Triple Story

Triple Story
bab 10



"kak habil...." rilley berlari ke arah habil yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Seperti biasa dia menunggu adik-adiknya untuk pulang bersama. Disisi sebelah kanan agak jauh inara sedang berbincang dengan hilman.


Habil menengok ke arah suara orang yang memanggilnya, "ya... rilley" habil melihat ke arah rilley yang sudah tersenyum ke arahnya sambil berjalan.


"ini kak" rilley menyerahkan sebuah kotak seperti sebuah kue.


"kue bolu" seketika mata habil berbinar. Dia sangat suka kue bolu apalagi kue buatan tante hana yang setiap kumpul keluarga dia tunggu-tunggu.


"iya kak aku beli untuk kakak sama saudara kembar kakak yang udah baik banget nolong aku" ujar rilley tersipu.


habil tersenyum membuat rilley merona wajahnya karena malu. Rilley benar-benar terpesona dengan pria didepannya pria baik yang tampan dan sopan, "harusnya ga usah kaya gini juga rill kita kan teman. Lagipula kamu pasti kerja keras untuk dapat uang. Lain kali ditabung aja ya buat kebutuhan kamu"


Rilley tertunduk lesu, "maaf kalau ga seperti selera kakak aku..."


"aku seneng rill..." potong habil cepat kemudian rilley mendongak, "tapi alangkah baiknya kalau kamu tabung uang kamu. Kalau kamu mau balas kita dengan kamu jadi anak baik dan rajin belajar kita udah seneng kok" ucapan habil membuat rilley tersenyum lagi.


"habil... lagi apa?" suara seorang wanita memecah kesunyian diantara habil dan rilley yang sedang tersipu. Habil terlihat gugup menghadapi wanita didepannya.


"hai maya..." sapa habil sambil tersenyum. Rilley melihat ada gelagat yang berbeda dari habil. Sepertinya habil menyukai gadis ini batin rilley.


"kamu masih smp kok bisa masuk sini?" tanya maya dengan tatapan tak suka.


"ahhh iya dia mau kasih aku ini kok" habil menunjukkan bolu yang ditangan habil.


Maya melirik pada kue yang dipegang habil terlihat jelas maya tak suka, "owh..." ucapnya datar sambil melirik sinis ke arah kue.


"katanya suka sama gue tapi malah nerima kue dari cewe lain!" batin maya kesal.


"hmmm... bil sabtu ini kamu free ga?" maya tersenyum pada habil membuat habil tambah gugup.


"i... iya kenapa?"


"aku mau ajak kamu nonton. Frans ga bisa ajak aku nonton minggu ini (melirik pada rilley yang cuek) jadi... kamu mau kan nonton sama aku?" maya mulai bertingkah centil dengan menggamit tangan kanan habil.


"apaan sih pegang-pegang bukan muhrim" tiba-tiba hasybi datang mengurai tangan maya dari tangan habil.


"ihhh..." maya merasa tak suka dengan perlakuan hasybi "abang gue sibuk minggu ini kita ada acara jadi ga bisa nemenin lo!" kali ini hail yang berucap.


"habil... lu bilang lu suka sama gue tapi lu ga pernah ajak jalan gue" maya merengut manja.


Habil menoleh pada 2 saudaranya, hasybi dan hail melotot pada habil. Maya yang mengerti melihat pada maya tapi sebelum habil berucap maya sudah berucap, "padahal aku pengen banget nonton film sama lu bil tapi ya udahlah lu juga kayanya dah ga suka sama gue" maya beranjak dari tempatnya berdiri. Baru 3 langkah habil sudah memanggil maya.


"may tunggu" habil berlari ke arah maya, "iya aku mau besok aku jemput jam 4 sore"


Hasybi dan hail geram dengan abang mereka. Rilley hanya memghela nafas kemudian beranjak dari sana, "kak hail kak hasybi aku pamit ya itu aku dah titip kue untuk kalian swbagai ucapan terima kasih"


"makasih ya rill" ucap hail tersenyum yang diangguki rilley.


