
Disekolah triple H tak selalu bersama seperti saat ini setelah bel berbunyi Habil bermain basket dilapangan dengan teman-temanya, hasybi diperpustakaan, sedang hail dia diatap bersama sean dan arthur. Saat berada diatap hail duduk dipinggiran atap sambil melihat kebawah dia memperhatikan seluruh murid sambil menggambar dia menengok terpaku dengan seorang wanita dewasa yang sedang berjalan sambil tersenyum membawa buku menyambut sapaan para murid. Dialah inara gadis cantik guru baru yang membuat hail belakangan sering menggambar wajah cantiknya.
"Il... lu liat deh kayanya abang lu dalam masalah" sean yang sedang merokok menatap kebawah ke arah lapangan. Dilihatnya habil didorong oleh richard namun habil hanya melihat dengan sinis. Hail langsung menoleh kesisi lain tempat habil berdiri ditengah lapangan.
"ahhh si brengsek richard itu lagi, cari masalah mulu dia" arthur geram melihat.
Hail tanpa banyak bicara dia langsung bangkit berlari kelapanga. Dia hanya takut abangnya dipukul richard. Dia sangat tau habil adalah orang yang paling enggan untuk bergulat. Dia hanya akan menangkis atau menyingkir bahkan mungkin berlari mwnghindar. Tapi hail tau richard bukanlah orang yang mudah menyerah dia akan terus mengganggu.
Saat richard menarik kaos olahraga habil saat itu juga hail datang dan menghajar richard. Habil yang mengetahui hail yang menghajar richard dia langsung memeluk hail, "il... udah il..."
"brengsek lo! berani banget lu sentuh abang gue cari mati li!" hail adalah orang yang emosional apalagi jika menyangkut saudara atau orang tuanya.
"udah... udah... nanti lu yang kena masalah sama guru bk" habil menenangkan.
Richard yang jatuh tersungkur dia langsung bangkit hendak menghajar balik hail. Belum sempat maju seragamnya ditarik oleh seseorang. Ternyata guru cantik yang diidolakan oleh hail.
"ini lingkungan sekolah ga boleh berkelahi, kalian ikut saya ke ruang guru! sekarang!" terdengar nada judes dimulut mungil inara.
Habil, hail dan richard ikut dibelakang mengekori guru cantik itu. "kenapa bu? tanya seorang guru pria setengah baya pada inara.
Inara tersenyum, "gapapa pak biasa masalah anak-anak"
Hail menatap kesal pada guru ganjen didepannya yang memperhatikan inara layaknya sebuah mangsa. Guru itu melihat pada hail dan richard, "ahhh mereka sudah biasa" menoleh pada habil, "jangan membela adikmu terus kamu anak baik"
"adik saya juga anak baik pak kalau ga ada yang cari masalah sama dia" habil ketus dengn guru mesum didepannya itu. Namun guru itu hanya tertawa menanggapi kemudian pergi. Tapi sebelum pergi dia melihat ke arah inara, "saya pergi dulu ya bu selamat sakit kepala" dia mengerlingkan matanya sebelah membuat inara jijik.
"kenapa kalian berkelahi?" inara duduk dibangkunya dan melihat pada ke-3 murid didepannya.
"siapa yang mau menjelaskan?"
Habil maju, "sebenarnya ini terjadi karena saya mengalahkan richard dalam pertandingan basket tadi. Tapi richard tak terima dia hendak memukul saya. Tapi karena hail sudah lebih dulu datang dia yang memukul richard" jawab habil jujur.
Inara memperhatikan hail dan habil bergantian, "kalian kembar?" habil dan hail mengangguk
"pantas mirip banget ga bisa dibedakan kalian identik?" lagi-lagi hail dan habil mengangguk. Inara menoleh pada richard, "kamu kalau kalah ya terima aja jangan mengajak bertengkar. Kamu harus gentle terima kekalahan"
"dan kamu kenapa kamu memukul richard? kamu ga ikut dalam pertandingan mereka kan?" inara menatap pada hail.
