
Terima kasih yg udah dukung author, msh setia membaca karya author yg msh byk kekurangannya. Jangan lupa vote, like, komen dan rate 🙏
.
,
,
,
Seminggu telah berlalu keadaan nasya yang masih sering lupa hal-hal kecil membuat araf dan habil tak pernah membiarkan nasya sendirian walaupun itu dirumah mereka. Bahkan hanya untuk ketoilet pun araf memutuskan salah 1 maid mengikuti nasya selagi araf dikantor dan habil kuliah. Habil yang rajin berkomunikasi dengan adik-adiknya menjelaskan kondisi ibunya. Dan kini hasybi menjadi sering memepelajari tentang ilmu saraf kondisi nasya yang seperti ini membuat hasybi yang kuliah kedokteran mendalami neurologi sejak dini.
Seperti yang hasybi katakan jika dia akan segera pulang begitu liburan selesai. Jumat malam saat nasya sedang asyik menonton video masa kecil anak-anaknya bersama araf mereka pulang bersamaan. Hasybi yang duluan datang sengaja menunggu adiknya datang yang berbeda kedatangan hampir 2 jam. Habil yang menjemput pun berbincang mengatakan keadaan ibunya secara detil. Ibunya menjadi sering cemas, lupa sesuatu. Tapi dokter sudah meresepkan obat pada nasya agar tak semakin parah.
"mas... hail dari kecil manja banget ya mas hihihi" Araf menoleh pada nasya yang terkekeh mendapati 3 tingkah bayi kecilnya yang sangat lucu. Araf memang sengaja memasang kamera disetiap sudut rumah saat anak-anaknya masih bayi sampai kini karena jika araf lelah dikantor atau luar kota hanya dengan melihat keluarganya araf akan merasa lebih rilex.
Nasya tertawa lepas saat hasybi mengambil kue ditangan hail membuat hail menangis dan habil merebutnya kembali.
"assalamu'alaikum..." triple h masuk dengan membawa koper. Mereka langsung merangsek masuk menyalami orangtuanya memeluk ibunya.
"wa'alaikumsalam" jawab araf dan nasya kompak
"kok ayah ga?" araf pura-pura merajuk. Sesaat mereka terdiam kemudian habil menganggukkan kepalanya mengisyaratkan kepada adik-adiknya mereka pun memeluk ayahnya.
"kangen kalian" ucap araf saat memeluk anak-anaknya.
"mama sama ayah lagi ngapain sih?" habil duduk disisi kiri ibunya.
"mama lagi rindu bayi kecil mama..." nasya memandang kearah televisi.
Triple h kompak melihat pada 3 bayi lucu yang sedang berangkang dan memperebutkan mainan. Hail lah yang paling sering menangis dan hasybi yang paling sering usil dengan adiknya. Sedang habil akan menggigit adik-adiknya. Benar-benar membuat nasya merindukan masa itu.
"ga terasa kalian udah pada besar sekarang udah ga butuh bantuan mama lagi" ucap nasya saat melihat dia dengan repotnya mengganti popok dan pakaian ke-3 putranya yang hyperaktif merangkak kesana kemari saat dipakaiakan popok dan pakaian. Sesekali nasya akan menghela nafas dan memanggil suaminya meminta bantuan.
Habil memeluk ibunya dari samping, "ga ada anak ga butuh bantuan orangtua ma... selamanya kita akan selalu membutuhkan mama dan ayah"
"ma... bang hasybi emang dari dulu usil ya ma ama aku ga pernah berubah sampe sekarang" hail bermaksud mencairkan suasana agar ibunya tak terlalu bersedih. Nasya menoleh kepada hail kemudian hasybi.
"emangnya kamu masih sering diusilin abang?" tanya nasya yang mengelus wajah hail. Dengan tampang polos dia memanyunkan bibirnya dan mengangguk.
"ngadu aja terusss..." hasybi menepak pundak hail yang duduk disampingnya.
"ma..." hail pura-pura ngadu
"hasybi jangan nakal sama adiknya" hasybi dijewer oleh nasya.
