Triple Story

Triple Story
bab 40



Annasya dan araf telah kembali ke indonesia rencana mereka 4 hari terpaksa dikurangi menjadi hanya 3 hari saja karena araf harus segera kembali ke jakarta. Dengan berat hati hail mengantar kepergian mama dan ayahnya yang hanya datang sebentar tapi araf berjanji mereka akan kembali lagi segera setelah pekerjaannya selesai. Bulan depan adalah waktu untuk hasybi, jadi araf harus bekerja sangat keras agar urusannya bisa lekas selesai jadi setelah mereka ke jerman menemui hasybi araf tak akan diganggu soal bisnis lagi. Hanya benar-benar menikmati waktu untuk keluarga.


Keesokan harinya tanpa sarapan terlebih dahulu araf telah pergi kekantor. Habil hanya menatap ayahnya yang terlihat sangat buru-buru. Setelah mencium kening nasya, araf mengulurkan tangannya pada habil. Setelah habil mencium punggung tangannya, araf pun segera pergi dari rumah. Nasya pun menjumput roti oanggang didepannya setelah memakan sedikit dan meminum vitaminnya nasya beranjak, "bil nanti mama mau kekantor ayah. Mama mau makan siang dikantor ayah"


"nanti habil jemput ya ma" Nasya mengangguk, habil mencium punggung tangan nasya dan berpamitan segera berangkat kuliah. Nasya naik kekamarnya, setelah menunaikan shalat dhuha nasya merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia mengelus sisi kasur yang selalu suaminya tiduri menghirup dalam aroma tubuh suaminya yang tertinggal. Nasya beranjak kelemari mengambil pakaian araf dan menciuminya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur hingga tertidur.


Jam menunjukkan pukul 11.30 nasya mengerjapkan matanya perlahan hingga benar-benar terbuka. Setelah terbuka dengan sempurna pintu kamarnya diketuk oleh habil anaknya yang sufah datang.


tok.... tok... tok....


"assalamu'alaikum ma..." ucap habil dibalik pintu


"wa'alaikumsalam sayang" nasya beranjak dari tidurnya untuk membuka pintu kamarnya. Setelah terbuka nasya melihat habil sudah berdiri menjulang tinggi dideoan pintu kamarnya dengan setelan pakaian yang tadi pagi dia kenakan kekampus.


"sebentar ya sayang mama pakai kerudung dulu sama cadar"


"iya ma, habil tunggu dibawah ya ma"


Annasya menganggukkan kepalanya.


Annasya membawa rantang berisi makanan untuk dia makan bersama araf dan putranya habil. Setelah makan siang habil akan kembali kekampus sedang nasya berniat menunggu suaminya sampai pulang bekerja. Sesampainya dia dilobi kantor habil dan nasya turun dari mobil. Habil menggandeng tangan nasya berjalan menyusuri lobi kantor menuju lorong lift. Mata para karyawan tak bisa lepas dari habil yang tampan mempesona menuruni gen nasya yang cantik masya Allah.


Saat nasya berjalan sekilas dia seperti melihat orang yang pernah dikenalnya namun nasya tak ingat siapa apalagi orang itu pun menghilang dengan cepat. Nasya sempat melamun sebentar sampai saat habil mengejutkannya untuk segera mengikutinya masuk kedalam lift khusus presiden.


Setelah keluar dari lift habil ingin keruangan daffa karena ada hal yang ingin dia tanyakan.


"ma... mama kedalam duluan ya aku mau keruangan om daffa dulu ada urusan" ucap habil setelah mengantar ibunya sampai keruangan ayahnya. Nasya hanya mengangguk tak bertanya atau mengucap sesuatu.


"siang bu nasya" iren sekretaris araf yang berhijab menyapa nasya. Nasya tersenyum lembut.


"assalamu'alaikum iren"


Dengan wajah merah menahan malu iren menjawab, "wa'alaikumsalam bu" Iren membukakan pintu dan nasya masuk sambil memgucap salam.


"assalamu'alaikum mas"


Seketika araf terkejut melihat kedatangan nasya. Ia lupa menjawab salam. "sa... sayang...." araf gugup dan langsung berdiri wanita yang berdiri didepan araf pun menoleh pada nasya.


