
Habil duduk dipinggiran pembatas taman sambil menunggu 2 adiknya datang dan mereka memang selalu membuat habil menunggu terutama hail. Entah apa yang dilakukan anak itu. Saat sedang asyik menunggu habil melihat wanita yang disukainya selama 3 tahun ini. Dia adalah bidadari disekolah itu selain cantik dia juga ramah dan lembut sepenglihatannya. Gadis itu bernama maya gadis tercantik disekolah walaupun tidak pintar tapi juga tidak bodoh. Tapi sayang dia sudah menjadi kekasih doni sahabatnya. Saat sedang memperhatikan maya seorang gadis berlari dan menubruk habil tanpa sengaja, "aduhhh maaf... maaf..."
"ehhh..." habil memegang pundak gadis yang memakai seragam putih biru itu dia melihat segerombolan pemuda berusia 20-an tahun mengejar dirinya.
"kamu gapapa?" tanya habil yang melihat ke arah gadis yang panik itu.
"gapapa maaf saya harus pergi" gadis itu hendak berlari tapi tas-nya ditarik oleh salah 1 pemuda yang mengejar dirinya.
"ehhh mau lari kemana lagi lu hah!" sentak salah 1 pemuda itu.
"gue ga kemana-mana kok!" gadis itu membenarkan letak tas punggungnya.
"lu harus ikut kita!"
"ga mau!" gadis itu menolak tapi 4 orang pemuda itu memaksa.
"bang kalau dia ga mau jangan dipaksa dong!" habil ikut bicara karena kasihan melihat gadis itu.
"bukan urusan lu!" salah 1 pemuda membentak habil. Habil menarik gadis itu dan membelakangi gadis itu berniat melindungi.
"eh lu jangan ikut campur ya!" sentak pemuda yang berbadan tinggi dengan kulit coklat gelap dan rambut keriting.
"kan dia udah bilang bang ga mau ikut kok abang maksa sih!" habil balik membentak.
"gua bilang jangan ikut campur!"
"woiii apa-apaan lu bentak-bentak abang gue!" hail dan habil datang bersamaan. Dia melihat dari kejauhan abangnya seperti bersitegang sengan 4 orang pemuda usia 20-an.
"eh lu pada anak kecil jangan ikut-ikutan urusan orang dewasa kalau ga mau kena masalah" salah 1 pemuda yang sejak tadi diam menengahi berharap segera selesai dan bisa membawa gadis bernama rilley yang sejak tadi mereka kejar.
"dia ga mau ikut sama lu bang!" habil membentak
"rilley daripada kita ribut disini lebih baik lu kesini ikut kita!" salah 1 pemuda itu menatap pada rilley gadis cantik yang berada dibelakang punggung habil. Tak seperti harapan rilley menggeleng.
"jangan tunggu kesabaran gue habis!" bentak pemuda yang sejak tadi marah-marah membuat rilley menangis.
"aku ga mau ikut kalian! aku bukan barang yang bisa dijual. Aku ga mau dijual!" teriak rilley sambil menangis. Triple h langsung terkejut mendengar penuturan rilley.
"ahhh banyak mulut lu!" saat pemuda yang marah itu hendak menarik rilley tangannya sudah lebih dulu ditangkap habil dan diputar, "ahhh..." erang pemuda itu.
"kalian anak kecil jangan ikut campur kalau ga mau gue hajar!"
"siapa anda yang mengancam murid saya dilingkungan sekolah!" inara yang duduk dimotor besarnya seketika membuka helm dan turun dengan menenteng helmnya. Aksinya itu tak lepas dari mata hail yang takjub dengan guru cantik itu.
"boss..." panggil salah 1 pemuda minta intruksi
"satpam!" teriak inara yang melihat seorang satpam berlari ke arah mereka.
