
Buat para readers author maafkan author yg br update lg dikarenakan ponsel hilang dan lupa password msk ke akun lama tulisan author. Sekali lg maafkan author 🙏. yukkk lanjut
Sesampainya di rusia tanpa membuang waktu jimmy mengantar araf dan Habil ke kediaman rilley. Disana mereka sudah disambut oleh keluarga rilley. Tanpa banyak basa basi araf dan Habil mengemukakan keinginan mereka untuk bisa segera menikahi rilley. Ayah rilley menyetujui keinginan Habil untuk menikahi rilley. Betapa bahagianya Habil mendapat restu dari orangtua rilley. Habil sangat bersyukur urusannya di rusia berjalan lancar. Sesuai kesepakatan pernikahan akan diadakan diindonesia karena keinginan rilley dia menikah di jakarta disebuah taman yang menjadi impiannya sejak kecil.
Pernikahan akan diadakan 1 tahun kedepan mengingat rilley sudah menjadi WNA pernikahan mereka tidak bisa dilakukan secepat mungkin banyak hal yang harus diurus terutama perizinan.
4 hari sudah berlalu Habil dan araf segera kembali ke indonesia, Araf tidak jadi bertemu dengan temannya di abudabi karena dia mendapat telepon jika kondisi annasya mengkhawatirkan.
Habil sedang sarapan saat hasybi menelepon. drrrttt...... drrttt.....
"assalamualaikum bi"
"wa'alaikumsalam bang" terdengar nada sedih dari suara hasybi membuat Habil beranjak dr duduknya
"ada apa bi?" tanya Habil khawatir
"bang.... mama masuk rumah sakit" suara hasybi tercekat menahan isak
"ya Allah..."
"maafin gue bang..."
"gue sama ayah balik ke jakarta sore ini lu jangan panik ya, hasil dimana?"
"Hail lagi nungguin mama didalam, gue sama Joana diluar kamar karena dokter bilang hanya boleh 1 orang didalam" jawab hasybi
"ok nanti sesampainya dijakarta kita langsung kesana"
Habil bergegas merapikan pakaiannya, dia beranjak kekamar ayahnya dan melihat ayahnya sudah merapikan barang bawaan.
"ayah..."
Araf melihat ke arah putranya dia berusaha tegar dan tersenyum, "kita pulang sekarang kan?"
Habil mendatangi ayahnya dan memeluknya, "maafkan Habil seharusnya Habil ga egois dengan meminta ayah ikut Habil"
Araf menepuk pundak putranya yang sedang dipeluk, "sudah jangan menyalahkan diri sendiri, kita lekas pulang mama membutuhkan kita" Araf melepas pelukan Habil. Araf, Habil dan jimmy bergegas menuju bandara. Habil menelepon rilley mengabari keberangkatannya ke jakarta.
20 jam kemudian Habil, araf dan jimmy telah sampai di bandara soetta. Habil meminta jimmy untuk membawa barang bawaannya kerumah sedang dia dan araf bergegas ke rumah sakit. keadaan nasya sungguh kritis sudah banyak selang yg terhubung dalam tubuhnya.
Habil dan araf tak kuasa melihat keadaan nasya sekuat-kuatnya araf berusaha tegar pada akhirnya dia pun menangis tak kuat lg.
"yah...." hail si bungsu menghampiri ayahnya yang sedang terisak perlahan, "kita harus kuat yah" hasil memeluk ayahnya berusaha menguatkan hati ayahnya. Araf membalas pelukan Hail. Habil dan hasybi yang melihat pun ikut memeluk ayah mereka.
Joana tak kuasa menahan tangis, dia berdiri melihat pemandangan menyedihkan yang belum pernah dia lihat dalam keluarga suaminya.
mama dan papa araf datang, mengetahui keadaan menantu kesayangannya kritis membuat hati mama araf trenyuh dia pun menangis sejadinya.
"dokter bilang apa raf?" papa araf bertanya pada anaknya yang kini duduk di kursi tunggu. terlihat gurat lelah diwajahnya namun dia enggan untuk beranjak dari sana.
