Triple Story

Triple Story
bab 20



Hail sedang duduk diatap saat jam istirahat dia memandangi sekolahnya dari atas sambil melihat kebawah dan melukisnya diremani arthur dan sean yang sedang merokok. Saat sedang memperhatikan inara yang sedang berjalan berdampingan dengan seorang guru berjilbab panjang hail memandang dengan pensil didepan matanya. Saat sedang fokus tiba-tiba ada seorang gadis duduk disisinya, "hai..." sapa cio pada hail.


Hail menoleh pada cio ,"ck..." kesal hail langsung melempar wajahnya ke arah lain.


Cio memberikan sebuah box makanan dan diberikan pada hail, "ini..." cio tersenyum lebar. Hail melirik pada box itu kemudian memeluk buku gambarnya dan melihat kepada cio, "maaf saya sedang berpuasa" hail langsung berdiri meninggalkan cio dan 2 temannya. Sean langsung mematikan rokoknya dan mengikuti hail.


"il..." panggil sean. Hail menoleh pada sean.


"hmmm"


"dia siapa lagi?" tanya sean


Arthur yang baru bergabung nyeletuk, "katanya mau fokus sama inara kok ada lagi yang baru. Mana cantik banget lagi. Kayanya blasteran ya?" Hail hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu dan tak mau tahu.


"Hail..." cio berlari dan memanggil


"apalagi?" dengan malas hail menoleh pada cio.


"sabtu ini kamu free ga? aku mau ajak kamu nonton" Cio tersenyum memperlihatkan gigi kelinci yang menggemaskan. Hail menghela nafas menoleh ke sembarang arah.


Hail memegang bahu cio, "dengar ya nona saya ga kenal sama kamu jadi saya ga mau jalan sama kamu. Paham?" tolak hail langsung membuat cio menatap hail dimata cio terlihat kekecewaan namun seketika cio langsung tersenyum.


"hail makanya kita ga saling kenal kita bisa saling mengenal kalau kita luangin waktu untuk jalan" jawab cio tanpa malu.


"wuihhh baru ini w tau ada cewe nekat biarpun udah ditolak hail" arthur berucap sambil meggelengkan kepalanya.


Hail tak mempedulikan lagi, dia meninggalkan 3 orang itu sambil menggeleng kepala. Cio masih memanggil namun tak digubris hail.


"dia ga akan merespon lu karena hail yang gue kenal ga akan mengubah keputusannya" sean menepuk pundak cio dan meninggalkan cio diikuti arthur.


🌸🌸🌸🌸🌸


Dirumah nasya duduk sendiri berdizikir dimushalla rumahnya. Dia sedang khusyuk tak mendengar saat suaminya datang mengucap salam. Araf melihat sekeliling tak juga melihat istrinya yang biasanya ada diruang tengah menunggunya pulang. Dilihatnya anak-anaknya juga tak ada.


"kemana semuanya?" tanya araf oada dirinya sendiri. Dia oun memanggil art-nya, "bi minah" araf berteriak agar art-nya keluar.


"ya tuan" bi minah dan 2 orang asiten lain keluar bersamaan.


"istri sama anak-anak saya kemana bi?" tanya araf bingungbkarena tak mendapati mereka.


"ibu sedang dimushalla tuan. Kalau anak-anak belum pulang sekolah" jawab bi minah sambil menunduk.


Araf melihat jam ditangannya sudah pukul 5 biasanya anak-anaknya sudah ada dirumah. Diapun menelepon hilman bodyguard anak-anaknya.


"hallo hilman"


"ya tuan..." jawab hilman diseberang sana.


"kenapa anak-anak belum pulang?" tanya araf khawatir.


"den habil ada rapat osis tuan diikuti den hasybi dan den hail" jelas hilman.


"jam berapa mereka pulang?"


"ini sedang perjalanan tuan sebentar lagi sampai" jawab hilman.


"ya sudah hati-hati ya hilman"


Araf duduk disofa sambil merenggangkan dasinya, dia mendongak sambil terpejam saat tiba-tiba ada yang mengecup keningnya araf membuka matanya mendapati istrinya berdiri. Nasya memutari sofa dan duduk disamping suaminya.


