Seketika wajah Killa memerah karena gombalin Del. Muka yang tadinya kesal sekarang berubah mesam mesem malu malu kucing. Hatinya bak taman yang dipenuhi bunga bunga yang sedang bermekaran. Del memang selalu bisa membuat seorang Akilla Luna melayang karena gombalannya.
"Gombal kamu kak."
"Tapi kamu sukakan digombalin? tuh buktinya senyum senyum." Killa seketika menunduk karena malu. "Besok anterin aku kerumah sakit ya, mau cek kesehatan."
"Hah, emangnya kamu kenapa? Gak kenapa kenapa kan kak?" Killa mendadak cemas. Dia menatap Del dari atas ke bawah, takut jika suaminya itu sedang sakit.
"Cek kesehatan doang. Kali aja aku kena diabetes karena keseringan kamu senyumin."
"Ih, kamu mah." Desis Killa sambil memeloti Del. "Udah ah gombalinnya, acaranya mau dimulai." Killa menggenggam tangan Del dan meletakkan diatas pangkuannya. Selain karena takut kehilangan Del, juga untuk menunjukkan pada semua kalau Del adalah miliknya. Karena tanpa sengaja, Killa melihat Laura menatap Del. Masih ada cinta dalam tatapan itu. Ya, move on memang tak mudah. Semua butuh waktu dan proses.
Setelah ijab qabul dan doa. Acara selanjutnya hanya makan makan sederhana.
"Selamat ya Mik, Ra. Semoga langgeng." Ujar Del sambil menyalami Miko dan Laura bergantian.
"Makasih Del." Jawab Miko. Sedang Laura, cewek itu hanya mengangguk saja. Tak ada gurat kebahagiaan sama sekali diwajahnya. Wajah itu tampak datar. Seolah hari ini hanya hari yang biasa saja buatnya.
"Selamat ya Kak, Ra." Killa ganti menyalami setelah Del.
"Cie.... udah sah nih. Bisa malam kedua dong entar malem." Goda Rey sambil menyenggol lengan Miko.
"Kedua?" Manu mengernyitkan keningnya.
"Ya kan firts night nya udah udah dicomot duluan." Jawab Rey sambil terkekeh. "Kayaknya cuma kita berdua aja yang kedinginan tiap malam Man. Mereka berdua udah ada yang ngangetin." Ujar Rey sambil menatap Del dan Miko bergantian.
"Lo kira kita sayur apa diangetin." Protes Del.
"Nasib jomblo." Rey membuang nafas kasar dengan wajah ditekuk. "Download aplikasi cari jodoh yuk Man. Mendadak pengen nikah gue." Ajak Rey.
"Ogah, lo sendiri aja. Gue mah gak perlu aplikasi gituan juga udah laku." Jawab Manu.
"Lagu lo Man." Rey geleng geleng. "Laku kata lo? Buktinya mana? Dari kita berempat, lo yang dapat predikat jomblo terlama." Ledek Rey dan langsung disambut tawa oleh teman temannya.
"Gue jomblo bukan karena gak laku. Tapi karena belum nemu yang tepat aja."
"Giliran nemu yang tepat. Eh, malah bininya orang." Lagi lagi Rey meledeknya dengan sadis.
"Udah, mending kita cari cewek di aplikasi cari jodoh aja. Nungguin Killa mah percuma. Dia udah sold out. Udah jadi hak patennya Delmar."
"Siapa juga yang nungguin Killa. Gue nungguin anaknya, puas lo." Ujar Manu sambil ngegas. Capek dia terus terusan diledekin.
"Udah udah, jangan diledekin mulu. Nangis dianya nanti." Tutur Miko yang sejak tadi hanya tertawa melihat guyonan sahabatnya.
"Pulang yuk kak. Gak enak ninggalin Deluna lama lama." Ajak Killa dan langsung dianggukin oleh Del.
"Kita pulang dulu ya guys." Pamit Del.
"Buru buru banget Del?" Tanya Miko.
"Gak enak ninggalin Deluna lama lama. Takut dia lapar, mau nyusu." Jawab Del.
"Deluna apa lo yang mau nyusu?" Goda Rey yang otaknya selalu kearah 18 plus.
"Miko yang mau nyusu." Jawab Del ketus dan langsung pergi meninggalkan teman temanya.
Rey kalau diledenin bisa makin menjadi jadi.