Triple Story

Triple Story
bab 27



Araf kembali dari kantor sebelum pukul 11 siang dia mempercepat jadwal kepulangannya agar bisa segera mengajak nasya ke dokter untuk periksa kesehatan. Saat sampai dirumah dia langsung disambut oleh nasya yang sudah siap.


"udah siap aja" araf mencium kening istrinya


"iyalah supaya kamu ga kelamaan nunggu aku" nasya tersenyum cantik. Entah mengapa semenjak hamil nasya menjadi sangat cantik. Araf menggandeng tangan nasya setelah memakai cadarnya. Nasya berjalan mengiringi langkah suaminya. Mobil pun berjalan membelah kota jakart disiang hari. Nasya duduk dibelakang dengan suaminya dia terlihat sangat manja terus menciumi pakaian araf.


"sayang..." panggil araf


"hmmm..." nasya mendongak


"malu ih sama pak agus..." araf mendorong nasya sedikit ke arah pintu. Araf tak enak hati bermesraan didalam mobil pasalnya dimobilnya ada supirnya.


Nasya merajuk dia pun meminggirkan dirinya menjauh dari araf. Dia pun melihat ke arah jendela. Araf menarik lengan nasya namun ditepisnya, "ga sejauh ini juga sayang" Araf menghela nafas panjang istrinya merajuk. Araf menggeser duduknya ke arah nasya tapi nasya masih tak bergeming disentuh pun dia tak mau.


"hah... hormon ibu hamil sensitif banget ya" keluh araf. Araf menghadap kedepan, "pak agus istrinya juga lagi hamil kan ya seperti ini juga ga?" araf pura-pura bertanya pada agus supirnya namun yang ditanya hanya terkekeh tak menjawab.


Araf pun mengalah dia mendekati nasya dan menariknya kedalam pelukannya, "pak agus jangan iri ya" ucap araf sambil mendekap kepala nasya ke dalam pelukannya namun nasya lagi-lagi menepisnya.


"sayang udah ah ngambeknya" araf mencoba merayu istrinya yang masih merajuk. Namun nasya lagi-lagi mengelak.


"mas jauhan sana malu sama pak agus" araf di skak mat oleh nasya. Namun bukan araf namanya jika dia bisa marah dengan istrinya itu dia malah tertawa.


"ya Allah gemesinnya istriku kalau lagi ngembek. Kalau ga ada pak agus rasanya mau aku buka cadarmu aku cium tau ga biar ga ngambek lagi" seru araf.


Nasya tak mempedulikan dia masih asyik melihat ke arah jendela. Araf menggeleng, "pak agus sepertinya ibu hamil ini benar-benar ngambek" Pak agus supir yang duduk didepan terkekeh tidak percaya, "sabar ya pak hahaha" tawa pak agus pun pecah. Araf dikantor terkenal dingin dan tak pernah tersenyum dan hampir tak tersentuh. Namun jika bersama nasya araf akan menjadi budak cinta yang tak bisa melihat istrinya merajuk. Dia akan melakukan apapun untuk istrinya. Araf hanya menggenggam tangan nasya sepanjang jalan dan menciumi telapak tangan nasya. Nasya tak mempedulikan dia masih tetap fokus dengan jendela disebelah kirinya.


Hingga 30 menit kemudian mereka telah sampai dirumah sakit, dokter emilia dipilih araf untuk mengurus kehamilan istrinya karena teman nasya dokter jessica sedan cuti melahirkan. Emilia adalah anak dari kepala rumah sakit juga kenalan ayah araf.


"dilihat dari usg alhamdulillah bayi ibu sehat ukurannya juga normal untuk usia kandungan 10 minggu. Ga ada yang perlu dikhawatirkan" ucap emilia tersenyum menghadap ke arah araf dan nasya.


"terus kenapa saya sering mengalami sakit kepala ya dokter?" tanya nasya setelah merapikan pakaiannya yang dibantu araf.


