
**Hai guys maafkan author yang salah update hatusnya episode 33 dulu ini malah udah langsung 34 âšī¸. Authornya lg ga fokus.
Terima kasih yang udah baca, komen, vote dan rate
yuk kita ke bab 33 dlu
đđđ**
.
.
.
Malam minggu adalah hari yang ditunggu oleh cio karena malam ini adalah ulang tahunnya yang ke 15. Dia sangat bersemangat terlebih dia sangat berharap hail akan datang. Dia sangat menantikan hail datang dihari spesialnya ini.
Tapi sampai jam menunjukkan pukul 8 malam hail dan saudara-saudaranya tak juga muncul. Cio menunggu diambang pintu berharap agar dia tak melewatkan kedatangan hail yang akan dia sambut sendiri. Cio masih menngok kekanan kekiri dan mencari-cari sampai seorang wanita setengah baya yang tak lain ibu dari cio menghampiri cio, "baby sudah hampir jam setengah 9 ayo lekas dimulai. Kasihan teman-temanmu kelamaan nunggu"
Cio menoleh pada ibunya, "mom wait a second please" pinta cio penuh harap. Dia masih ingin menunggu kedatangan hail.
"baby kalau dia niat datang dia akan datang walaupun acara akan selesai pasti datang. Jangan sampai kamu mengorbankan mereka hanya karena 1 orang. Kasihan mereka juga punya waktu sendiri sampai mereka rela datang diacara ini hanya untuk kamu. Hargai mereka Baby" pinta ibunya yang mulai lelah karena sikap cio yang sangat berkeras hati ingin menunggu hail.
Cio menghela nafas pelan, "ok mom" Cio berjalan masuk dan memulai pestanya tanpa hail.
Tak ada senyum ceria diwajah cio, "hail kenapa kamu ga datang? aku akan menunggu kamu" batin cio sambil meniup lilin ulang tahunnya.
Disaat yang sama hail datang bersama habil dan hasybi, dia mendekat pada cio yang sedang memejamkan matanya setelah meniup lilin ulang tahunnya. Dia merasa sesak karena sedih. Namun disaat bersamaan dia mendengar suara hail disampingnya, "selamat ulang tahun cio"
Cio langsung membuka matanya dia menoleh kesamping ternyata benar dia, hail datang pikir cio. Cio tersenyum senang menyambut hail dan ke-2 saudaranya, "terima kasih" hampir cio menangis karena senang.
"baby..." ibu cio memegang pundak cio. Cio menoleh pada ibunya, "waktunya potong kue" cio mengangguk.
Ditengah acara cio duduk bersama hail diluar, "il...." untuk pertama kalinya cio memanggil hail dengan namanya
"ya..." jawab hail acuh
"aku akan pindah ke australia pekan depan" ucap cio
"aku pun bakalan nerusin sekolah ke singapura" sahut hail
"hail... aku serius aku suka sama kamu ya... walaupun aku lebih tua 1 tahun dari kamu tapi perasaan ga mandang umur kan?" cio menatap pada hail.
"cio... kita masih muda jalan kita masih panjang kita masih punya banyak waktu. Kita nikmati hidup kita, jika saatnya tiba kita berjodoh kita akan menemukan jalannya" untuk pertama kalinya hail menatap mata cio dengan lembut dia pun tersenyum dengan lembut.
"terima kasih" cio merasa lega telah mengutarakan perasaanya pada hail. Hail pun tak lagi bersikap kasar dan acuh pada cio.
"raih cita-cita dulu cinta akan menyusul" hail beranjak setelah berkat demikian, "ok cio aku sama saudaraku pamit udah malam juga kita ga biasa keluar sampai larut malam"
"hammhhh anak mami" celetuk cio
"bukan karena kami anak mami tapi kami menghargai orang tua kami" hail bersikap acuh lagi tanpa kata dia berbalik pergi meninggalkan cio sendiri menghampiri habil dan hasybi mengajak mereka pulang. Cio hanya memperhatikan punggung lebar hail.