"maaf ya ga menyambut kamu pulang" nasya mencium punggung tangan suaminya. Araf memegang wajah istrinya yang selalu cerah dan sedap dipandang mata. Saat araf merengkuh kepala istrinya hendak mencium bibir istrinya terdengar salam dari anak-anaknya yang datang. Araf menunduk tersenyum kecut, nasya menoleh pada anak-anaknya yang baru datang.


"assalamu'alaikum" triple h serempak


"wa'alaikumsalam" jawab nasya. Triple h mencium punggung tangan orangtuanya.


"Ayah kita main ml yuk?" ajak hail yang langsung duduk disisi ayahnya.


"ga boleh kalian ganti pakaian dulu. Ayah juga" perintah nasya tegas tak mau dibantah.


"iya ma" jawab mereka serempak dan beranjak dari duduk mereka dan berjalan ke arah kamar.


Saat makan malam selesai seperti biasa mereka berkumpul diruang tengah. Habil menyerahkan 3 lembar kertas pada orangtuanya untuk ditanda tangani.


"ma , yah ini ada selebaran dari sekolah untuk ditanda tangani"


Nasya melihat kertas yang ada ditangan araf, "kalian mau ikut LDKS?" triple h mengangguk berbarengan.


"dimana acaranya?" tanya nasya


"di tempat opa danu bertugas ma" jawab habil


"cijantung?" tanya nasya yang diangguki habil.


"kalian semua ikut? hasybi biasanya ga mau loh" nasya melirik pada puteranya yang tengah asyik menonton tv sambil ngemil buah.


"iya ma tapi abang bilang harus" jawab hasybi jujur


"bil..." lirikan ibunya meminta penjelasan. Habil gemas dengan hasybi sedang hail hanya menggeleng sambik terkekeh.


"ma... hasybi ga pernah ikut LDKS sesekali dia harus ikut agar dia bisa berbaur dengan teman-teman. Hasybi terlalu introvert ma" jelas habil.


"i'm fine abang" hasybi menoleh pada habil. Habil hanya melirik tajam seperti memberitahu tak boleh membantah hasybi pun diam.


"baiklah ayah akan menyetujui asal kamu bisa bertanggung jawab dengan adik-adikmu. Terutama hasybi dia ga bisa kena debu dan kotor" Araf menandatangani 3 lembar surat itu.


"ayah nih gimana namanya ikut LDKS udah pasti tempatnya kotor dan bau" nasya melirik pada suaminya. Araf tersenyum pada nasya, "sesekali kita akan terbebas dari anak-anak selama 3 hari sayang. Kita jadi punya waktu berduaan" ucap araf tersenyum pada nasya.


Hasybi memutar bola matanya malas, habil mengalihkan pandangan dan hail menggeleng. Nasya tersenyum menggoda, "ahhh kalau kaya gini lebih baik kita kembali kekamar yuk" ajak araf pada nasya.


"punya ayah mesum banget ih!" kesal habil beranjak.


"untung cuma hail yang nurunin" hasybi ikut berucap kemudian mengikuti habil berjalan kekamarnya.


"loh kok gue sih bang. Enak aja!" hail langsung memeluk keher hasybi dari belakang dan meminta gendong yang ditimpali jitakan dikepala hail oleh hasybi..


Araf dan nasya melihat sambil tersenyum senang, "semoga anak-anak bisa kompak terus sampai tua ya sayang" ucap araf yang diangguki nasya.


"terima kasih udah mendidik anak-anak jadi anak yang baik, soleh dan cerdas" araf mengelus keoala nasya yang tertutup hijab.


"terima kasih juga untuk kamu yang telah menjadi ayah yang luar biasa sabar dan bijak pada kami. Tetaplah seperti ini sampai kita tua nanti" ujar nasya sambil menggenggam tangan suaminya erat.


Araf tersenyum kemudian beralih pada perut nasya yang masih rata, "semoga kamu juga jadi anak soleh atau solehah ya sayang. Kami mencintai kamu" araf mengecup perut nasya dengan lembut