Triple Story

Triple Story
bab 29



Araf berdiri didekat jendela besar kamarnya saat nasya memasuki kamarnya dia menoleh sebentar dan kembali keposisi semula. Nasya mendekat pada suaminya dan memeluk dari belakang. Araf membalikkan badannya, "lain kali kalau pergi kemana pun bilang jangan seperti ini. Kamu tau khawatirnya aku bukan main" ucap araf pelan. Sebenarnya dia masih sangat kesal tapi jika sudah berhadapan dengan nasya dan melihat wajah manis itu seketika rasa marahnya luntur. Apalagi jika araf sedang kalut dan kacau hanya dengan melihat senyum cantik itu tenang rasanya.


"maaf ya mas, aku pengen banget makan kebab" nasya berucap dengan nada manja khas nasya jika suaminya sedang marah dengan cara itu suaminya akan luluh. Nasya sangat tau suaminya tak akan bisa marah tapi nasya tak sekali pun mengulangi hal yang sama jika dia berbuat salah. Maka dari itu pertengkaran hampir jarang terjadi pada keluarga nasya dan araf.


Araf hanya memeluk erat nasya dan menciumi puncak kepala nasya dengan lembut. Kekhawatirannya benar-benar membuatnya hampir meledakkan emosi. Araf berjongkok didepan nasya membelai perut istrinya yang masih rata, "sayang lain kali kalau kamu pengen apapun bilang ayah ya, walaupun ayah lelah, terlelap ataupun sibuk mulai sekarang akan ayah usahakan" araf mencium perut nasya dan mengusapnya.


Nasya tersenyum senang, "ya Allah hamba bersyukur mendapat suami yang sangat menyayangi dan mencintai hamba" batin nasya.


"ayo tidur lagi masih malam" araf berdiri dan menuntun nasya ke ranjang tidur mereka.


..........


"hallo mas kita sama anak-anak diundang makan malam diresto didaerah kemang nanti malam sama ayahnya teman habil. Katanya mau mengucapkan terima kasih" Nasya sedang asyik ngemil kentang goreng saat menelepon suaminya. Araf yang baru selesai meeting mendengarkan istrinya yang sering menelepon semenjak hamil.


"iya sayang jam berapa janjiannya?"


"jam 7 malam mas"


"ya udah nanti aku pulang lebih cepat ya"


"mas kalau pulang jangan lupa bawain aku martabak manis ya mas" pinta nasya


"kan kita mau makan malam masa masih mau pesan martabak?" tanya araf bingung.


"aku pengen mas" rengek nasya diseberang telepon.


"ya udah nanti aku bawain. Kamu jangan lupa makan siang dan minum vitaminnya ya. Aku kerja dulu" pamit araf pada istrinya.


"iya mas assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" ucal araf kemudian mematikan teleponnya.


.........


Hilman masih menunggu triple h ditempat biasa. Inara muncul diam-diam dari belakang saat hilman sedang asyik memainkan ponselnya.


"hayooo lagi chat sama siapa?" Inara mengintip dari belakang tubuh Hilman. Hilman menoleh kemudian tersenyum pada guru cantik yang sudah memikat hatinya ini.


"iya rilley juga ngundang aku, nanti malam kamu jemput aku kan?" inara mengambil posisi duduk disisi hilman.


"aku ga janji ya sayang, kalau bapak sama ibu nyuruh aku untuk jadi supir mereka aku ga bisa jemput kamu" hilman menjelaskan agar inara bisa mengerti pekerjaannya yang seorang supir sekaligus bodyguard. Inara hanya mengangguk.


"beginilah nasib punya pacar bodyguard berasa kaya ga punya pacar. Mau apapun sendiri, mau kemana sendiri. Jarang banget ditemani huh...." keluh inara didepan hilman dengan mimik wajah dibuat memelas.


"maaf ya, aku ga akan paksa kamu untuk mencari yang lain kalau kamu mau. Karena beginilah pekerjaanku" ucap hilman menunduk membuat inara merasa bersalah dengan ucapannya.


