Triple Story

Triple Story
bab 53



Hilman mendatangi kantor araf menjelang siang. Dia bertanya pada iren sekretaris araf yang selalu stand by dideoan ruangan araf, "mba iren... bapak ada?" Iren melihat pada hilman yang terlihat berantakan dengan wajah penuh kumis dan jenggot yang entah sudah berapa hari tak dicukurnya.


"mba..." panggil hilman membuyarkan lamunan iren.


"apa sih!" ketus iren yang entah kenapa selalu kesal jika berhadapan dengan hilman semenjak hamil, "noh didalem" dengan judesnya iren berkata.


"jutek ga ilang-ilang ati-ati nanti anaknya mirip aku" ucap hilman yang memang paling suka mengejek iren.


"amit-amit ya dek mirip orang jelek" iren mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat buncit.


"cih" hilman hanya berdecih dan berjalan ke arah pintu masuk keruangan araf.


"kasihan banget kamu man... jadi frustasi begitu ditinggal inara. Baru ini mba lihat kamu begitu mencintai perempuan" Iren bergumam sendiri sambil menatap kepergian hilman yang tak lagi terlihat dibalik pintu.


"hei..." kebiasaan billy teman kerja sekaligus asisten araf ini selalu mengejutkannya.


"Lu tuh ya bisa ga sih jangan ngagetin lupa apa gue lagi hami!" dengan kesalnya iren berucap sambil memukul dan mencubit billy.


"awww... aww... sakit ren. Aduhhh galak banget sih bumil" Billy mengelus tangannya.


"lagian lu kenapa ngelamun nih kerjaan banyak" billy meletakkan dokumen dimeja iren.


"gue lagi kasian ama hilman liat dia sekarang kacau banget berantakan banget" iren berucap sambil melihat dan memilah dokumennya.


"cara gue yang jadi hilman juga bakalan frustasi ren apalagi inara cinta pertamanya hilman. Mana mereka udah siap mau nikah ehhh... malah kena musibah kaya gini ckckckck" billy menggelengkan kepalanya.


"orang baik cobaannya banyak dan berat. Tapi orang jahat disamping gue kenapa panjang umur dan sehat selalu ya" Iren berucap tanpa mempedulikan ekspresi billy yang menatap kesal padanya.


"ck... gue tuh orang baik ya ren"


"he'emmm saking baiknya ampe menebar benih kemana pun" dengan cueknya iren berucap.


"gue doain anak lu kalo laki kaya gue" seketika iren mendongak melihat kepergian billy.


"ihhh amit-amit jangan sampe dah!" teriak iren yang disambut tawa billy dari jauh.


tok...tok... tok...


"masuk" araf berteriak dari dalam


"assalamu'alaikum pak" araf mendongak


"wa'alaikumsalam hilman. Ada apa man?" tanya araf yang terkejuy dengan kedatangan hilman yang belum selesai masa cutinya.


"pak saya mau resigne" hilman memberikan surat pengunduran dirinya.


"kenapa?" araf melihat kepada hilman.


"saya mau tinggal dikampung aja pak memjaga kedua orangtua saya yang sudah sepuh" jawab hilman dengan menundukkan kepalanya.


"baiklah kalau itu udah jadi keputusan kamu saya ga bisa memaksa. Nanti saya akan minta iren mengurus administrasinya"


"terima kasih pak... saya undur diri" hilman mundur 2 langkah berbalik dan keluar dari ruangan araf setelah mengucap salam yang dijawab oleh araf. Araf menatap kepergian karyawan terbaiknya. Araf menemukan hilman saat anak itu masih sekolah dan memenangkan pertandingan beladiri antar provinsi. Saat itu araf mengajak nasya yang memang sangat menyukai pertandingan beladiri sedang menonton hilman yang membawa nama sekolahnya yang berasal dari jawa barat. Araf mulai tertarik dengan hilman dan meminta orangnya menyelidiki Hilman yang berasal dari keluarga sederhana.