\*\*\*\*


Sesampainya triple h dirumah, mereka melihat ayah dan ibunya sedang asyik renang sambil bercanda. Mereka pun saling pandang kemudian menghampiri, "mama, ayah... kok kalian tumben udah pulang?" habil berjongkok ditepi kolam.


"kita mau berduaan mumpung kalian sibuk sendiri ga rusuhin mama" jawab araf seenaknya sambil memeluk istrinya yang sedang mengambang.


"ayoooo gangguin ayah sama mama...." tanpa ada yang menyadari hail telah membuka seragamnya hanya tertinggal boxernya saja dia pun melompat ke kolam renang memuncratkan air kolam keluar hingga membuat hail dan hasybi basah kuyup.


"hail.... seragam gue basah!" geram hasybi, sedang hail hanya mengusap wajah dengan tangannya. Namun mereka juga akhirnya ikut juga masuk ke dalam kolam renang..


"ahhh... kalian ini benar-benar rusuh!" araf berpura-pura kesal pada ke-3 anaknya padahal dia tersenyum senang.


"loh kenapa?" tanya araf bingung


"karena kita ga mau punya adik" seru triple h berbarengan membuat nasya dan araf saling landang kemudian tertawa.


"memangnya kenapa? mama yang mau kok" ucap nasya meledek para puteranya.


"ga boleh kita dah besar mama aku ga mau punya adik lagi cukup 2 aja yang bikin aku pusing" habil mencurahkan isi hatinya sambil menggoyangkan kakinya diair.


"ma... sekarang ga bisa karena masih ada anak-anak nanti aja ma kita fokus kalau mereka udah berangkat ke luar negeri"ucap sang ayah sambil mengecup lembut nasya.


Hail mendekat pada ibunya dan menarik lengan ibunya, hasybi memeluk ayahnya sedang habil menghalangi ibunya.


Mereka tertawa bersama


🌸🌸🌸🌸


Annasya sedang sibuk membuat makan malam saat habil memeluk ibunya dari belakang. Tinggi triple h 168 cm menyamai tinggi nasya.


"mama..." panggil habil manja kepalanya diletkkan dipundak ibunya.


"hmmm apa sayang?" tanya nasya sambil mengusap kepala anaknya lembut.


"ma... besok maya ngajak aku nonton boleh ya ma" habil meminta izin pada ibunya dia sangat ingin menonton bersama maya. Gadis pujaannya yang sudah 3 tahun dia sukai.


"siapa maya?" tanya nasya bingung memutar tubuhnya ke arah putra sulungnya.


"cewe yang abang suka selama 3 tahun ini" sahut hasybi yang datang ke dapur untuk minum


"habil kamu ga dengerin kemarin mama bilabg apa?" tatapan nasya serasa menghujam sampai ke ulu hati.


"kamu masih terlalu muda untuk kencan habil" lanjut ibunya.


"cuma nonton aja kok ma habis itu makan dan langsung pulang" ucap habil


Annasya menatap pada putranya kesal namun habil memelas memohon agar diizinkan. Akhirnya luluh jugalah pertahanan nasya, "ok gapapa kamu pergi nonton besok. tapi ditemani adikmu" ucap nasya tegas tak ingin dibantah.


"ma... kok giti sih?" keluh habil


"tinggal pilih kamu pergi tapi adik-adikmu ikut atau ga sama sekali"


"ya udah deh" dengan sangat terpaksa habil menyetujui ucapan ibunya.


"kalin itu belum halal ga boleh berudaan" tegas nasya yang diangguki oleh habil tanda mengerti.


🌸🌸🌸🌸


**gede roso tresno iki tulus kanggo sliramu


yo mung ono kowe ning atiku


Nanging loro yen roso sayangku mbok sio-sio


🌸🌸🌸🌸


jangan lupa tinggalkan jejak ya**