
hidup memang tak selalu manis, hidup memang tak selalu indah, bukan hanya cinta dan kerja keras yang dibutuhkan dalam hidup. Tapi juga hati yang tenang yang selalu dekat dengan sang pencipta. Manusia hidup memang seperti itu. Adakalanya merasa sakit, tertekan, menyesal, mencintai. Mau bagaimana lagi? inilah hidup. Manusia memang seperti itu disaat orang-orang tak ada dia berharap ada. Disaat orang-orang tak ada dia berharap ada. Siapa bilang manusia makhluk bijaksana? Manusia adalah makhluk yang egois dan mudah menyesal.
💔💔💔💔
Habil, hail dan hasybi mereka tak dapat memejamkan matanya mengingat kondisi sang ayah. Terlebih Habil dia merasa gagal menjaga sang ayah padahal ayahnya serumah dengannya.
"kamu kenapa sayang?" rilley membuka matanya saat dia merasa suaaminya yang gelisah beranjak dari tempat tidurnya.
Habil menoleh pada rilley, "i'm okay dont worry" Habil beranjak dari tempat tidur meraih segelas air dan meminumnya. Rilley hanya memperhatikan suaminya dengan wajah bingung dan masih mengantuk.
"aku mau kekamar ayah sebentar kamu tidur lagi aja" ucap Habil pada istrinya yang masih duduk ditempat tidur. Rilley hnya menatap kepergian suaminya keluar kamar. Dia menghela nafas dan kembali tidur lagi.
Saat Habil membuka pintu kamarnya dia melihat hail berjalan ke ditangga. Habil lekas menutup pintu dn memanggil hail yang jaraknya belum cukup jauh.
"il... malam-malam mau kemana?" hail yang merasa ditanya menoleh ke arah suara dia melihat habil berjalan ke arahnya.
"mau ngecek ayah bang, gue kepikiran dengan omongan bang hasybi tadi"
"ayo gue juga mau kesana"
Mereka berdua berjalan bersama menuju kamar ayah mereka. Tapi apa yang dilihat mereka? Mereka tak mendapati ayah mereka dikamar. Habil dan hail pun panik mereka mencari ke seluruh rumah.
"bang apa ayah menuju kolam waktu itu?"
Habil menatap adiknya dan berjalan menuju garasi. Saat dia hendak mengambil mobil dilihatnya ayahnya baru turun dari mobil.
"ayah...." si kembar kompak memanggil ayahnya.
"kalian belum tidur?" dengan wajah polos araf bertanya pada anak-anaknya.
"ayah darimana?" tanya hail panik
"ayah gapapa kan?" kini giliran hail yang bertanya sambil memegang ayahnya memastikan ayahnya baik-baik saja.
"ayah gapapa. kalian kenapa?"
Habil membawa ayahnya masuk kerumah, hail lekas ke dapur membuatkan coklat hangat untuk ayahnya.
"kalian kenapa? kok mukanya panik begitu?" tanya araf heran dengan para putranya.
"ayah habis darimana tengah malam begini?" tanya Habil lembut
"tadi tiba-tiba bu nadia telepon ayah, dia nangis dan butuh bantuan dia nunggu ayah didanau komplek.
Habil dan hail saling pandang, "ayah..." panggil Habil lembut, "ayah tau kan batasan perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim?"
"ayah tau bil tapi mau bagaimana lagi? dia membutuhkan bantuan ayah"
"memangnya kenapa dia telepon ayah malam-malam begini? hal penting apa sampai ga bisa ditunda besok pagi?" kali ini hail yang bicara.
"dia butuh uang anaknya sakit sedangkan suaminya udah ga peduli lagi. Tadi ayah mampir dulu ke atm untuk tarik tunai habis itu ketemuan sama bu nadia di danau untuk nyerahin uangnya"
Habil dan hail saling pandang, "memangnya bu nadia butuh uang berapa yah?" tanya si bungsu
"ga banyak cuma 10juta untuk nebus anaknya dari rumah sakit" dengan santai nya sang ayah berucap
Hail tanpa banyak bicara dia keluar menuju garasi menyetir mobilnya menuju danau komplek.