Araf mengusap wajahnya kasar, "keadaan nasya kritis karena memang alzheimer yang menggerogotinya sudah sangat parah pa, ga ada lagi yang bisa kita lakukan" araf menggeleng lemah.
Joana melihat ibu mertuanya dibalik kaca, dia tak pernah menyangka wanita cantik nan cerdas itu bisa dalam keadaan menyedihkan seperti ini. Kini dia sudah tak bisa makan dan minum semua dari selang bahkan untuk membuka mata pun tak dilakukan ibu mertuanya selama 2 hari ini.
Araf masuk kedalam ruangan nasya dia melihat pada istrinya dia menggenggam tangan nasya dengan lembut sambil membaca ayat suci Al-Quran.
Nasya membuka matanya setelah 2 hari dia tertidur, dia melihat ke arah araf. Dengan lemah nasya bicara, "mas... bimbing aku..."
Araf tak kuasa menahan tangis, dia mendekati telinga nasya, "laa illa ha illallah" dengan lancar nasya mengikuti. setelahnya nasya memejamkan matanya kembali dengan senyum terulas diwajahnya. Araf menangis sambil memeluk istri yang sangat dicintainya itu.
Habil yang mendengar suara tangis araf semakin keras memaksa masuk ke ruangan nasya dirawat begitu pun yang lain. Triple h tak kuasa membendung air mata, mereka pun ikut menangis memeluk sang ibu.
Orangtua araf dan Joana pun menangis terlebih mama araf yang pingsan karena tak kuat lagi. suasana dirumah sakit benar-benar menyedihkan ditambah hujan deras diluar sepeti langit ikut menangis atas meninggalnya seorang wanita solehah yang tegar, kuat, cerdas juga seorang ibu yang penyayang.
Bayu dan keluarganya baru tiba dirumah sakit saat nasya menghembuskan nafas terakhirnya. Bayu tak percaya keponakan kesayangannya kini telah tiada. Bayu menyandar pada tembok dibelakangnya dia terlihat frustasi dan sangat sedih kehilangan nasya. Istri dan anak-anaknya memeluk bayu yang menangis. seumur hidup baru ini istri dan anaknya melihat bayu menangis.
###
Pemakaman nasya berlangsung dengan khidmat tak ada lagi yang menangis tersedu seperti semalam saat nasya baru saja meninggal. Semua orang tampak sudah lebih ikhlas.
Semua pelayat dan keluarga dekat sudah pergi meninggalkan kuburan nasya. Tinggal araf dan anak-anaknya juga Joana disana. sambil mengusap nisan nasya araf berucap, "Semoga Allah memberikan tempat terindah untuk kamu istri solehahku"
Saat mereka kembali kerumah utama suasana terasa sangat asing terlebih tak ada nasya disana yang biasa menyambut mereka. Araf memasuki kamar dia menangis terisak mendapati kamar terasa sunyi sepi tanpa nasya. Araf menangis hingga tertidur.
Habil menelepon rilley di rusia mengabari ibunya meninggal, dari suaranya terdengar Habil sangat terpukul. Rilley berusaha menenangkan nya diseberang sana.
"ma... maafkan Habil disaat mama sakit Habil malah egois meninggalkan mama dan membawa ayah kerusia hanya untuk kepentingan Habil maafkan Habil ma..." isak tangis Habil tak dapat ditahan lagi dia memeluk foto ibunya.
Berbeda dengan hail dia hanya memeluk foto ibunya dengan diam-diam menangis. Dia menyesali perbuatan nakalnya selama ini yang selalu membuat ibunya pusing bukan kepalang.
"ma... maafkan hail..." isak hail pelan.
araf dan anak-anaknya mencurahkan penyesalan mereka masing-masing. Araf yang dulu pernah berselingkuh dan menyakiti nasya, Habil yang merasa kurang bertanggung jawab, hasybi yang merasa kurang perhatian dan hail yang merasa sangat nakal hingga membuat nasya kewalahan. kini hanya penyesalan yang ada dalam benak mereka.
Araf merasa kini hidupnya hampa dan kosong tanpa nasya di sisi nya.
Penyesalan memang selalu berakhir menyakitkan maka dari itu lakukanlah segala sesuatu sebaik mungkin selagi orang yang dicintai masih hidup