"ampun ma... ampun ma... ga lagi-lagi" nasya melepas jeweran ditelinga hasybi.
"kami sayang mama" triple h memeluk nasya bebarengan dan menciumi nasya bertubi-tubi membuat nasya kewalahan.
"kalian ih... kaya anak kecil" nasy menepuk pundak anaknya satu persatu. Tapi hal itu tak membuat mereka jera mereka malah mengulangi perbuatan mereka.
"masss... tolong" nasya terkungkung oleh anaknya dan berteriak minta tolong pada suaminya sedang araf hanya tertawa melihatnya.
Antara sedih atau senang dengan adanya nasya terserang alzheimer dia jadi bisa melupakan kejadian seminggu yang lalu saat nasya menghajar habis-habisan erika hingga mengalami patah tulang. Kini dia melihat keceriaan kembali pada hidup nasya. Nasya menjadi sering tertawa bahagia. Walaupun hanya dengan menonton video bersamanya atau hanya membicarakan hal-hal lucu.
Penyakit alzheimer memang sulit untuk disembuhkan bahkan belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit itu sampai kini. Obat yang ada hanya memperlambat proses bukan menyembuhkan secara total. Maka dari itu jika ada keluarga terkena penyakit ini dukungan keluarga dan meminum obat secara rutin, menghindari stress agar pasien alzheimer dapat berumur panjang.
Annasya duduk dibalkon rumah menatap bintang dilangit sesekali dia tersenyum. Araf meletakkan teh diatas meja memeluk istrinya erat menciumi aroma wangi nasya yang selalu membuatnya tergila-gila.
"sayang besok sepulang aku dari kantor kita ngedate yuk" ucap araf berbisik ditelinga nasya.
"mas... mas udah tua kita ngapain pake ngedate malu sama anak-anak"
"gapapa sekalian kita quality time"
"nanti aja mas kalau anak-anak udah balik kuliah. Sekarang mumpung anak-anak ngumpul kita nikmatin kebersamaan ini"
Araf menatap istrinya dari samping, "hmmmhh... baiklah kanjeng ratu kulo manut mawon (baiklah ibu ratu saya nurut aja)" ucap araf membuat nasya tersenyum.
"sejak kapan kamu bisa bahasa jawa mas?" nasya menoleh pada suaminya yang meletakkan wajahnya dipundak nasya.
"sajake kulo rabi kalih wong jowo (semenjak saya menikah dengan orang jawa)" sontak jawaban araf membuat nasya tertawa geli.
"kenapa?" araf melihat nasya yang tertawa lepas
"aneh kamu mas kalau pake bahasa jawa ha.. ha... ha... ga cocok tau"
"kamu ini suami usaha belajar kok malah dibully" araf melepas pelukannya dan melipat tangannya pura-pura merajuk. Nasya tersenyum melihatnya menangkup eajah suaminya mengecup bibir tebal nan lembut milik araf.
"ahhh kamu ini emang paling bisa ngerayu aku... malam ini aku ga akan lepasin kamu" araf menggendong nasya kedalam kamar mengurung nasya dalam pelukannya.
"mas..."
"hmmm"
"aku lagi datang bulan" ucap nasya yang masih mengalungkan tangannya dileher araf. Araf seketika lemas dia menindih nasya.
"ahhh kamu selalu php aku" suara araf tenggelam disamping nasya yang tertutup bantal. Membuat nasya tertawa lagi.
"ya udahlah terpaksa harus puasa" araf merebahkan dirinya disamping nasya. Nasya memeluk tubuh araf yang masih berbalut kimono tidurnya. Araf menutup matanya sambil memeluk nasya dari samping. Araf menciumi kepala nasya yang berada dibawah dagunya. Wangi alpuket shampoo kesukaan nasya tercium dirambut panjangnya. Hal yang paling araf sukai nasya selalu memanjangkan rambutnya.
Araf mengelus punggung istrinya hingga tertidur. Nasya memang sangat mudah tertidur jika araf mengelus punggungnya. Terlebih jika hujan turun maka nasya akan lebih mudah tertidur