
Seorang gadis cantik sedang melayani customer disebuah restoran fast food disebuah mall. Disaat semua kawan sekolahnya ikut kegiatan ldks dia lebih memilih untuk bekerja paruh waktu. Bukan karena untuk biaya sekolah dia hanya ingin lebih mandiri secara finansial. Dia tau diri hidupnya menumpang dengan guru cantik disekolahnya.
"rilley...." seorang manajer memanggilnya
"iya pak" rilley berlari mendekat.
"kamu kenal bapak itu?" manajer tersebut menunjuk pada lelaki setengah baya yang sedang duduk swndiri sambil menyesap segelas kopi.
"daddy..." gumam rilley suaranya seperti tercekat ditenggorokan antara percaya dan tidak.
"kamu kenal?" lagi sang manajer bertanya rilley mengangguk
"dia ayah saya pak. boleh saya izin pak? saya merindukan ayah saya" tangis rilley tak bisa dibendung lagi. Manager tersebut tersenyum dan mengiyakan. Rilley langsung berlari ke arah ayahnya.
"daddy..." panggil rilley hampir berteriak saking senangnya. Ayahnya menoleh, fillane ayah rilley langsung beranjak dari duduknya meraih anaknya dalam pelukannya.
"my god my daughter i miss you so much" (ya tuhan anakku aku sangat merindukanmu) tangis fillane sambil memeluk rilley. Karena kondisi restoran sedang ramai tak pelak mereka menjadi pusat perhatian.
"ehemmm... ehemm..." manager rilley berdehem membuat rilley dan ayahnya melepas pelukannya.
"ah... maaf pak. maaf" rilley menunduk meminta maaf.
"tidak apa-apa saya maklum tapi sebaiknya kamu izin hari ini rill. Saya akan tetap menghitung gaji kamu"
"terima kasih pak" mata rilley berbinar bahagia.
"what happen?" (ada apa) fillane bertanya pada anaknya.
"daddy please wait a second. i just change my cluding. After that we can go" (ayah tolong tunggu sebentar. aku mengganti pakaianku dulu. Setelah itu kita akan pergi) ujar rilley yang diangguki fillane.
Fillane menengok pada managernya, "thank you" menyalami manager tersebut dengan senyum mengembang.
"nevermind" jawab sang manager.
Setelah beberapa menit rilley pun kembali pada ayahnya, "come on daddy" rilley menarik tangan sang ayah. Fillane tersenyum bahagia mendapati anak gadisnya kini sudah remaja. Fillane berpamitan pada sang manager dan keluar bersama rilley.
"itu siapanya rilley sih pak?" manager tersebut terkejut dengan kedatangan karyawannya.
"astaga kamu ngagetin saya aja sih!" manager tersebut mengelus dadanya.
"iya pak siapa sih itu pak?" kali ini karyawannya yang lain ikut nimbrung.
"ayahnya rilley" jawab sang manager
"bapaknya ganteng yak" ujar karyawan lain
"huuu.... giliran orang ganteng ja melek mata"
.........
Rilley mengajak ayahnya ke sebuah taman agar mereka bisa berbincang dengan leluasa. "daddy... terima kasih masih mau bertemu rilley" rilley menggenggam tangan ayahnya yang terasa hangat dan sangat dirindukan rilley.
"daddy yang harusnya minta maaf karena membiarkan ibumu membawamu pergi dari austria membuatmu harus merasakan hidup menderita" manik mata hijau fillane meratap penuh kesedihan mengingat masa lalunya bersama sang mantan istri yang kini sudah bekerja di luar negeri.
"sebenarnya mommy pun menderita dad apalagi setelah mommy menikah dengan riyan ayah tiri rilley saat ini. mommy harus bekerja keras demi kehidupan kami. Uang kiriman dari daddy untuk biaya sekolah aku sering dihamburkan ayah tiri untuk senang-senang diluar. Mommy sering menangis menyesal meninggalkan daddy" tutur rilley menjelaskan bukan hanya dirinya yang menderita tapi juga ibunya.
"maafkan atas keegoisan kami sebagai orang tua ya nak. Daddy akan menunggu kamu hingga lulus dari sekolah ini. Kamu mau kan ikut daddy tinggal di austria? tidak mungkin untuk daddy meninggalkanmu disini sendiri nak" fillane menatap rilley dengan tatapan memohon. Rilley tersenyum senang.