"dia mau memukul abang saya ya saya ga terima lah bu" hail memberi alasan.
"richard lain kali ibu ga mau dengar hal seperti ini lagi ya. Terima kekalahan jangan seperti ini ya"
"saya pikir saya bertanding sama hail bu saya ga tau kalau lawan saya habil" ujar richard beralasan.
Inara menatap pada richard intens sambil melipat tangannya didepan dada inara bertanya, "kamu punya dendam pribadi sama hail?"
"dia selalu bikin ulah bu"
"lah kan lu duluan yang cari masalah sama gue!" hail mulai naik darah
"say habil abinaya bu" jawab habil uang ditunjuk sang guru lebih dulu.
"habil dan yang ini pasti hail..." ujar inara sambil menulis hail tersenyum mendengar namanya diingat oleh guru idolanya, "si biang masalah" lanjut sang guru membuat hail menunduk lemas seketika.
Habil yang melihat adiknya merengut berucap, "dia bukan biang masalah bu kalau ga ada yang cari masalah duluan" habil membela adiknya yang hanya diangguki inara.
"kamu?" inara menunjuk pada richard
"richard Ogilvy bu" jawab richard lemah
"sama-sama sibiang masalah" gumam inara masih terdengar oleh murid-murid yang berdiri didepannya.
\*\*\*\*
Hasybi baru keluar dari perpustakaan dia melihat habil dan hail berjalan mengikuti seorang guru bersama seorang murid lagi, "jangan-jangan hail bikin masalah lagi huh..." gumam hasybi. Dia hendak menyusul saudaranya ke ruang guru tapi tiba-tiba joana datang mengejutkannya.
"duarr...." joana menepuk pundak hasybi namun hasybi tak terkejut dia malah kesal karena pundaknya jadi sakit akibat ulah joana
"lu ngapain disini? sakit tau!" hasybi mengerang manahan sakit dipundaknya. Gadis yang memakai seragam putih biru itu tersenyum karena ternyata hasybi tak lupa dengannya.
"gue mau ngasih materi LDKS gabungan ke kepala sekolah lu. Dimana ruang kepala sekolah?" tanya joana pada hasybi yang sudah berjalan mendahuluinya.
"noh liat abang gue sama adik gue kan ikutin aja mereka, mereka ke ruang guru disebelahnya ruang kepala sekolah" jelas hasybi.
"lu ga mau nganterin gue?" joana berucap manja pada hasybi. Dia melihat tatapan cewe-cewe yang sinis terhadapnya, "mungkin karena gue jalan sama hasybi kali ya" batin joana sambil cengar cengir sendiri.
"ga ah gue mau masuk kelas bentar lagi bel bunyi!" tolak hasybi tegas.
"yah... kok lu tega banget sih bi..." joana merengut manja menatap hasybi.
"haishhh manja banget sih lu" kesal hasybi
"kalau gue nyasar gimana? lu kan tau gue cantim bi kalau ada yang ganggu gue gimana?"
"mulai drama deh lu. sapa juga yang mau ganggu lu jelek begini!"
"bi...."
"ayo..." hasybi akhirnya mengalah dia berjalan lebih dulu, joana merasa senang dia mengikuti hasybi dari belakang dengan senyum merekah.
"siapa sih tuh cewe akrab banget sama hasybi, bikin kesel aja!" seorang cewe melihat ke arah joana dan hasybi yang berjalan berdampingan sambil joana memeluk lengan hasybi manja. Jika biasanya hasybi akan jengah dengan perlakuan seperti itu tapi berbeda dengan joana entah kenapa jika joana yang melakukannya hasybi membiarkan saja seperti dia dipegang oleh alana atau aqila saudaranya.
💓💓💓💓
jangan lupa ya like, vote, komen dan kasih bintang ya terima kasih 😍🙏