"kalian kenapa bisa masuk!" ucap salah 1 satpam, "maaf bu tadi saya sudah menghalangi mereka masuk tapi saya tak tau kenapa mereka bisa masuk"
"kalian masuk ke pekarangan orang lain tanpa izin, mengancam anak dibawah umur, berbuat kekerasan verbal. Kalau saya lapor polisi berapa tahun kira-kira kalian didalam jeruji!" inara bicara dengan santai. Tapi preman-preman itu tak menggubris. Saat 1 preman hendak meraih tangan inara hail dengan cepat meraih tangan itu dan memukul wajah si preman. Preman itu pun menjerit kesakitan karena dirasanya hidungnya patah mengeluarkan banyak darah.
Satpam dengan sigap menelepon polisi. Habil, hasybi dan hail terlibat peekelahian sedang rilley berlindung dibelakang tubuh inara. Tak lama kemudian supir keluarga araf pun ikut menghajar 4 pemuda itu mereka pun kalah dengan supir keluarga araf.
Setelah mereka tak berdaya supir araf yang bernama hilman dan satpam sekolah mengikat mereka, "berani banget kalian menyerang anak keluarga abinaya. Kalian bosan hidup hah!" sentak hilman pada mereka. Para preman itu pun terkejut karena mereka baru tau kalau yang mereka serang si kembar 3 adalah keluarga abinaya.
"gimana ini boss kita bakalan susah kalau berurusan dengan mereka" keluh salah 1 anak buah
"maaf bang kita ga tau kalau mereka anak keluarga abinaya. kita cuma mau mengambil anak gadis itu. Dia udah dibeli sama bigboss kita" orang yang dipanggil boss itu oun buka suara.
"pak ahmad" hilman memanggil satpam sekolah, "tahan mereka sampai polisi datang saya akan laporkan kejadian ini pada tuan besar" satpam itu pun mengangguk.
Setelah agak jauh dari para preman habil meraih tangan hilman supir sekaligus bodyguard triple h. Hilman menoleh dan menunduk, "pak hilman bisa ga jangan bilang sama mama dan ayah?"
Hilman mengerutkan keningnya begitu juga inara dan rilley.
"kenapa den?" tanya hilman bingung
"hail sama hasybi mau kuliah ke luar negeri kalau mama sama ayah tau soal ini aku takut mereka ga akan kasih izin." habil memberi penjelasan
"iya pak hilman. Pak hilman kan tau mama itu panikan dan khawatiran" hail mendesah lesu
"tapi mereka juga harus masuk penjara agar tidak mengganggu kalian lagi"
"pakai aja alasan memaksa anak dibawah umur dan hendak menjual dia" tunjuk hasybi pada gadis yang membuat masalah.
"saya setuju sih pak saya bersedia kok jadi saksi" inara setuju dengan ide habil.
"tapi tolong jangan libatkan kami sebagai saksi. Cukup pak hilman dan bu inara aja yang jadi saksi" pinta habil yang diangguki oleh hilman.
"maaf saya sudah membuat repot, terima kasih banyak sudah menolong saya" rilley menunduk menyesal.
"kita cari tempat yang enak yuk untuk bicara. Ibu harus dengar penjelasan soal ini juga supaya kita bisa sepakat saat nanti dikantor polisi" mereka semua setuju dengan ide inara.
Rilley mengikuti mereka ke arah cafe yang dekat dengan sekolah. Pak hilman menelepon temannya yang seorang pengacara dan menceritakan kronologi kejadiannya. Habil yang memperhatikan hilman merasa senang karena hilman menyetujui idenya. Adik-adikku aman. batin habil tenang sambil tersenyum yang diam-diam senyum itu dinikmati oleh rilley gadis blasteran yang di selamatkan oleh habil.
"den kalian bisa pesan dulu saya ambil mobil sebentar" pamit hilman yang diangguki oleh habil. Saat hilman berlari ke arah parkiran mobil inara melihat ke pemuda manis itu.
"bu... ayo" ajak rilley membuyarkan lamunan inara