"belum pernah aku temui lelaki acuh tapi hangat seperti kamu. Aku harus dapetin kamu" cio bermonolog sendiri masih ditempat dia duduk bersama hail.
Habil dan hasybi menengok pada cio dan melambaikan tangan disambut dengan senyum dan lambaian tangan juga dari cio.
Dimobil....
"mungkin dia mengalami oedipus complex" celetuk hasybi yang duduk disamping hail.
"sembarangan lu bang!" hail memukul paha hasybi
"sakit ihhh!" hasybi merasa kesal bukan main karena paha kanannya terasa panas ditepuk hail.
"bener hasybi il... laki-laki yang suka oerempuan yang lebih tua kan namanya oedipus complex kalau dalam bahasa kedokteran" habil membela hasybi
"bang..." kesal hail
"udah sampai ayot turun" habil membuka pintu mobil
"terima kasih pak agus" triple h mengucap bersamaan
"sama-sama den" jawab pak agus.
Annasya sedang minum saat anak-anaknya pulang mengucap salam bersamaan, "assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam" jawab nasya.
"mama lagi apa?" tanya habil yang menyalami tangan ibunya diikuti adik-adiknya. Nasya menatap heran pada anak-anaknya, "kalian darimana malam-malam begini?"
"mama lupa? kita kan udah izin untuk datang ke pesta teman hail" jawab hail memandang serius pada ibunya yang terlihat bingung.
"owh... iya..." jawab nasya singkat.
"ma..." panggil hasybi
"hmmm" sahut nasya
"are you ok?" terlihat tatapan mata hasybi yang sangat khawatir dengan ibunya. Nasya tersenyum kemudian mengangguk.
"mama mau apa? kita kabulin" habil mencoba memecah suasana agar tak tegang.
"mama mau kalian peluk mama" nasya merentangkan tangannya menyambut anak-anaknya. Triple h menggapai pelukan ibunya yang masih duduk dengan perut buncitnya, "sayangnya mama" nasya mengelus anak-anaknya bergantian. Anak-anaknya pun mencium nasya bergantian.
"kok mama aja yang dipeluk ayah ga?" araf yang baru keluar dari ruang kerjanya melihat anak-anak dan istrinya berpelukan. Araf ikut memeluk mereka dibelakang nasya. Nasya merasa bahagia dipeluk 4 orang lelaki kesayangannya.
"mama jadi pengen para lelaki mama kerjasama untuk buatin mama nasi goreng deh" ucap nasya tiba-tiba.
"siap mama" jawab mereka semua serempak
"ayo anak-anak kita beraksi didapur" araf mendahului anak-anaknya
"let's go" triple h kompak mengucap bersamaan.
Nasya bahagia melihat pria-prianya kompak memasak nasi goreng untuknya. Dia tersenyum senang apalagi melihat araf yang mengaduk-aduk nasi didalam penggorengan.
15 menit kemudian nasi goreng hasil kekompakan para pria pun jadi. Untuk pertama kalinya araf masuk dapur memasak untuknya setelah kelahiran triple h. Nasya tak sabar mencicipi masakan pria-pria kesayangannya. Nasya tersenyum puas dan mengacungkan 2 jari jempolnya pada lelaki kesayangan nasya. Nasya memakan nasi gorengnya dengan lahap membuat triple h dan araf menelan ludah, "enak banget ma?" tanya hail sambil menelan air liur. Nasya mengangguk senang sambil mengunyah nasi goreng buatan mereka.
"cobain ma..." haik menyendokkan nasi kedalam mulutnya
"gimana il?" tanya habil penasaran
"enak beneran bang" mereka pun mengambil sendok dan memakan nasi goreng didalam piring yang sedang dimakan nasya. Jadilah mereka makan nasi goreng sepiring bersamaan.