Triple Story

Triple Story
bab 15



**Aku tenggelam semakin dalam


Terlalu dalam hingga sulit untuk keluar


Kuraih apapun diatasku


Namun tak juga dapat membawaku keluar


Tolong aku......


💔💔💔💔💔**


Doni adalah sahabat andre dan habil semenjak mereka bersama di ekskul pramuka dikelas 2. Doni mengetahui kalau habil terlebih dahulu menyukai maya. Dia bahkan pernah mengungkapkan saat maya sedang menjadi panitia untuk acara disekolah. Namun maya menolak habil dengan alasan habil masih terlalu kecil untuk dirinya. Saat itu maya belum tau jika habil adalah salah 1 dari kelurga besar abinaya. Konglomerat Indonesia bahkan ayahnya seorang pebisnis sukses yang sudah merambah hingga pasar eropa dan australia. Maka saat doni ingin menjadikan maya pacar mereka pun jadian. Namun saat dikelas 3 doni mendapat tawaran untuk pertukaran pelajar saat itulah maya mulai mencari perhatian dengan andre dan habil.


Andre yang memang sudah menyukai maya yang dia pikir lembut dan polos pun mengatakan pada maya untuk menjadi pacarnya. Awalnya memang menolak tapi tak lama kemudian maya mengiyakan. Sedang habil? adalah barang taruhan untuk maya. Karena banyak siswi dari berbagai kelas tidak percaya dengan rumor kalau habil menyukai maya sedari dulu. Maka untuk membuktikannya maya pun mengajak jalan habil yang disetujui oleh habil.


Taruhannya adalah uang tunai 5juta dan ponsel ip x terbaru. Bagaimana tidak membuat maya mengiyakan. Apalagi habil yang keluar uang untuk jajan dan makan mereka terlebih maya pun bisa berbelanja puas. Wanita mana yang akan menolak?


Doni menemukan maya yang berada ditaman belakang sekolah sebelum memanggil maya doni melihat transaksi antara dia dengan beberapa siswi wanita.


"gue akuin lu hebat maya bisa jadian sama doni juga andre. Lo juga bisa ngajak jalan habil yang udah pernah lo tolak" ujar siswi cantik entah dia kelas berapa doni pun tak pernah tau.


Kini doni mengerti semua ucapan sahabatnya ternyata benar. Maya tak sepolos dan selugu yang dia kira.


"hebatnya lagi kemarin maya jalan sama habil beli barang branded. Kan gue dah pernah bilang kalau habil tuh pasti cinta mati sama maya" Elin teman maya ikut bicara.


Doni hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan mereka. "terus sama andre juga doni lu dapet apa?" siswi yang memberikan uang bertanya pada maya karena penasaran.


"andre udah pasti setiap jalan sama gue kartu kreditnya jebol. Klo doni yah lu taulah dia kan pinter walaupun ga sepinter habil tapi seenggaknya semua tugas gue dia yang ngerjain" jawab maya.


Hati doni langsung mencelos mendengar jawaban maya. Dia pun tak jadi menghampiri maya. Hatinya sakit karena mengetahui yang swbenarnya ditambah sahabatnya juga jadi korban. Doni duduk dibangku taman samping sekolah dia sesekali menghela nafas dalam agar tak luruh airmatanya. Saat itu habil yang sedang melintas melihat doni sedang duduk sendiri. Dia pun menghampiri, "don" habil memberikan sebotol air mineral. Doni tersenyum menatap habil dan menerima air mineral itu.


"gue udah tau semuanya, hah... ternyata bener gue cuma dimanfaatin doang" ucap doni parau. Dia sedih karena perasaannya pada maya benar-bemar tulus tapi malah dimanfaatkan oleh maya.


Habil tak mengucap apapun dia hanya menepuk pundak doni. Doni tersenyum getir, "udah luapain aja ga penting. Lo kapan mulai sekolah lagi?" habil memang tak pandai menghibur orang lain makanya dia tak mengatakan apa-apa untuk menghibur doni.


