
Pagi ini habil harus memulai segalanya dengan baik, semua daftar acara telah dibuat untuk hari ini. Sebelum memulai dia beranjak ke tenda adik-adiknya memastikan untuk mereka sarapan dengan baik. Setelah selesai dia kembali ke tempat panitia berkumpul.
Setelah memakan sedikit roti dan sekotak susu cair dia pun mulai bergerak membantu yang lain prepare seglanya. Hari ini akan memulai dengan senam bersama setelahnya akan ada acara full sampai sore hari diantaranya panjat tebing. Ya walaupun bukan tebing yang dipanjat. Acara hari ini membutuhkan kekompakan antar kelompok.
"kali ini regu medis harus bersiap di sekitar sini, sini dan sini" habil mulai mengarahkan, "kita juga dapat bantuan dari medis militer disini jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Saya menugaskan fian, darin, deni safir dan heru masing-masing dari kalian membawahi 10 orang dari anak-anak smu. Untuk anak smp sudah diatur oleh keyua osisnya dan daftarnya sudah saya pegang. Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik. Mau smu atau smp kita harus saling membantu. Kalian paham?"
"paham" teriak seluruh anggota.
"baik kalau begitu kita mulai. Jika ada yang kurang paham bisa bertanya dengan saya"
Rapat pun selesai habil dan yang lain sedang mengecek ulang persiapan mereka. Setelah dirasa aman mereka kembali ke tenda dan melaporkan keadaan.
"bang nanti kalau abang ga mau panjat tebing bilang ya nanti gue yang bilang ke panitia" hail mengintruksi hasybi.
"bisa gue" jawab hasybi sambil melihat ke arah ponselnya.
"mama sama ayah mau kesini mungkin sore bang" hasybi hanya mengangguk tanpa jawaban.
*****
Acara pun dimulai seharian ini dari mulai panjat tebing, lari berkelompok dengan kaki terikat, mengambil benda diatas sebuah tali dan mengambil tak boleh dengan tangga tapi bertumpu pada teman-teman kelompok mereka. Banyak yang tak kuat hingga banyak juga siswa yang pingsan, sesak nafas, pusing bahkan mual. Habil sempat khawatir dengan kondisi hasybi namun saat dia lihat hasybi dapat mengatasi karena dukungan adik fan teman-temannya dia merasa lega. Menjelang sore acara diistirahatkan sampai selepas isya karena untuk persiapan mandi dan bersih-bersih diri shalat dan lainnya. Selepas isya mereka akan memulai lagi.
Setelah hasybi dan teman-temannya selesai mandi nasya datang bersama suaminya dengan membawa box ditangan araf. Dia mencari habil terlebih dahulu sebelum akhirnya bertanya dimana tenda adik-adiknya.
"nak mau tanya habil dimana ya?" annasya bertanya pada seorang panitia
"ada ditenda panitia bu sedang memberi arahan. Itu tendanya sebelah sana yang paling besar sendiri" jawab remaja wanita yang terkejut saat ditanya oleh nasya yang memakai cadar.
Nasya dan araf mengangguk berterima kasih kemudian berjalan ke arah yang ditunjukkan. Nasya melihat habil yang sedang serius membahas masalah siswa yang jatuh sakit dan melaporkan kepada orang tuanya. Sebagian akan dipulangkan sebagian yang masih kuat masih akan mengikuti acara selanjutnya.
"mas..." nasya memanggil suaminya sambil berdiri diambang pintu tenda dengan pandangan menatap ke arah habil.
"ya" jawab araf singkat
"apa kita terlalu memaksa habil untuk cepat dewasa dari usianya ya?" Nasya terdengar sedih dengan ucapannya.
"sepertinya seperti itu sayang, diusianya yang masih 14 tahun harusnya dia masih bermain dan bersenang-senang tapi dia dipaksa untuk menjaga adik-adiknya dan sepertinya tanpa sadar kita ga pernah bertanya atau pun mau tau apa yang diinginkan habil" araf menggumam dengan jawabannya sendiri.
"aku cuma tau dia sangat ingin kuliah di harvard namun keinginan dia untuk ke harvard dia pendam demi aku mas, aku egois ya mas" suara nasya terdengar parau. Araf memeluk istrinya dari samping untuk menenangkan.
"sudah jangan sedih nanti kita bahas lagi sama anak-anak kalau mereka sudah dirumah. Ayo sekarang kita hampiri habil" araf menuntun istrinya ke arah habil. Habil langsung mencium punggung tangan ibu dan ayahnya.
"mama sama ayah habil ajak ke tenda mereka dulu ya nanti habil menyusul. Habil belum mandi ma" ujar habil yang diangguki nasya.
Habil berjalan sambil menuntun ibunya, dia sangat sayang pada ibunya apalagi kini ibunya sedang mengandung habil menjaga ibunya dengan protektif saat betjalan ke arah tenda adik-adiknya. Sesampainya ditenda hasybi, hail dan yang lainnya menyalami nasya dan araf.
Seperti biasa nasya ingin mencium putra-putranya namun mereka mengelak membuat nasya sedih.
"mama ini kita kan dah gede ma masa masih mau cium kita malu lah" ucap hail pada ibunya sambil merengut.
"mama ini kita bukan bayi lagi" hasybi ikut berucap. Habil dan araf hanya tersenyum melihat mereka. Habil pun berpamitan ingin membersihkan diri.
"tetap aja kalian ini anak kecilnya mama" sungut nasya, "ini mama bawa banyak kue bagi-bagi ke teman kalian" nasya memberikan kue-kue itu ke tangan hail agar hail membagikannya ke teman-temannya.
"terima kasih tante" ucap mereka serempak
"sama-sama nak" jawab nasya.
"mama ngapain kesini bawa makanan banyak? mama takut kita lapar ya?" Hasybi bicara sambil menggigit sedikit kue lapis yang dibawa nasya.
"mama kangen kalian" jawab nasya singkat sambil memperhatikan anak-anaknya.
"mama ini baru sehari ga ketemu kita kangen gimana kalau sampai bertahun-tahun nanti" ucapan hasybi menyentak kedalam relung hati nasya seketika membuat nasya mematung. Benar juga apa yang diucapkan hasybi dia harus mulai terbiasa dengan ketidak hadiran anak-anaknya jika mereka kelak akan berangkat kuliah diluar negeri. Araf yang melihat istrinya tak bereaksi mendengar ucaoan hasybi menggenggam tangan nasya membuat nasya kaget. Dilihatnya mata nasya seperti hendak menangis. Araf menggeleng agar nasya bisa menahan jangan menangis sampai kepergian mereka.
Tak lama kemudian habil datang, "mama bawa apaan aja ma?" habil yang memang tak tau bertanya dengan mengambil posisi disamping ibunya. Nasya mengalihkan pandangan ke arah habil yang baru datang.
"ini sayang" nasya memberikan angku kue kesukaan habil.
"ihhh mama pilih kasih masa abang dapat angku kue aku ga" keluh hail yang melihat abangnya diambilkan angku kue dari dalam box.
"ini..." nasya memberikan 1 kue ke tangan hail yang disambut senang oleh hail.
"hasybi juga mau?" tanya nasya yang dijawab gelengan kepala hasybi.
"mama sosisnya simpan buat malam aja ya" pinta hail yang diangguki nasya dan araf.
"ya sudah mama sama ayah pulang dulu ya. Makanannya simpan dalam tenda kalian kalau-kalau kalian lapar malam-malam" araf berdiri dan membantu istrinya berdiri.
Setelah menyalami anak-anaknya araf dan nasya beranjak dari sana ke arah pulang karena sudah hampir maghrib.