
Habil pulang kerumah dilihatnya lampu sudah padam. Penghuni rumah sudah terlelap. Habil memasuki ruang tamu saat dia hendak naik kelantai 2 hail memanggilnya, "bang... baru pulang?" habil membalikkan tubuhnya
"belum tidur il?" habil melihat hail yang mengenakan sweater kebesaran ditubuhnya dan celana pendek.
"lu kasih gue kerjaan gimana bisa tidur gue" ucap hail yang berjalan mendahului habil dia duduk didepan tv mengambil cemilan dan membukanya.
"ya lu kan it diperusahaan ya udah tugas lu lah. Apalagi klient vip maunya sama lu" habil duduk disamping hail, "hari ini gue ajak rilley jalan"
"bagus dong... lu ajak kemana bang? mall? belanja2 ga?" hail antusias.
"ga lah. Gue malah ga kepikiran kesana" ucap habil dengan polosnya
"terus lu ajak kemana?"
"ngukur jalan sambil nyari makanan yang enak dipinggir jalan"
"what???" hail seketika shock
"kenapa?" dengn lugunya habil bertanya
"bang please deh lu itu ceo perusahaan it terbesar. Keluarga kita itu terkaya bang. Malu-maluin banget lu ajak cewe lu cuma ngukur jalan terus makan dipinggir jalan" hail gemas merasakan abangnya.
"apa yang salah?" Entahlah habil memang pintar atau kelewat pintar, hail hanya menepuk jidat saja mendengarnya.
"emang harusnya gimana?" tanya habil lagi
Hail duduk menghadap pada abangnya, "harusnya tuh macam aristokrat bang"
"maksudnya?" habil mengerutkan dahinya
"lu ajak dia nonton orkestra, lu ajak dia makan malam spesial di resto, lu kasih bunga. begitu bang!" saking gemasnya hail sampai meremas jemarinya.
"owh gitu" habil langsung menelepon asistenya, "jim cari tiket konser orkestra besok" tanpa mendemgar jawaban dari jimmi asistennya habil mematikan sambungan telepon kemudian menelepon sekretarisnya, "helena besok siapkan gaun malam untuk perempuan dan kirim ke hotel venus atas nama rilley jangan lupa kirim mua juga kesana" seperti di awal tanpa mau mendengar keluhan dari karyawannya habil mematikan ponselnya. Habil menoleh pada hail.
"good job bang" hail memberikan 2 jempol untuk abangnya. Habil hanya menaikkan dahinya tanpa mau tersenyum. Tak lama kemudian ponsel habil berbunyi, "hasybi" ternyata dari hasybi adiknya yang mengajak video call dia pun menggeser tombol hijau.
"assalamu'alaikum" ucap habil dan hail bersamaan
"wa'alaikumsalam... gimana kabar kalian abang? ade?" hasybi terlihat sedang duduk ditaman.
"alhamdulillah baik. lu sendiri gimana disana bang?" hail bertanya
"alhamdulillah gue juga baik" jawab hasybi, "mama gimana bang?"
"alhamdulillah masih sehat panjang umur" jawab habil
"amin"
"bang gimana hubungan lu sama joana?" hail bertanya pada hasybi. Kemudian hasybi mengarahkan ponselnya ke arah joana yang sedang makan bekal, "woiii jangan makan mulu lu gendut aja lu ntar" teriak hail pada joana.
"biarin gue gendut emang kenapa?" balas joana
"tar abang gue nyari yang lebih langsing dari lu" ucap hail asal
"eh jomblo diem aja lu ya. Hasybi tuh bukan playboy kaya lu yang ga bisa setia ama 1 cewe" ucap joana yang disambut tawa habil dan hasybi
"kurang ajar lu, deket gue jitak lu" sungut hail
"beb... dia mau jitak aku" dengan manjanya joana menempel pada hasybi
"ihhh jijik banget sih lo ngelendot ama abang gue gitu"
"sirik aja lu"
"udah2 lu berdua ya berantem mulu. Bi baik-baik jaga diri disana inget kalian belum halal jangan kelewatan" habil memberi nasehat.
