Triple Story

Triple Story
bab 76



Hasybi melepas pelukan joana, "jo jangan begini malu dilihat orang"


"iya beb maaf habis aku kangen banget sih sama kamu" ucap joana manja


"kamu sampai jam berapa?" hasybi berjalan diikuti joana yang bergelayut manja dilengan kanan hasybi.


"baru sampai tadi pagi aku langsung kerumah kamu nyapa mama sama ayah kamu. Terus mama tidur aku kesini deh"


"berarti kamu belum istirahat ya"


"udah kok tadi dirumah kamu sambil nemenin mama kamu tidur. Kan mama kamu yang ngajak aku tidur bareng sehabis makan siang dan minum obat" jelas joana


"wahhh ceritanya lagi ngerayu calon mertua ya biar direstuin" ejek hasybi


"hehehe kok tau sih..." hasybi menoel hidung mancung joana dengan telunjuknya


Hasybi masuk kedalam mobilnya begitu pun joana yang mengikuti hasybi.


"aku harap ga sekarang ja kami dekat sama mama nanti setelah menikah aku mau kamu juga dekat sama mama"


"kamu kaya baru kenal aku aja, aku sama mama kamu kan udah kaya anak sama ibu. Sebelum aku suka sama kamu juga aku udah deket sama mama kamu" ucap joana.


Hasybi duduk menyamping melihat ke arah joana, "jo.."


"hmmm"


"kamu tau kan kamu itu cinta pertama aku"


joana menganggukan kepalanya, "tau... kamu juga cinta pertama aku" senyum joana dengan bibir mengatup


"aku harap kamu jadi cinta terakhir aku" hasybi merogoh kantongnya celananya dan memberikan kotak berwarna merah yang belum terbuka. Joana terkejut bukan main dia terharu sampai tak bisa bicara. Dia menutup mulutnya denga kedua tangannya.


"beb ini..." joana menangis saking terharunya


"besok kita adakan acara makan malam keluarga aku mau melamar kamu"


"kamu nih... ngelamar kok bilang2 harusnya jangan bilang biar jadi sureprise" joana menghapus airmatanya lalu tersenyum.


"ini mau diambil ga nih?" hasybi masih memegang kotak yang ingin dia berikan pada joana namun tak diambil juga oleh joana.


"ihhh..." joana langsung merebut kotak ditangan hasybi, "baru juga romantis malah begini lagi" gerutu joana sedangkan hasybi tertawa melihat joana. Wajahnya lucu jika sedang memangis tapi dengan menggerutu dan mnegerucutkan bibirnya.


"makasih ya" ucap joana dengan senyum mengembang penuh kebahagiaan diwajahnya mendapat sepasang anting dikotak tersebut. Hasybi tak merespon dia langsung menstater mobilnya meninggalkan rumah sakit.


"cincinnya nanti aja ya kalau kita menikah" ucap hasybi saat lampu merah dia melihat joana yang terus memandangi anting pemberian hasybi.


"iya" jawab joana singkat tapi matanya masih menatap anting tersebut, "aku pakai sekarang ya" hasybi mengangguk.


"beb aku mau tanya"


"apa?" hasybi masih memperhatikan jalan didepannya


"kok kamu kasih aku anting kenapa? biasanya kan orang tuh kasih kalung atau cincin gitu beb"


"anting kan sepasang, aku mau kita jadi kaya anting itu tak terpisahkan" hasybi melihat pada joana dan tersenyum


"ihhh sweet banget kamu beb"


***


"jim saya pulang lebih dulu tolong handle sisa pekerjaan saya. Helena cancel semua jadwal sore ini yang urgent bisa kamu telepon hail untuk menggantikan saya" Perintah habil pada asisten dan sekretarisnya helena dan jimmy mengiyakan perintah habil. Habil turun sendiri kebawah helena menelepon supir untuk menunggu habil dilobby kantor.


Para karyawan yang menyapa habil tak habil gubris dia merasa sangat sakit kepalanya karena banyaknya masalah yang dia pikirkan. Terutama soal rilley yang dia tak mau menyerah tapi dia juga bingung harus bagaimana.


