
Hari yang dinantikan para murid telah tiba, LDKS gabungan telah dipersiapkan dari jauh-jauh hari dan kini sudah akan dimulai. Annasya mempersiapkan bekal untuk para puteranya yang akan pergi 3 hari.
"habil mama benar-benar khawatir sama hasybi, tolong jangan jauh-jauh dari hasybi ya nak" pesan nasya setelah memberikan 3 kantong bekal untuk anak-anaknya oada pak hilman. Habil mendekat pada sang ibu dengan tersenyum habil memeluk ibunya.
"mma ga usah khawatir nanti kalau habil sibuk habil minta hail untuk bantu hasybi"
"trrima kasih sayang" ucap annasya sambil mengelus pundak anak sulungnya.
"mama jaga kesehatan aja terutama adik bayi difalam perut mama. Kami sayang mama sama adik"
"iya sayang hati-hati ya nak" nasya mencium anak-anaknya dan melepas kepergian mereka.
Didalam mobil
"il pokoknya lu jangan jauh-jauh dari hasybi tugas lu tetep jaga hasybi kalau gue sibuk" ujar habil yang duduk didepan samping hilman.
"bang gue kan adik kecil masa suruh jaga abang. Yang ada abang jaga adik" bantah hail
"ga ada bantahan. Hasybi lu juga jangan jauh-jauh dari hail ataupun gue. Sengaja lu gue bikin sekelompok sama hail biar kalian ga pisah" suara habil seperti memerintah tak ingin dibantah.
"bang lu sama mama sama aja nganggap gue anak kecil. Kalau lu ga percaya sama gue kenapa lu harus ikutin gue. Gue bisa urus diri gue sendiri bang" hasybi sudah sangat kesal diperlakukan seperti anak kecil oleh mama dan abangnya. Hanya ayahnya saja yang selalu bisa melepas tanpa beban selalu memberinya kepercayaan.
"karena gue ga mau lu selalu sendirian tanpa bergaul. Lu terlalu introvert. Disana nanti cobalah untuk bergaul supaya mama bisa percaya sama lu untuk lepas lu Kuliah diluar negeri"
....
"Perhatian semuanya masing-masing ketua laporkan setiap anggotanya pada kami! Disebelah kanan saya tenda untuk siswa smp, dan disebelah kiri saya untuk siswa smu. Masing-masing tenda udah ada nama ketuanya. Silahkan cari tenda kalian. Kami beri waktu 1/2 jam untuk prepare dan lainnya setelah itu ketua harap laporkan kepada kami anggotanya. Terima kasih!" Habil bicara dengan pengeras suara dia pun membubarkan barisan.
Dia menuju ke tenda hasybi dan hail dia memantau adiknya terlebih dahulu sebelum ke tendanya untuk melakukan tugasnya.
"bi..." panggil habil pada hasybi yang sedang duduk ditepi tenda. Dilihatnya hail sedang membereskan tas mereka.
"bang... jorok" tunjuk hasybi ke arah dalam tenda.
Habil mengerti adiknya selain introvert hasybi juga pecinta kebersihan dia sangat tidak suka berbagi dengan orang yang tak dikenal. Habil takut adiknya terkena OCD (obsessive compulsive disorder) penyakit pikiran yang membuat penderitanya sangat cemas dan khawatir berlebihan hingga melakukan sesuatu berulang kali secara berlebihan seperti mencuci tangan berulang kali untuk menghilangkan kecemasan tersebut.
"hasybi percaya abang kan?" tanya habil lembut seperti tau kecemasan yang melanda adiknya. Hasybi hanya diam ditempat. Hail keluar tenda dilihatnya hasybi menunduk sedang habil meraih bahu hasybi, "abang mau kamu seperti yang lain. Maaf kalau abang maksa kamu karena abang ga mau kamu seperti ini terus"
"bang hasybi bisa tidur samping aku, mama kan udah siapin sleeping bag untuk abang ga akan ada yang bisa sentuh abang kalau abang tidur. Nanti aku jagain abang" hail melihat ke arah hasybi meyakinkan abangnya yang masih enggan masuk tenda.
