Triple Story

Triple Story
bab 37



Araf sengaja meliburkan diri hari ini. Dia ingin mengajak nasya berjalan-jalan. Kehamilannya sudah memasuki bulan ke-6. Tak ada yang perlu dikhawatirkan selain annasya yangbsering merasa lupa untuk hal-hal kecil. Bahkan dia pernah lupa jalan pulang kerumah saat dia sedang kerumah orangtua araf. Maka dari itu araf dan habil lebih protektif kepada nasya. Dia tak pernah diperbolehkan bepergian sendiri jika tak ada maid atau supir yang mengikutinya.


Araf ingin menyenangkan nasya hari ini.


"sayang berkemas yuk" ajak araf pada nasya yang sedang asyik ngemil didepan tv.


"mau kemana kita mas?" tanya nasya pada suaminya yang sudah memakai kaus hitam dan celana pendek selutut tapi memakai sneakers hitamnya.


"kita ke singapura yuk. Nengok hail, ayah kangen banget sama abang" ucap araf sambil mengelus perut nasya yang sudah mulai terlihat buncit.


"aku prepare dulu siapin pakaian dikoper" nasya hendak beranjak dari duduknya namun ditahan oleh araf.


"ajak bi minah sama asri. ga usah bawa pakaian banyak-banyak ya kita cuma sebentar aja kita disana"


"berapa lama?"


"hmmm 4 hari"


Nasya mengangguk saja kemudian berjalan ke arah dapur memanggil art-nya untuk membantu dia menyiapkan pakaian dan perbaotan yang dibutuhkan selama mereka disana.


Araf membawa nasya ke singapura untuk menengok anak mereka yang sekarang sedang menempuh pendidikan disingapura sekaligus berlibur. Habil tak bisa ikut karena dia sedang sibuk dengan kuliahnya sebagai mahasiswa baru. Araf memilih singapura karena negara tersebut lebih mudah dikunjungi tanpa visa hanya bermodalkan paspor dan tiket pesawat yang hanya 2 jam dari jakarta kesingapura mereka sudah bisa mengunjungi negara berkepala singa dan berbadan ikan yang disebut merlion.


Patung merlion adalah ikon negara singapura yang dirancang oleh mr. fraser bruner dan dibangun oleh seniman singapura lim nang seng. Patung tersebut dibangun pada tahun 1964 dan diresmikan pada tanggal 15 september 1972. Patung ini terletak di merlion park dan selalu menjadi tujuan utama para wisatawan. Kebanyakan wisatawan mereka akan berbelanja ke orchard road setelah berfoto ria tempat tersebut menjadi syurga belanja bagi orang berduit. Mereka belum tau ada tempat belanja lebih murah dan hemat biasanya tempat ini menjadi tempat nongki-nongki cantik para tkw dan tki yang bekerja disana. Dimana lagi kalau bukan di paya lebar.


skip.... skip....


Annasya kagum dengan bangunan bandara singapura yang baru. Dimana bandara tersebut memiliki air terjun seperti jatuh dari langit. Sangat indah juga bunga-bunga cantik menghiasi taman ditengah ruangan tersebut. Wisatawan juga bisa berfoto dibandara cantik tersebut. Setelah puas berfoto araf mengajak nasya ke daerah geylang tempat anaknya tinggal selama menempuh pendidikan disingapura. Araf menggenggam tangan nasya sepanjang perjalanan dibandara hingga mereka dijemput oleh supir kantor araf yang berlokasi disingapura.


Nasya melihat sepanjang jalan yang teratur, rapi dan bersih tanpa sampah berserakan disepanjang jalan. 20 menit kemudian dia sampai disebuah kondominium didaerah geylang. Untuk pertama kalinya nasya kesingapura dan tidak stay dihotel.


"mas darimana tau kalau hail tinggal disini? kok bukan dikondo yang kita punya didaerah orchard?" tanya nasya heran. Araf membantu supir menurunkan barang setelah turun dari mobil diparkiran basement.


