
Habil menelepon maya untuk memberitahukan dia agar membawa 2 orang teman juga. Karena dia tidak mungkin berangkat sendiri. Awalnya maya menolak sampai pada habil berjanji untuk membelikan hadiah yang maya inginkan dan akhirnya maya setuju. Hasybi dan hail kekamar habil mereka ingin berkumpul disana sambil bercerita. Saat sedang asyik bercerita hasybi bertanya pada habil, "bang gue ga tau sih gimana rasanya suka dan cinta sama seseorang tapi kenapa sih kok lu jadi bodoh didepan maya?!" pertanyaan hasybi memang terdengar sedehana tapi sangat menohok.
Hail menoleh pada habil karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari pertanyaan hasybi. Habil merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar, "sebenernya gue juga ga ngerti ada sesuatu yang ga bisa diungkapin" jawab habil mengambang.
Hail menidurkan kepalanya ditangan kanan habil sedang hasybi ditangan kirinya. Habil menghela nafas berat, "setelah ini pun gue ga akan pernah jalan lagi sama maya" kedua adiknya menoleh pada habil.
"mang kenapa bang?" hail bertanya
"karena maya punya pacar?" hasybi ikut bertanya
Habil menggelengkan kepalanya dia menatap pada adik-adiknya, "kemarin sebelum maya ajak gue jalan andre pacar maya udah kasih gue kabar kalau maya lagi taruhan sama temen-temenya, andre bilang gue adalah barang taruhan maya. Andre berharap gue ga dimanfaatin seperti dia"
"lu percaya bang?" hail bertanya lagi
habil tersenyum, "gue percaya sama andre, karena gue tau gimana perjalanan andre sama maya. Maya terlihat lugu, polos, tapi dia ga seperti itu. Dia adalah naga yang susah untuk didapatkan kalau bukan keinginan dia"
"lu udah tau begitu masih mau jalan sama maya?" hasybi heran dengan abangnya.
"gue cuma pengen tau apa yang akan dia lakuin ke gue besok"
"bang boleh ga sih gue bilang kalau lu itu bodoh?" hasybi berkata dengan datar
"hmmm..." habil menoleh pada habil
"lu suka sama dia udah 3 tahun, lu suka sama cewe yang begitu. Emang ga ada yang lebih baik yang bisa lu suka?" hasybi bertanya dengan nada santai.
Habil dan hail yang memang mengetahui sifat hasybi yang ceplas ceplos tanpa perasaan hanya tersenyum tipis.
Hail berdehem kemudian berkata, "lu ga akan tau sampai lu ngerasa sendiri kebodohan itu bang. Awalnya lu suka sama orang itu ibarat makan cokelat berasa manis, tapi begitu lu telen rasa pahit akan segera terasa ditenggorokan"
"gue pun ga akan sebodoh itu untuk percaya dengan maya apalagi setelah banyak yang kasih gue peringatan. Maya hanya bersiap jikalau dia diputusin andre maka lelaki tajir mana lagi yang bisa dia manfaatin. Pada akhirnya dia milih gue karena dia tau gue suka sama dia dari 3 tahun lalu. Tapi dia lebih milih sahabat gue" terang habil
"emangnya andre mau putusin maya?" hail penasaran
"iya dia ga tahan dengan sifat maya yang arogan dan materialistis. Hebatnya ga ada yang tau kalau ga ngalamin sendiri. Andre mau putus karena tagihan kartu kreditnya membengkak bikin orang tuanya marah"
"kok lu bisa tau semua itu bang?" hasybi pun penasaran
"kalau lu suka sama orang lu harus selidiki bagaimana dia. Sesuka apapun lu jangan bodoh untuk mau sama dia" kalau dia cuma manfaatin lu" habil memperingatkan.
"mang bu inara kurang baik?" ucapan hasybi seketika membuat habil dan hail menoleh.
Hail beralih pada langit-langit kamar, "dia baik tapi dia ga pernah menoleh ke gue bang. Yang dia liat cuma oak hilman"
Triple H masih dikamar habil sampai mereka tertidur. Annasya masuk mencium kening anak-anaknya bergantian, "maafkan mama sayang kalau terlalu overprotektif sama kalian. Mama hanya takut kalian merasa sedih saat berurusan dengan cinta. Mama sayang kalian"
\*\*\*\*\*\*
Jam 4 sore triple H sudah menunggu didepan rumah maya, rumahnya memang tak sebesar rumah triple h tapi masih bisa dibilang mewah karena berada dikawasan elit. Habil berpamitan kepada ibu maya yang mengantar maya dan habil sampai pintu. Seperti biasa mereka diantar supir sekaligus bodyguard mereka hilman.
"kamu udah pesen tiketnya bil?" maya bertanya pada habik yang duduk bersamanya dibangku tengah. Sedang hail dan hasybi duduk dibangku belakang memainkan ponsel mereka. Habil tersenyum dan mangangguk.
"nonton apa kita?" tanya maya
"horor seperti yang kamu mau. teman-teman kamu jadi datang?" habil menoleh pada maya uang diangguki maya. Maya merasa senang pada akhirnya habil mau diajak jalan tanpa kerumitan walaupun dengan membawa banyak dayang. tak masalah toh bukan dia yang akan keluar uang tapi habil. Semua terdiam didalam toyota vellvire yang membelah jalanan ibukota sampai berada disebuah lobby mall mereka turun dan bertemu dengan 2 orang twman maya yang senang bisa ikut jalan bareng dengan triple h yang notabene idola sekolah mereka.
"hai maya..." Setelah mereka berpelukan dengan repotnya maya memperkenalkan 2 temanya pada hail dan hasybi sedang habil sudah tau karena mereka teman sekelas.
Elin dan vera berjalan ke arah hail dan hasybi. Mereka mendekat namun hail dan hasybi cuek saja pada mereka membuat mereka kesal. Hail memang terkenal playboy tapu dia hanya akan mau jalan dan berpacaran dengam wanita yang dia mau.
Selesai menonton maya mengajak mereka berbelanja yang tentunya habil yang membayar. Untung saja sebelumnya habil sudah meminta izin pada ayah dan ibunya jadi sebanyak apapun pengeluaran habil hari ini mereka tidak akan marah. Selesai berbelanja maya mengajak semuanya makan disebuah restoran. Saat sedang memesan terlihat rilley yang menjadi waitress mereka.
Habil mendongak menatap pada rilley begitu pun hasybi dan hail, "hai rill" triple h menyapa rilley samb tersenyum yang disambut senyuman rilley
"mau pesan apa?" dengan ramah seperti biasa rilley bertanya padahal didalam hatinya merasa remuk melihat maya disisi habil. Entah sejak kapan rilleg menyukai pangeran abinaya ini namun dia tak pernah berani berterus terang karena dia sadar siapa dirinya.
"ini bukannya cewe yang kemarin di parkiran beb?" tanya maya pada habil. Habil menoleh pada maya karena heran dipanggil beb.
"iya dia teman kita" jawab habil
"maksudnya kalian kan? kalau gue sih ga sudi" elin biacara sambil menyedot minumannya.
"belagu!" ketus hasybi pada akhirnya bicara pada mereka.
"rill gue pesen steak aja adik-adik gue juga tali yang tenderloin ya minumnya jas jambu aja" pesan habil yang diangguki rilley.
"gue mau cordonbleu minumnya lemon tea" maya berucap tanpa menoleh pada rilley. Setelah semua selesai memesan rilley beranjak dari sana.