Triple Story

Triple Story
bab 19



Araf dan nasya baru saja selesai melakukan hubungan suami istri yang melewati tengah malam. Saat nasya keluar dari toilet dia merebahkan dirinya disamping araf yang sudah tengkurap memejamkan matanya. Araf membalikkan kepalanya ke arah nasya, "sayang" araf menggesekkan telapak tangannya dilengan nasya.


"hmmm" gumam nasya yang masih duduk berselonjor diatas ranjang dan menoleh pada araf.


"kok aku ngerasa aneh ya" araf membalikkan tubuhnya ke arah nasya.


"soal apa mas?" tanya nasya penasaran


"kok aku ngerasa bulan ini kamu ga kedatangan tamu bulanan ya" araf masih santai karena dia berpikir mungkin siklus datang bulan istrinya sedang bermasalah.


"iya ya mas kayanya ga bulan ini doang tapi dah 2 bulan deh mas" jawab nasya memandang kedepan dengan mimik wajah sepeerti sedang berpikir. Araf pun langsung terlonjak membuat nasya kaget, "kamu kenapa mas?" tanya nasya kaget.


"kamu masih suntik KB kan?" araf malah balik bertanya dengan memandang wajah nasya dengan khawatir.


"ga mas dah hampir 3 tahunan kalau ga salah" jawab nasya santai.


"hah!" araf terkejut bukan main jadi selama ini nasya ga KB


"kamu kenapa terkejut gitu mas?" nasya bingung melihat suaminya.


"kalau kamu hamil gimana sya?" dengan wajah penuh khawatir araf menangkup wajah nasya.


"loh kenapa takut aku kan punya suami mas"


"ahhh!" araf bangkit dari tempat tidurnya memakai celana boxernya, "pokoknya besok kita harus kedokter kandungan!" perintah araf dengan suara meninggi.


Nasya memperhatikan suaminya yang sedang kesal ke toilet. Setelah keluar dari toilet araf langsung membungkus dirinya dengan selimut.


Nasya yang paham suaminya sedang merajuk mendekat dan memeluk suaminya, "mas..." panggil nasya lembut namun tak mendapat jawaban dari araf.


"mas..." nasya membalikkan tubuh araf ke arahnya dan memeluk dengan erat, "mas jangan ngambek dong" nasya menciumi leher araf yang berada depan wajah nasya. Araf hanya mengelak namun ciuman nasya tak juga berhenti.


"mas..." lagi nasya memanggil


Araf melepas pelukannya dan duduk disisi nasya yang masih rebahan, "kenapa kamu lepas KB?" kali ini wajah araf terlihat serius.


"datang bulan aku ga teratur mas, kamu kan liat juga badan aku sampai 80 kg"


"iya kamu jadi sering sesak nafas" ujar araf


"iya udah gitu Gendut banget mas ga sehat. Saking gendutnya aku sampai ga datang bulan selama 3 bulan. Dokter saranin aku untuk diet karena ada cairan di paru-paru aku mas makanya aku pernah sesak nafas kan walaupun ga separah waktu hamil" jelas nasya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin membuat araf luluh tak jadi marah.


"kenapa kamu ga pernah ngomong?"


"mas tuh sibuk banget kan waktu itu. Jangankan untuk menjelaskan kondisi aku, kita aja jarang ngobrol" nasya mengingatkan suaminya atas kejadian 3 tahun lalu.


Araf memeluk istrinya, "maaf sayang... tapi aku masih sangat takut kalau kamu sampai hamil lagi. Kita kan udah sepakat untuk ga ada baby lagi. Aku pikir kita dah sepakat" araf mengelus pundak istrinya.


"terima kasih mas selalu khawatir dengan kondisi aku, itu artinya mas sangat mencintai aku" ucap nasya tersenyum dipelukan araf.