"aku yang minta maaf harusnya aku lebih pengertian sama kamu" inara meletakkan kepalanya dibahu lebar hilman. Kemesraan mereka tak luput dari mata seorang guru olahraga yang sudah sejal lama menyukai inara. Guru tersebut merasa geram.


Triple h datang ke arah parkiran tempat biasa hilman menunggu. Hail yang melihat inara dan hilman tampak romantis merasa jengah dan kesal tanpa banyak bicara dia mengetuk kap mobil untuk membuyarkan kerimantisan mereka. Hilman langsung menggeser duduknya dari inara. Setelah semua masuk kedalam mobil, mereka berpamitan kepada inara kecuali hail yang pura-pura memejamkan mata. Hilman bukan tak tau kalau hail menyukai inara namun dia hanya menutup mata karena dia tau hail masih terlalu dini untuk mengenal cinta. Terlebih inara yang mengungkapkan kalau dia menyukai hilman yang akhirnya mereka jadian hingga sekarang. Hilman berencana menikahi inara setelah ujian selesai dan hilman tak lagi jadi bodyguard triple h tapi kembali menjadi asisten pribadi araf.


Malam hari semua telah bersiap, nasya meminta hilman untuk menjemput inara karena dia tau dari habil jika inara juga diajak makan malam bersama. Nasya juga mengetahui jika hilman sudah berpacaran dengan inara guru anak-anaknya.


Annasya sekeluarga mengendarai mobil tanpa supit karena araf ingin menikmati momennya bersama istri dan anak-anaknya yang sangat jarang dia dapatkan karena kesibukannya yang luar biasa.


Sesampainya diresto yang dituju mereka datang bersamaan dengan hilman dan inara yang datang menggunakan motor. Inara tampak cantik dengan celana panjang hitamnya dan kemeja putih berbahan satin dengan lengan ballon yang pinggangnya dia beri ikat pinggang. Rambut yang biasa dikuncir dia gerai dan dicurly sedikit dengan riasan sedikit terang diwajahnya. Dia benar-benar cantik dan terlihat berbeda dari biasanya dia mengajar. Hail sampai tak berkedip menatap guru cantiknya.


"wahhh... kita datang bersamaan ya man" ucap araf saat hilman dan inara menghampiri araf dan keluarganya.


"iya pak" ucap hilman sambil membungkukkan badanya.


"ini yang namanya bu inara?" tanya araf pada hilman sambil menatap pada inara sambil tersenyum. Nasya melihat kearah suaminya dengan tatapan tajam.karena tertutup cadar jadi tidak terlihat jika nasya merasa kesal pada suaminya atau mungjin cemburu ya?


"benar pak bu nama saya inara guru dari anak-anak ini" inara menyalami araf dan nasya. Setelah berbasa basi sebentar mereka masuk kesebuah restoran disana sudah menunggu rilley dan ayahnya. Seketika triple h, hilman dan inara terkejut melihat penampilan rilley yang sungguh sangat berbeda dari biasanya. Dia sangat cantik dengan riasan natural diwajahnya yang hampir tak pernah terlihat dipoles saat sekolah. Dia memakai dress sabrina selutut dengan lengan panjang. Rambut dicurly dan dijepit menyamping. Benar-benar terlihat berbeda.


"hallo... om tante semuanya..." rilley menyambut dan menyalami mereka satu persatu, "ini ayah saya namanya fillane martinez" fillane menyalami mereka semua terkecuali nasya.


Mereka pun duduk dikursi masing-masing, "terima kasih sebelumnya karena berkat pertolongan kalian anak saya masih bisa bersekolah dan kami bisa bertemu kembali setelah 4 tahun kami tidak bertemu" fillane memandang pada putrinya.


"iya kami sudah mendengar dari putra kami kejadiannya yang memimpa putri anda" araf membalas ucapan fillane dengan bahasa inggris yang fasih dan lancar


"tak perlu sungkan pak. Sudah kewajiban saya menolong bukan hanya sebagai guru tapi juga sebagai manusia kita harus saling tolong menolong bukan" ucap inara yang diangguki semuanya.