"iya bang tenang aja kita masih dalam batas aman kok" ucap hasybi
"bang" panggil hail pada hasybi
"apa" jawab hasybi
"baik duluan" habil dan hasybi kompak
"eh playboy kampung mana ada orang mau denger berita buruk dimana-mana ya berita bagus dulu lah" celetuk joana.
"eh tikus got diem lu" ketus hail, "ehem... ehem.... dengerin ya bang. Bang habil udah punya cewe horeee" dengan senangnya hail bersorak gembira
"seriusan il? siapa cewenya?" joana penasaran dibuatnya
"kepo" celetuk hail
"siapa il?" tanya hasybi. Habil yang malu dirinya jadi bahan omongan lekas mendekap mulut adiknya.
"lemes lu. lagian gue ama dia ga jadian kok" ucap habil
"Alhamdulillah ternyata habil masih normal ya Allah" joana berteriak membuat pertengkaran hail dan habil terhenti dan melihat kearahnya. Begitupun hasybi, "maksud kamu apa beb?" tanya hasybi dengan tatapan tajam
"what??? beb? hah!!!" hail shock mendengar hasybi memanggil joana dengan sebutan beb, "ehhh tikus got jangam racunin abang gue yang aneh2 deh"
"iri aja lu!" ketus joana
"alay lu bang!" habil yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak. Sudah lama rasanya habil tak pernah tertawa senang seperti ini. Membuat hasybi, hail, joana melihat habil. Mereka senang melihatnya.
"eh tunggu" habil tiba2 berhenti dari tawanya, "maksud ucapan lu berarti selama ini lu nganggep gue ga normal gitu jo?!" habil langsung menembak kesasaran. Habil dan hail menatap layar ponsel habil sedang hasybi melihat serius ke arah joana.
Joana jadi serba salah, "ga gitu beb"
"terus maksudnya?" hasybi yang memang kritis selalu meminta penjelasan
"ya kan kamu tau sendiri beb kalau bang habil tuh terkenal dingin, apatis aku pikir ya... dia ga tertarik sama orang beb. Dia cuma tertarik sama kerja aja" joana menjelaskan maksudnya tanpa ingin menyinggung 3 bersaudara itu. Joana menunjukkan puppy eyesnya membuat hasybi menggeleng karena gemas.
"eh btw siapa sih cewe itu il?" joana yang memangnya penasaran dari awal ingin mengetahui siapa wanita itu.
"itu bang yang dulu pernah kita tolong" hail memberikan clue pada hasybi yang langsung dipahami oleh hasybi.
"owhh... dia" hasybi bersemangat
"siapa sih beb?" joana yang memang tak mengenal rilley dan tak tau cerita mereka penasaran.
"udah 5 tahun loh bang. Mana cewenya dibela-belain dari rusia kesini cuma buat ketemu ama bang habil" jelas hail
"ini mulut kayanya minta disolatip ya!" habil berucap dengan nada kesal
"hehehe peace" hail mengacungkan dua jari ditangan kirinya.
"uang jajan bulan ini dipotong 30%" ucap habil
"yah bang tega banget lu" hail memelas habil tak peduli.
"terus kabar buruknya apa il?" tanya hasybi serius. Dia sangat takut jika kabar buruk ini mengenai ibunya yang mengalami alzheimer.
Hail mneghela nafas, "ada 2 bang" dengan lemas hail berucap
"buruan bilang jangan bikin gue penasaran" hasybi tak sabar lagi
"yang pertama uang jajan gue dipotong lu denger sendiri kan"
"ga penting yang kedua?" hasybi tak sabar begitu pun habil dan joana mereka menatap habil serius
"gue sendiri yang masih jomblo ha...." rengek hail
"bodo amat!" hasybi yang kesal langsung mematikan ponselnya tanpa pamit.
"gue kira apa il" habil langsung berdiri meninggalkan hail
"bang" panggilan hail tak digubris oleh hail
"tega banget lu semua sama gue!" kesal hail