"daddy sudah menikah lagi?" tanya rilley. Pertanyaan rilley membuat fillane tersenyum getir.
"bagaimana bisa daddy menikah lagi jika dihati daddy hanya ada ibumu. Daddy masih berharap kalian kembali pada daddy. Bukan hanya kamu tapi juga mommy-mu" fillane menghela nafas kasar.
"daddy masih sangat mencintai Mommy" batin rilley sambil tersenyum.
"4 tahun daddy kehilangan kalian benar-benar membuat daddy frustasi. Daddy menyuruh orang untuk mencari kalian disurabaya karena setau daddy ibumu berasal dari sana. Tapi semua nihil tanpa hasil. Sampai pada akhirnya ada seseorang mengirim fotomu di email daddy. Tanpa pikir panjang daddy membalas email tersebut dengan mengirim nomor telepon daddy. Daddy pun tak tau bagaimana dia bisa menemukannya yang pasti daddy sangat bersyukur saat itu. Semenjak itu daddy membuat visa untuk mengunjungi kamu dijakarta karena orang tersebut memberikan alamat sekolah kamu. Namun email tersebut sudah tidak dapat dikonfirmasi setelah memberikan alamat sekolah kamu"
"Rilley tidak tau bagaimana caranya dia bisa menghubungi daddy tapi rilley akan berterima kasih pada mereka" Rilley menatap pada ayahnya, "dad... waktu itu kenapa mommy bisa pergi meninggalkan daddy?" tanya rilley penasaran.
"semua karena usaha daddy sempat bangkrut, ibumu memiliki hutang yang tak terduga. Daddy sempat dipenjara karena hal itu. Setelah daddy keluar daddy baru tau jika kamu dan ibumu sudah pergi dari austria. Sempat daddy berpikir untuk bunuh diri namun evelyn menyelamatkan daddy mengingatkan daddy tentang dirimu nak. Kamulah penyemangat daddy membuat daddy semangat untuk bangkit lagi, setelah usaha daddy stabil daddy berusaha mencari kamu dan ibumu" jelas fillane
"apapun yang terjadi dimasa lalu rilley harap daddy bisa memaafkan mommy" suara rilley tercekat menahan tangis. Selama ini dia hanya tau jika ayahnya pergi meninggalkan dia dan ibunya dengan banyak hutang itu mengapa ibunya nekat pergi ke indonesia. Dia tak tau jika sebenarnya penyebab kebangkrutan ayahnya adalah ibunya. Kini ibunya sedang menerima karmanya mungkin.
Setelah ke indonesia dia tak bisa mencari pekerjaan hingga terpaksa bekerja diklub malam sisa uang direkeningnya pun makin lama makin habis. Walaupun setiap bulan fillane selalu mengirimi uang tapi tak pernah cukup. Apalagi setelah ibunya mengenal riyan ayah tirinya hidup mereka makin tak menentu. Bahkan rilley terpaksa bekerja paruh waktu. Hingga akhirnya ayah tirinya berhasil membujuk ibunya untuk bekerja sebagai tkw. Setelah kepergian ibunya rilley pun hampir dijual oleh ayah tirinya.
"dad..." panggil rilley lembut
"ya..."
"daddy tau aunty evelyn selalu mencintai daddy?" tanya rilley penasaran.
"tentu saja daddy tau. Tapi daddy tidak bisa membalasnya karena hati daddy sudah milik ibumu"
"dad cobalah untuk bersama aunty, aku setuju. Bukan karena dia menolong daddy saat kesulitan. Namun dulu saat kita masih di austria aunty evelyn lebih banyak bersama rilley, menyayangi rilley layaknya anak sendiri. Aunty lebih banyak mencurahkan kasih sayangnya dibanding mommy yang sibuk dengan teman-temannya. Rilley tau cinta tak dapat dipaksa tapi ga ada salahnya daddy mencobanya"
Fillane tersenyum pada anaknya, "anakku sekarang sudah berpikir dewasa. Aku bangga padamu sayang" Fillane meraih anaknya ke dalam pelukannya. Sesekali fillane menghela nafas