"itu biasanya dialami oleh ibu hamil yang kekurangan darah akibat aktivitas hormon progesteron yang menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah. meningkatnya produksi dan aliran darah diduga bisa menjadi pemicunya" terang dokter


"kemungkinan lain yaitu depresi, kurang tidur, kelelahan atau kelaparan. Sebagai seorang dokter anda pasti sudah tau kalau ibu hamil tidak diperkenankan meminum obat-obatan tapi jika sakit kepala yang anda alami sangat hebat anda harus segera konsultasikan pada dokter" lanjut dokter


"apa ini berbahaya dokter?" tanya araf terlihat kecemasan dalam nada bicaranya.


"sakit kepala saat hamil jika masih dalam batas normal tidak berbahaya pak tapi pasti membuat ibu nasya tidak nyaman. Yang bisa saya sarankan agar ibu selalu merasa rilex, jangan berpikir terlalu dalam, lingkungan juga harus bisa membantu ibu untuk membuat ibu merasa tenang dan mood ibu nasya selalu baik. Jangan lupa juga makan makanan bergizi. Saya tak meresepkan obat apapun saya hanya meresepkan vitamin dan penambah darah"


"sakit kepala ini apa akan dialami istri saya selama kehamilan dokter?"


"jadi selama 6 bulan istri say akan mengalami sakit kepala terus menerus?" araf menggenggam tangannya kuat-kuat. Nasya tau araf sangat mengkhawatirkan dirinya.


"ga juga pak seperti yang saya bilang tadi mood ibu hamil harus bisa dijaga agar selalu baik" ucap dokter.


"terima kasih ya dok" nasya merasa tenang dengan penjelasan dokter begitu pun araf.


Setelah berpamitan pada dokter nasya dan araf berjalan menuju parkiran, "sayang ada yang mau kamu makan?" tanya araf lembut yang dijawab gelengan nasya. Kebiasaan araf jika berjalan dengan istrinya selalu menggandeng istrinya. Setelah membukakan pintu mobil untuk nasya araf berputar dan ikut masuk kedalam mobil.


"halo habil mama mau kamu beliin mama telur gulung yang ada didepan sd itu dong sekarang ya"


"ma yang bener aja habil kan masih disekolah" jawab habil diseberang sana.


"tapi mama pengen banget" rengek nasya pada anak sulungnya.


"sayang kita kesana aja ya jangan ganggu habil dia kan mau ujian" ucap araf mencoba bernegosisasi pada istrinya.


Tanpa mengucap salam nasya menutup teleponnya, nasya terisak pelan namun terdengar oleh araf tanpa pikir panjang karena takut nasya sakit kepala dia pun menelepon habil, "bil kamu belikan ya lekas kamu bawa pulang. Minta izin sama sama guru piket nanti ayah yang akan telepon kepala sekolah" perintah araf. Araf memeluk istrinya, "udah ya kamu ga boleh nangis begini nanti kamu sakit kepala sayang" ucap araf lembut. Karena nasya sangat menyukai parfum ditubuh araf dia merasa rilex dan tertidur dengan cepat.


Saat sampai dirumah araf menggendong nasya kedalam rumah. Araf membuka cadar dan kerudung nasya setelah dikamar tak lama kemudian habil datang membawa pesanan ibunya.


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam"


"ini yah..." habil menyerahkan sebungkus telur gulung


"terima kasih ya nak"


"iya yah... aku kembali kesekolah ya yah"


"iya sayang"


Araf meletakkan telur gulung itu diatas piring dan meletakkannya diatas nakas disamping tempat tidurnya.


Nasya menggeliat saat hidungnya mencium aroma telur gulung, tanpa menoleh pada araf dia langsung menyantap telur gulung itu sampai tandas.


Araf yang duduk disisinya tersenyum melihat nasya saat nasya selesai makan araf mengelap mulut nasya dengan tissue. Nasya tersenyum mendapati araf yang dengan lembut mengelap sudut bibirnya, "makasih mas" araf mengangguk