Nasya langsung melotot tak percaya apa yang dilihatnya tadi dilobi ternyata benar, "erika?"


Araf lebih terkejut lagi karena nasya ingat dengan erika wanita yang sudah bertahun-tahun lalu pernah mencoba menggoyahkan rumah tangganya. Seingat dia nasya belakangan menjadi pelupa.


"sayang... kamu tumben dateng kekantor aku?" tanya araf sambil mendekat menyambut kedatangan istrinya.


"sayang dengarkan akj dulu" araf mencoba menenangkan nasya yang mulai emosi. Tak biasanya nasya emosi pikir araf.


"udah berapa lama dia kerja disini?" tanya nasya melotot pada suaminya namun masih dengan suara yang ditekannya agar dia tak berteriak.


"sya..." erika mendekat pada nasya tapi nasya langsung melempar rantang plastik kearag erika membuat erika dan araf terkejut.


"sya... kok kamu kasar sih?" araf menarik tangan nasya dengan kasar membuat nasya menatap tajam pada suaminya.


"apa?! kamu masih mau membela dia!" teriak nasya yang entah mengapa dia tak lagi bisa bersabar seperti nasya biasanya yang tak pernah marah dan selalu bersabar. Araf terkejut dia dibentak oleh nasya untuk pertama kalinya selama 22 tahun membina rumah tangga.


"aku ga nyangka kalian masih berhubungan selama ini!" kesal nasya.


Araf merasa serba salah, "ga sayang ga gitu aku juga baru tau kalau dia kerja disini belakangan ini"


"sya... aku minta maaf" erika mencoba memotong pembicaraan araf dan nasya.


"keluar kamu!" sentak araf membuat erika terkejut dan segera berlari keluar ruangan araf dengan pakaian berantakan.


"jawab aku!"


"baru 2 minggu aku tau kalau erika bekerja disini sya" araf menunduk merasa bersalah.


"dan selama itu kamu ga ada ngomong sama aku! keterlaluan kamu mas!" nasya mendorong araf dia berbalik hendak pergi saat araf hendak menahan tangan nasya, dia memutar araf dan mendoronh agar menjauh hingga araf jatuh tersungkur disofa.


Nasya meneteskan airmata sambil berlari, dia tak menyangka kalau selama ini araf tak jujur padanya. Araf juga menyembunyikan erika dikantornya tanpa bicara terlebih dahulu padanya. Seperti saat dulu nasya dipaksa menerima erika dikediaman mereka. Araf berteriak memanggil nama nasya membuat geger 1 kanyor tak terkecuali habil yang baru saja keluar dari ruangan daffa.


"ada apa yah?" habil panik melihat ayahnya berlari kearah lift.


"mama emosi bil, nanti ayah jelaskan sekarang kita harus temukan mama terlebih dahulu" Habil mengangguk dan mengikuti ayahnya masuk kefalam lift.


Nasya terus menangis hingga dia keluar dari lift dia berlari dilobi hingga keluar kantor. Saat keluar dari kantor dia berhenti ditrotoar depan kantor. Dia menghela nafas dalam agar tak terlalu sesak tapi sesaat kemudian dia merasa kepalanya sakit. Saat nasya memegang kepalanya tiba-tiba ada pemotor menggunakan trotoar hingga tanpa sengaja sebuah motor menabrak nasya hingga dia jatuh terduduk.


"ahhh...." teriak nasya membuat pemotor itu berhenti dan meminta maaf pada nasya.


"nasya..."


"mama...." teriak habil dan araf bersamaan yang melihat nasya sudah jatuh terduduk hendak ditolong seorang pria.


Araf dan habil segera menghampiri nasya yang sudah pingsan. Araf segera menggendong nasya sedang habil segera menelepon supir untuk segera menjemputnya didepan kantor.


Dengan kecepatan tinggi supir mereka segera membawa nasya kerumah sakit terdekat. Darah mwngalir digamis nasya dengan deras mengingatkan araf akan keguguran nasya dikehamilan pertamanya dulu.