Hail ditelepon helena untuk menghadiri rapat dengan perusahaan dari luar negeri yang tidak bisa dicancel. Hail mengiyakan permintaan helena dia berpikir sejenak, "abang sakit beneran? ga biasanya dia begini" gumam hail dia mengambil ponsel disakunya menelpon hasybi.


"wa'alaikumsalam bang lu masih dirumah sakit?"


"ga kok gue lagi perjalanan pulang kenapa il?"


"bang habil kayanya bemeran sakit deh bang. Lekas pulang bang periksa abang. Gue masih ada 1 meeting penting lagi"


"kayanya bang habil banyak masalah deh il, dari kemarin gue liat dia mukanya kaya orang yang lagi nanggung banyak beban"


"apa ada hubungannya sama rilley ya bang? soalnya kan untuk urusan perusahaan gie dah bantu bang"


"nanti gue coba cari tau il assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"


Hasybi berjalan cepat masuk kerumahnya dia tak melihat keberadaan ibunya. Dia hanya melihat araf yang sedang makan diruang makan sendiri.


"assalamu'alaikum ayah" hasybi menyalami ayahnya


"wa'alaikumsalam kamu udah pulang?" araf mengulurkan tangannya.


"iya yah... ayah makan sendiri? bang habil sama mama kemana?"


"habil kayanya sakit bi... tadi ayah udah bujuk untuk makan tapi dia menolak. Mama dikamar sama perawat, setelah ayah makan ayah kembali kekamar kamu kekamar habil ya periksa keadaanya"


"iya yah"


"oiya bi... bilang sama habil ga usah terlalu memikirkan kami orangtua kalian. Kejarlah kebahagiaan kalian, kami baik2 saja yang penting kalian bahagia" hasybi tak paham maksud ucapan ayahnya. Araf langsung bangkit begitu menyelesaikan makannya dan beranjak kekamar.


Saat hasybi hendak naik kekamarnya dia berpapasan dengan perawat yang bekerja membantu ayahnya menjaga ibunya.


"selamat malam tuan muda" perawat itu diperkirakan berusia pertengahan 20-an. Hasybi hanya mengangguk saja dia melanjutkan kekamar habil. Dia mengetuk sampai ada suara habil menuruhnya masuk.


"masuk"


"bang" hasybi masuk dan langsung duduk disamping habil yang sedang duduk membaca buku.


"ada apa bi?" hasybi langsung memegang kening habil.


"gue cek dulu bang" hasybi mengambil termometer digital menaruh dikening habil


"39 derajat abang demam"


Hasybi menelpon asisten rumah tangganya dan meminta membuatkan bubur.


"gue gapapa bi"


"gapapa gumana sih banh lu demam begini" kesal hasybi yang mengkhawatirkan keadaan abangnya.


"cihh" habil tersenyum miring, "dulu mama sekarang lu. Ada bagusnya punya keluarga dokter jadi ga usah bayar kalau sakit" hasybi mendecih saja.


"bang makan dulu" hasybi menyuapi makanan kemulut habil. Habil menurut saja disuapi hasybi. Setelah makan beberapa suap hasybi memberikan paracetamol kepada habil sesuai dosis.


"bang"


"ya" habil meletakkan gelas dinakas


"ayah tadi bilang sama aku kita anak2 ayah jangan terlalu memikirkan ayah sama mama. Mereka akan baik2 aja yang penting kita bahagia. Kita diminta mengejar kebahagiaan kita bang" habil terdiam sejenak lalu menunduk.


"apa lu ada masalah sama rilley? jujur aja bang jangan dipendam sendiri kita cari solusinya bersama"


"ayah rilley meminta aku untuk datang kerusia melamar rilley dengan membawa keluarga lu tau sendiri gimana kondisi mama terus setelah menikah gue diminta membantu bisnisnya dan tinggal dirusia setelah menikahi rilley. Gue menolak dan ayahnya rilley ga ngerestuin kita. Rilley sendiri ga peduli dia hanya ingin menikah sama aku. Tapi aku ga mau rilley jadi anak durhaka bi"


"besok kita rundingkan ya bang sama ayah"