"il... kamu mau kemana? bu nadia udah pergi" teriak ayahnya yang melihat kepergian hail yang terburu-buru.
"udah hail nanti biar Habil yang urus sekarang ayah tidur ya ini udah jam 2 malam. lain kali kalau mau ketemu yang bukan muhrim ajak Habil atau hail ya yah. Jangan sendiri"
"ayah cuma ga mau merepotkan kalian, ini kan udah malam juga"
"udah sekarang ayah masuk kamar dan segera tidur, begadang ga baik buat kesehatan ayah"
Habil membimbing ayahnya menuju kamarnya, setelah menyelimuti ayahnya dan memastikan ayahnya tertidur dia segera beranjak dari kamar ayahnya dan duduk diruang tamu menunggu kepulangan hail. Baru saja dia duduk dia mendengar suara mesin mobil menuju garasi.
Hail duduk disamping abangnya kemudian melemparkan amplop dimeja, "gue nemu ini dibangku danau"
Habil mengambil amplop itu dan membukanya dilihatnya total uang didalam amplop genap 10juta.
"kita harus lebih protektif menjaga ayah bang" ucap hail setelah mengusap wajahnya kasar.
"gue udah pasang pelacak di ponsel ayah" ucap hail lagi
"besok gue akan cari bodyguard untuk jaga ayah 24 jam"
"bang gimana kalau kita pekerjakan pak hilman? selain dia berpengalaman dia juga kan udah tau keluarga kita bang. Dia juga orangnya amanah" usul hail
"gue akan suruh jimmy untuk ngubungin pak hilman besok, kalau dia ga mau yahhh gue harus cari yang lain"
💗💗💗
Pagi-pagi sekali rilley mendapat telepon dari Joana jika dia sudah melahirkan anaknya semalam pukul 12 malam. Rilley tersenyum gembira terlebih melihat foto bayi kembar Joana yang dikirimkan oleh Joana.
"kamu kenapa sih pagi-pagi udah senyam senyum sendiri gitu?" Habil yang keluar dari kamar mandi melihat heran tingkah istrinya.
"sayang Joana udah melahirkan semalam" ucap rilley kegirangan
"yang bener?" rilley memberikan ponselnya untuk ditunjukkan pada suaminya. dilihatnya foto keponakannya yang lucu dan imut, "alhamdulillah" ucap Habil penuh syukur
"aku minta izin ya siang nanti mau nengok mereka dirumah sakit boleh?" Habil mengangguk mengiyakan keinginan rilley, "makasih sayang" rilley memeluk dan mencium pipi suaminya.
"kalau ada maunya aja genit begini sama suami" ucap Habil
"genit sama suami sendiri ini bukan sama orang lain" ucap rilley masih mengalungkan tangannya dileher suaminya.
"awas aja kalau berani..." belum selesai Habil bicara rilley mencium bibir suaminya agar tak lagi mengomel.
"masih pagi jangan ngomel"
"kamu ini"
"ya udah aku buat siapin sarapan dulu ya"
Habil mengangguk mengiyakan.
Rilley berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan, dia melihat ayahnya yang sudah bangun.
"assalamu'alaikum ayah"
"wa'alaikum salam rill"
"ayah mau kemana?"
"olahraga rill keliling komplek aja kok ga usah khawatir"
"sebentar yah"
"kenapa?"
Riley tak menyahut pertanyaan ayahnya dia langsung berlari kekamarnya untuk memanggil suaminya. Saat membuka pintu dengan tergesa-gesa dia melihat suaminya sibuk dengan laptopnya ditempat tidur.
"kamu udah selesai nyiapin sarapannya?" tanya Habil bingung karena dia merasa rilley baru saja turun.
"ayah mau keluar olahraga kamu harus ikut aku takut nanti ada apa-apa sama ayah" Riley menarik tangan suaminya.
"sebentar dong sayang masa kamu mau aku olahraga pakai celana pendek begini. kamu rela kaki mulus aku dilihat banyak orang terutama cewe-cewe?"
"owh iya sebentar" rilley langsung menuju ruang ganti dan mengambil celana training