Triple Story

Triple Story
bab 1



Triple story berangkat sekolah dengan diantar supir karena sang ibu pagi-pagi sudah ngambek sama triple twins. Dimobil percakapan berlanjut, "bang gimana ya caranya kita ngerayu mama?" hail bertanya pada ke-2 abangnya.


"berhenti buat ulah" jawab hasybi singkat dan cuek sambil membaca buku.


"ck... ishhh bukan waktunya ngajak debat ya bang" geram hail


"hasybi benar hail. Kalau kamu mau kita semua dilulusin keinginan kita kamu jangan buat ulah dulu beberapa hari ini sampai mama luluh. Kita harus kompak" saran habil yang diangguki hail.


"lagian aku kan ga pernah cari masalah bang mereka aja yang selalu cari perhatian sama aku" hail membela diri


"whatever, kalau kamu cuekin mereka, mereka ga akan ganggu kamu lagi karena pasti bosen" habil adalah yang tertua dan sebagai yang tertua dia selalu mencoba menjadi lebih dewasa dan lebih bijak dari ke-2 adiknya. Berbeda dengan hail sibungsu yang kekanak-kanakan, usil, manja jika sedang bersama keluarga namun kejam dan ga suka diusik jika diluar rumah dia suka berkelahi playboy pula. Sedang si tengah hasybi? hmmm... anak yang pendiam tak banyak bicara jika diluar rumah, kutu buku tapi tetap tampan paling jenius diantara 2 saudaranya yang jenius, dingin terhadap orang lain apalagi yang namanya cewe. Tapi begitu dia punya sahabat perempuan dikelasnya yang bernama joana.


Triple twins sekolah di tempat nasya dan araf dulu sekolah. Sekolah itu milik bayu kakek mereka dibawah naungan abinaya corp. Perusahaan kakeknya yang kini dikelola pamannya zaki. Disekolah itu juga anak-anak zaki dan danu bersekolah. Mereka sampai hafal dengan kelakuan anak-anak kembar tersebut. Aqila dan alana hanya mereka yang berani berbuat kurang ajar oada si kembar 3 karena mereka adalah sepupu dan tante sikembar.


Aqila adalah anak danu yang itu berarti tante sikembar walaupun usia mereka hanya terpaut 3 tahun dan aqila lebih muda namun mereka tetap harus memanggil aqila yang masih sekolah dasar disekolah yang sama harus memanggil qila sapaan akrab aqila dengan sebutan tante begitu pun ivan yang 1 tahun lebih muda dari sikembar yang masih smp disekolah yang sama harus dipanggil om. Mau tak mau harus mau.


Alana dia lebih muda dari sikembar 2 tahun dia juga masih smp sedangkan sang kakak gibran usianya 3 tahun lebih tua dari sikembar usia gibrannsudah 17 tahun dan duduk dikelas 2 tapi dia adik kelas sikembar. Karena memang mereka sekolah normal tak ada yang akselerasi seperti sikembar yang benar-benar jenius. Walaupun mereka pintar namun kepintaran mereka standard saja tak seistimewa sikembar.


Walau mereka bersekolah disekolah yang sama namun tak pernah ada gosip miring mengenai mereka. Hanya saja ketampanan sikembar dan kecerdasannya memang membuat mereka terkenal. Berbeda dengan para sepupu dan om tante sikembar. Mereka lebih menikmati hidup sebagai remaja yang normal saja. Diantara mereka pun tak ada yang iri bahkan orang tua mereka pun tak ada yang membandingkan mereka. Mereka menyayangi si kembar layaknya saudara pada umumnya.


"ingat hail jangan buat masalah dulu ya sampai kita dapat izin dari ayah sama mama" habil memperingati hail


"iya bang" hail menurut pada kakaknya.


Mereka pun turun dari mobil dan berpencar kekelas mereka masing-masing.


🏵🏵🏵🏵


"weiii.... selalu ya sikembar kalau ngumpul pasti ilang 1" gibran kakak sepupu sikembar mengejutkan hail dan habil yang sedang menikmati semangkuk bakso.


"makan bang..." habil menawari sang kakak sepupu baksonya yang diangguki gibran.


"gue dah pesen" ucap gibran santai, "btw hari ini kok rasanya damai ya"


"ga usah mancing bang gue lagi berusaha jadi anak baik diluar rumah" hail berucap sambil memakan baksonya.


"wahhh berita bagus dong ada angin apaan?" gibran seketika bersorak gembira.


"biar mama tambah sayang kita" hasybi yang baru datang menyahut kemudian mengambil duduk disisi hail. Tanpa sungkan hasybi mengambil sendok hail dan menyuapi bakso ke mulut hail kemudian ke mulutnya. Walaupun hasybi terkesan cuek dan dingin namun dia sangat menyayangi saudaranya.


"eh kalian tau ga? kita kedatangan guru matematika yang baru?" tanya gibran pada ke3 sepupunya.


"aku udah tau tadi kan jam pertama masuk kelas aku" jawab hasybi.


"cewe apa cowo bang?" kali ini hail yang semangat bertanya


"cewe" jawab hasybi singkat yang menerima suapan dari habil.


"cantik banget il... montok lagi" saat gibran berucap seperti itu kepalanya dipukul buku oleh hasybi, "sakit hasybi... songong lu ama abang!" protes gibran


"jangan ngajarin yang ga-ga!" ketus hasybi


"ga usah diajarin ade lu kan emang udah playboy siapa yang ga tau seorang hail disekolah ini siplayboy biang masalah" baru selesai berucap hasybi dan habil memukul pundak gibran


"heh... pada kurang ajar lu ya mainnya keroyokan!" gibran beruaara tinggi.


"emang enak!" hail tertawa keras mendapati abang sepupunya diserang oleh ke-2 saudaranya.


"ah... beraninya keroyokan gue sendiri. Awas lu pada nanti kalau kumpul keluarga gue serang lu barengan sama yang lain!" gibran mendengus kesal yang disambut tawa hail dan habil.


"bang gue duluan ke kelas" pamit hail


Seketika gibran, hasybi dan habil melongo heran tak percaya biasanya mereka paling susah merayu seorang hail untuk masuk kelas tapi sekarang hail sendiri yang inisiatif. Sungguh sebuah keajaiban batin gibran.


"gue ga mimpi kan?" gumam gibran lekas memandangi hail dan habil


"ga usah bingung mungkin dia lagi dapat hidayah" sahut habil yang beranjak dari tempatnya diikuti hasybi.


Bel masuk telah berbunyi seorang guru cantik memasuki kelas hail, Dengan gayanya yang anggun dia melangkah memasuki kelas, seketika mata hail terpana dengan kedatangan guru baru yang benar kata gibran dia sungguh cantik dan hmmm montok upsss 😁.


"hai class..." sapa guru cantik itu pada murid yang duduk ditempat masing-masing, "hai bu..." sapa semua murid terkecuali hail yang masih bengong karena terpesona pada ibu guru cantik didepannya.


"perkenalkan nama saya inara syafeeya saya guru matematika kalian yang baru menggantikan pak tris yang sudah pensiun" ahhh suaranya benar-benar lembut batin hail sambil meletakkan dagunya ditelapak tangannya.


"ada yang mau ditanyakan?" tanya guru cantik itu sambil tersenyum.


"ya Allah senyumnya cantik banget, jadi inget firman Allah "maka nikmat mana lagi yang kau dustai" gumam hail yang mengutip surat ar-rahman.