"besok kita pastikan ke dokter" nasya mengangguk meng-iyakan ucapan suaminya.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Setelah mengantar anak-anaknya kesekolah araf mengajak nasya ke sebuah klinik kandungan milik teman nasya jessica. Sesampainya diklinik nasya segera turun diikuti araf dibelakang. Mungkin karena masih pagi belum ada pasien. Nasya langsung diajak masuk. Setelah berbasa-basi sebentar jessica langsung mengajak nasya dan araf keruang prakteknya.


"anaknya kembar lagi ga dok?" tanya araf masih melihat kemonitor.


"hmmm sepertinya ga deh kak ini sepertinya hanya ada 1 janin" jawab jessica menerangkan.


"wahhh bayinya sehat ya... ukurannya juga sesuai" jessica selesai mmeriksa dengan alat usg dia pun meminta perawat untuk mwmbantu nasya berpakaian.


Setelah araf dan nasya selesai mereka langsung duduk didepan jessica, "dijaga baik-baik ya kandungan kamu karena masih 2 bulan. Jangan terlalu lelah dan stress. Jarak antara anak pertama dan kedua kan jauh banget jadi kamu harus selalu ingat untuk menjaga kesehatan dan makan teratur ya. Ini hampir sama dengan kamu hamil pertama ada keluhan?"


"sampai sekarang sih ga ada dok hanya kalau malam jadi sering buang air kecil aja" terang nasya


"gapapa itu msih normal kok. Mual muntah juga ga kan?" tanya jessica lagi yang dijawab gelengan nasya.


"kalau gitu aku hanya meresepkan vitamin dan penguat" jessica memberi resep dan nasya menerimanya.


Sesampainya dimobil araf terdiam seperti sedang berpikir sambil mengemudi.


"mas..." nasya memegang lengan araf


"ya..." jawab araf singkat tanpa menoleh pada nasya


"kamu masih marah?" tanya nasya dengn suara dipelankan karena takut.


"hufff" araf menghela nafas panjang, "sayang kamu banyak istirahat jangan buka praktek dulu ya. Klinik sementara serahkan ke junior kamu aja. Kamu harus jaga kondisi kesehatan kamu sama baby kita"


"iya mas" angguk nasya.


Saat lampu merah araf menoleh pada nasya dan mengelus perut nasya yang masih rata, "baby ayah jangan nakal ya didalam. Jadi anak baik ya sayang" araf mengecup singkat perut nasya membuat nasya bahagia.


"sebenarnya aku senang nasya hamil lagi, semoga rasa takut dan khawatirku tak pernah terjadi. Ya Allah sehatkan anak dan istriku amin ya rabb" doa araf dalam hati sambil menjalankan mobilnya kembali karena lampu sudah hijau.


🌸🌸🌸


Triple h pulang sekolah bersama kali ini habil tak mengadakan rapat lagi. Mereka heran melihat ayahnya sudah ada dirumah dengan ibunya yang memeluk sambil memakan buah.


"assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jwab araf dan nasya bersamaan. Setelah triple h menyalami kedua orang tuanya mereka mengambil posisi duduk disofa kosong kecuali hail yang memeluk ayahnya disisi kiri karena ibunya memeluk disisi kanan.


"ayah tumben udah dirumah?" tanya hail sambil mendekap ayahnya manja.


"karena sebentar lagi kamu akan jadi abang kamu udah ga boleh manja lagi"


Semua terkejut mendengar ucapan araf, "ayah serius?!" tanya mereka kompak yang diangguki araf dan nasya.


"mama..." mereka bangkit memeluk nasya.


"eh... kalian ga boleh begini kasihan adik kalian" ucap nasya yang ditindih anak-anaknya mereka pun duduk lagi.


"mama habil kan ga jadi kuliah diluar masa mama masih juga kasih aku adik" kesal habil dengan wajah murung.


"sayang ini namanya rezeki ga boleh ditolak dosa tau" ucap nasya santai.


Triple h mendesah pasrah lalu berjalan ke arah kamar mereka tanpa semangat yang diiringi tatapan nasya dan araf.