Hasybi menoleh pada hail kemudian pada habil, "abang yakin kamu bisa atasi ini" habil menepuk pundak hasybi, hasybi pun menunduk dia beranjak dari temptanya berdiri masuk kedalam tenda.
1 tenda berisikan 5 orang selain hail dan hasybi ada sean dan arthur teman hail yang memang hail request ke abangnya agar bisa membantunya mengawasi hasybi. Dan 1 orang lagi bernama ben teman sekelas hasybi yang memang tau hasybi namun hasybi tak pernah mengenal ben.
"hai bi..." ben menyapa hasybi yang sedang duduk diluar tenda setelah merapikan barangnya. Hasybi menoleh pada ben.
"hai..." jawab hasybi yang duduknya agak menyingkir ke arah hail.
"bang dia kan temen sekelas lu" ucap hail sambil memakan cemilan ditangannya. Hasybi hanya mengangguk.
"sini ben ikut gabung kita santai aja. Lagian lu kan juga ketua kita" arthur memberi tempat disinya dan juga sean agar ben tak mendekat pada hasybi. Karena arthur dan sean sangat tau kembaran sahabatnya tak pernah mau disentuh orang lain. Ben mendekat pada sean dan arthur mengambil posisi disamping arthur.
"nih bang makan sedikit makan malam masih lama nanti abang lapar" hail memberikan roti sandwich yang disediakan ibunya untuk mereka.
"kamu udah cuci tangan belum?" hasybi menerima roti itu dan memakan dengan menggunakan tangannya.
"udahlah bang" jawab hail yang diangguki hasybi.
Ben yang melihat interaksi mereka tersenyum, arthur yang melihatnya menepuk bahu ben, "hail emang terkesan cuek sama orang lain tapi kalau udah menyangkut saudaranya dia akan sangat berbeda. Apalagi kalau menyangkut hasybi"
Ben menoleh pada arthur, "dikelas hasybi pun ga ada teman diapun ga pernah mau duduk bersebelahan dengan orang lain. Dia selalu jaga jarak 1 bangku kosong"
"itulah kenapa habil meminta hasybi untuk ikut acara ini karena habil takut dia kena ocd apalagi hasybi terlalu introvert" sean menjelaskan.
"sikembar 3 ternyata kompak ya" ben tersenyum melihat hail yang membukakam bungkus rumput laut agar dimakan abangnya. Arthur dan sean hanya mengangguk sambil memakan cemilan ditangannya.
"abang ga mau berbagi sama temen abang?" tanya hail pada hasybi yang masih memakan rumput laut kering setelah memakan sandwich.
Hasybi menengok pada ben, "sean sama arthur juga makan cuma temen abang aja yang ga makan. Kali aja dia ga bawa bekal karena bekal kita banyak abang bagi sedikit sana ke teman abang" hail memberikan roti yang masih dibungkus plastik ke hasybi agar hasybi mau berbagi pada ben.
Hasybi menerima roti tersebut dan berdiri ke arah ben, "ben..." hasybi berdiri sambil menyodorkan roti pada ben. Ben mendongak pada hasybi. Dia terlihat bingung dengan sifat hasybi. Hail yang masih duduk dibelakang hasybi mengangguk memberi kode agar ben menerima roti tersebut.
Ben tersenyum, "makasih ya bi..." hasybi mengangguk dan kembali kesisi hail.
"gimana rasanya berbagi bang?"
"hmmm?"
"kita berbagi ga cuma sama saudara atau orang miskin. Kita juga harus peka sama orang sekitar bang. Contoh kecilnya ben dia ga bawa bekal karena dia ga paham dengan LDKS dia sama seperti abang baru kali ini ikut" hail menjelaskan.