"besok, rencananya hari ini w mau kasih sureprise sama maya tapi ternyata malah w yang terkejut haha" doni tertawa hambar mendapati kekecewaan dihatinya.


\*\*\*\*


Hasybi berjalan santai dilorong sekolah menuju ruang guru dia berpapasan lagi dengan joana, "hai bi...." joana berlari menghampiri hasybi dan membantu membawa beberapa buku ditangan hasybi.


"jalan-jalan biar ketemu lu hehehe" joana tersenyum menampakkan gigi kelincinya yang manis membuat hasybi seketika terdiam. Namun kemudian berdehem menetralisir perasaannya.


"ga lucu" hasybi masih ketus tanpa memandang pada joanan.


"gue ga ngelawak ya iyalah ga lucu. Gue kesini cuma nyerahin nama murid yang daftarin diri ikut LDKS gabungan" jelas joana.


"owh" jawab hasybi singkat


"bi... sabtu ini gue ulang tahun dateng yah" joana memberikan kartu undangan pada hasybi setwlah meletakkan buku yang dibawanya ke atas meja guru. Hasybi melihat kartu itu


"gue boleh bawa abang sama ade gue kan?" tanya hasybi menatap pada joana membuat joana terpana sesaat kemudian menetralisir perasaanya.


"kebetulan nih undangan buat hail sama habil gue titip ke lu aja ya biar gue ga usah nyari-nyariin mereka" Joana memberikan 2 undangan lagi untuk hasybi.


"ok thx nanti gue sampein ke mereka"


"makasih ya..." joana memegang lengan hasybi. Hasybi cuek saja dia berjalan keluar kelas masih dengan joana yang memegang lengannya. Mereka berjalan menyusuri koridor berdua tak peduli pandangan orang pada mereka.


\*\*\*\*\*


Hail berjalan diam-diam masuk keruang guru, dia meletakkan buah pear dengan ucapan jangan lupa makan di meja inara. Setelah itu dia pun beranjak pergi dengan segera agar tak ada yang tau. Saat hail bersembunyi masuklah inara beserta seorang guru muda ke ruang guru. Inara duduk dikubikelnya. Dia melihat ada buah pear terbungkus mika rapi diataa mejanya. Dia menoleh kesana kemari tapi tak juga menemukan orang selain dirinya dan guru yang baru masuk bersamanya.


"siapa ya yang kasih gue buah pear?" batin inara


Inara membaca tulisan tersebut dan tersenyum, "siapa pun yang kasih terima kasih banyak" gumam inara kemudian memakan buah itu. Hail tersenyum senang melihatnya dengn hati gembira dia berjalan menyusuri koridor sambil tersenyum dan menyapa balik orang yang menyapanya.


"bil lu ga bisa giniin gue!" seorang wanita berteriak keras pada habil yang tak digubris habil. Hail yang melihat langsung menghampiri.


Hail terkejut saat seorang wanita menarik habil dan hendak menampar habil tapi hail langsung menarik tangan wanita itu, "apa-apan lo berani banget main tangan sama abang gue!" sentak hail pada seorang wanita yang ternyata diaukai habil sejak lama.


"lo tanya sama abang lo itu siapa yang salah! Dia bilang dia suka gue tapi dia sekarang campakin gue! abang sama adik sama aja!" bentak maya pada hail.


"jaga mulut lu ya!" hail mulai emosi namun ditahan oleh habil


"sssttt udah il" beralih ke maya, "gue kan dah bilang sama lu maya gue ga bisa pacaran sama lu. Lu itu masih cewenya doni sahabat gue. Pun sekalipun lu putus gue juga ga akan mau!"


Maya menangis dia pun beranjak dari sana sambil berlari. Hail menatap pada habil yang memasang wajah datarnya dan pergi menarik hail ke kantin