Araf memberikan beasiswa pada hilman hingga dia kuliah dan lulus. Setelah lulus hilman bekerja pada araf dikantor setelah anak-anaknya smu araf sering mendapat teror membuatnya khawatir kemudian meminta hilman menjaga anak-anaknya.


........


Araf pulang dengan wajah lesu dan lelah, saat dia sedang duduk disofa ruang tamu terdengar suara tawa nasya dan anak-anaknya. Karena penasaran dia beranjak keruang tengah mendapati nasya sedang main game dengan anak-anaknya sambil tertawa. Sedang hail dan hasybi merutuk kesal.


"ahhh ayo dong il masa kita ga bisa ngalahin mama sama abang!" geritu hasybi


"ahhh abang nih ayo serang mama"


"apaan sih orang mainan aja kok" kesal hail yang akhirnya kalah.


"horeee kita menang lagi bil" nasya tertawa puas namun tidak untuk hasybi dan hail.


"assalamu'alaikum" ucap araf yang dijawab mereka.


"wa'alaikumsalam" semua beranjak dan menciumi punggung tangan ayahnya. Araf mencium kening nasya setelah wanita itu mencium punggung tangan suaminya.


"kalian lagi ngapain sih kayanya asyik banget"


"main games mas ternyata asyik juga tau mas"


"owh ya... baguslah. Tapi harus tetap inget waktu ya. kalian udah makan?"


"udah yah" jawab habil


"ya udah. Udah malam juga ayo istirahat" ajak araf.


"ayah..." panggil habil


"ya bil" araf menoleh pada habil


"pak hilman gimana kabarnya?"


"dia udah resigne dari perusahaan. Katanya dia mau pulang kampung ngurus orangtuanya yang udah sepuh"


Araf duduk diantara anak-anaknya dan istrinya, "kalian tolong dengerin ayah..." araf berucap serius mereka semua mengangguk.


"saat orangtua sudah mulai sepuh mereka tak membutuhkan harta dari anak-anaknya. Tapi mengurus mereka dengan ikhlas itu lebih baik. Ayah bangga sama kalian sampai sekarang menjadi anak yang berbakti dan menyayangi kami sebagai orang tua. terima kasih." mereka semua memeluk araf dengan erat.


"kami juga bangga sama ayah yang udah berjuang keras untuk kesejahteraan kami. Maafkan kami sering membuat ayah kesal dan pernah marah pada ayah" habil mewakili adik-adiknya.


Araf memandang pada istrinya yang memandang kepada mereka, "makasih ya sayang atas usaha dan kerja keras kamu mengurus aku dan anak-anak" nasya mengangguk.


_


Pagi harinya saat nasya terbangun dia melihat kesekeliling, dia terkejut bukan main. Dia pun membangunkan araf yang masih terlelap, "mas... bangun mas..."


Araf terbangun, "kenapa sayang?" tanya araf sambil mengucek matanya agar bisa terbuka dengan sempurna.


"mas kita dimana?" tanya nasya yang memegang baju araf melihat sekeliling.


"ini..." araf hendak mengatakan kalau ini dikamar mereka tapi dipotong oleh nasya.


"ini bukan kamar kita diapartemen maupun rumah utama mas. Kita..." Araf langsung memeluk nasya dengan tenang araf mengelus rambut nasya.


"dimana pun kita yang terpenting kamu sama aku ya kan" araf mencium kening nasya lembut. Nasya tenggelam didada araf mengangguk, "masih jam 2 ayo tidur lagi" araf membimbing nasya untuk tidur lagi.


"mas..."


"ya..."


"aku haus juga laper" ucap nasya pelan. Araf bangun mengajak nasya kedapur.


"mau makan apa?" tanya araf yang memberikan segelas air pada nasya yang dia dudukkan dibangku ruang makan.


"nasi goremg buatan kamu mas pake bawang yang banyak" ucap nasya yang diangguki araf.


"tunggu ya"


Nasya memperhatikan araf yang dengan telaten memasakkan nasi goreng untuknya. Araf memang tak pandai memasak dia hanya bisa memasak nasi goreng dan mie instan karena 2 makanan itu yang sering diminta nasya saat hamil dulu sampai kini.