"kondo kita kan masih disewa orang masih ada masa sewa 1 tahun kedepan. Hail sendiri yang meminta untuk tinggal disini, kondo ini juga pilihan hail" jelas araf.


"oohhh"


Supir araf berjalan didepan sambil menarik 1 buah koper besar. Araf menggandeng nasya dibelakangnya.


"mas emangnya hail ada dikondo?" tanya nasya pada suaminya.


"oiya aku sendiri lupa ngabarin hail. Tapi udah jam 10 malam gini pasti dirumahlah" Nasya hanya diam tak menjawab.


Setelah berada dilantai 5 araf segera menghampiri kamar hail. Dilantai tersebut hanya ada 2 kamar kondominium. Setelah memencet bel terlihat seorang wanita yang usianya masih 30-an seperti orang indonesia membukakan pintu. Wanita tersebut tak mengenal nasya dan araf tapi sangat kenal supir yang bersama mereka.


"ira ini bapak sama ibu den hail mereka akan tinggal disini sementara waktu karena kangen anaknya"


"owh iya tuan nyonya silahkan masuk. Saya buatkan minum dulu tuan sama nyonya mau minum apa?" ucap ira dengan sopan.


"kenapa sayang?" tanya araf


"bi saya mau air putih aja" nasya tak menghiraukan pertanyaan suaminya.


"hail mana bi?" araf bertanya pada art tersebut sebelum dia memasuki dapur.


"ada dikamarnya tuan, biasanya kalau udah masuk kamar ga keluar lagi tuan" jawab ira dengan mesam mesem centil. Araf hanya mengangguk dan meraih pundak istrinya agar bersandar pada dirinya.


"pak arif bisa pulang ini untuk pak arif" araf memberikan 2lembar uang 10 dolar.


"terima kasih tuan"


"sama-sama"


"tuan, nyonya saya pamit"


"iya pak arif terima kasih banyak ya maaf merepotkan" ucap nasya pada supirnya tersebut.


"ga kok nyonya sudah tugas saya. Assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab mereka.


Ira datang membawa 2 cangkir gelas dan sebotol besar air mineral.


"mba ira tolong rapihin kamar segera kami mau istirahat" pinta araf yang diangguki ira.


"mba ira..." nasya memanggil


"ya nyonya" ira berbalik menghadap mereka lagi.


"besok-besok jangan pakai pakaian seperti itu ya, maaf bukan sok ngatur tapi ga sopan aja pakainnya terlalu tipis dan pendek" ucap nasya pelan tak ingin art tersebut tersinggung.


"owh iya nyonya maaf" ira tertunduk meminta maaf.


"bukan saya ga tau kalau dinegara ini bebas berpakaian seperti apapun tapi saya hanya minta mba ira menghargai kami terlebih dirumah ini isinya lelaki" jelas nasya.


"udah ah senyamannya dia aja kenapa sih" araf bicara sambil memainkan ponsel. Seketika nasya langsung melirik tajam oada suaminya. Karena nasya belum membuka cadarnya jadi ira tak tau jika wajah nasya merah karena kesal.


"apa maksud omongan kamu?!" Araf langsung menepuk dahinya. Araf merasa ada yang salah dengan nada bicara nasya seperti orang yang sedang kesal.


"mba lekas dirapihin istri saya sepertinya lelah banget" araf bicara sambil mengibaskan tangannya agar ira segera beranjak. Setelah kepergian ira, araf memeluk nasya dan mendaratkan ciuman didahi nasya. Melepas cadar nasya dan menciumi wajah cantik didepannya.


"ga ada maksud apa-apa sayang udah jangan ngambek. Kita kan disini mau liburan" araf menghimpit wajah nasya dengan 2 telapak tangannya.


"ayah... mama..." hail bersorak mendapati orangtuanya ada dirumahnya dia pun langsung merangsek duduk ditengah antara mama dan ayahnya.